PUNCH, sebuah meme coin berbasis Solana, telah naik lebih dari 80.000% sejak peluncurannya awal bulan ini dan menarik perhatian para trader di seluruh ekosistem.
Seiring kapitalisasi pasarnya tumbuh dan akumulasi semakin intens, kekhawatiran juga ikut meningkat. Di tengah reli token yang meledak, para analis menyoroti sejumlah tanda bahaya terkait pendatang baru di pasar ini.
PUNCH adalah token yang terinspirasi dari kisah seekor bayi monyet Jepang bernama Punch bersama boneka kesayangannya yang tak terpisahkan. Token ini memposisikan dirinya sebagai aset kripto yang digerakkan komunitas dan dibangun di atas nilai emosi, kenyamanan, serta kebersamaan.
Berdasarkan informasi di website, token ini memiliki total pasokan tetap sebanyak 1 miliar. Proyeknya menyatakan bahwa likuiditasnya telah dikunci dan dibakar.
Mereka juga mengklaim hak kepemilikan sudah dilepas. Selain itu, token ini beroperasi dengan pajak 0%.
Data dari GeckoTerminal menunjukkan token ini mulai diperdagangkan awal bulan ini. Momentumnya semakin meningkat setelah kisah bayi monyet tersebut jadi sorotan di sejumlah media dan platform sosial. Dalam seminggu terakhir saja, meme coin ini sudah melesat 22.290,8%.
Pada jam perdagangan Asia awal hari ini, PUNCH menyentuh harga tertinggi sepanjang masa, dengan market cap melewati US$30 juta. Di CoinGecko, token ini muncul sebagai top gainer harian, mencatat kenaikan hingga 260%. Bahkan, token ini menempati peringkat ketiga dalam daftar aset kripto terpopuler di platform ini.
Reli harga itu telah menarik minat besar dari investor. Blockchain tracker Stalkchain menyoroti sebuah wallet yang telah mengumpulkan PUNCH senilai sekitar US$226.000.
Data dari Nansen juga memperlihatkan selama tujuh hari terakhir, kepemilikan figur publik di PUNCH melonjak 89,69%. namun, kepemilikan dari smart money dan whale justru turun.
Beberapa pengamat pasar menyuarakan kekhawatiran terhadap token ini. Analis kripto StarPlatinum menuding token tersebut menunjukkan “banyak tanda kendali oleh pihak dalam secara terkoordinasi.”
Dalam sebuah posting di X, analis itu mengklaim wallet kreator, yang diidentifikasi sebagai A8Z1ejQGk45EJibBPJviWnM3UvwKSuYun53nSCkWKM52, mendistribusikan sekitar 100 miliar token PUNCH atau setara 10% dari total pasokan tak lama setelah token mulai beredar.
Sesuai analisisnya, wallet (A8Z1e) mengirim 48,2 miliar token langsung ke wallet lain, yaitu CgR8tggfcM8Re5agDY5fsT4pKmqQTzF8vQ7jQknM6iBj. Entitas ini diduga berperan sebagai perantara antara kreator dan para holder besar.
Jejak di blockchain dalam thread itu menunjukkan pola aliran dari wallet kreator ke alamat perantara, lalu ke wallet besar. Berikut beberapa holder terbesar yang teridentifikasi:
Secara keseluruhan, tiga wallet ini menguasai sekitar 7,75% dari total suplai, dengan semua alokasi disebut-sebut dapat dilacak kembali ke distribusi awal pencipta, menurut klaim yang beredar.
Perlu diketahui di sini bahwa situs webnya menyatakan suplai total PUNCH sebesar 1 miliar. Sementara itu, White Whale juga menemukan dua “tanda merah” terkait token PUNCH.
namun, White Whale menegaskan bahwa dirinya tidak secara langsung menuduh tim proyek maupun para pengembang melakukan praktik tersebut. Dia mengungkapkan bahwa proyek itu sendiri “bisa saja bagus, bisa juga tidak”.
Oleh karena itu, meski reli PUNCH menarik perhatian besar, kekhawatiran dari para analis memunculkan pertanyaan soal keberlanjutan momentumnya. Seperti banyak meme coin yang harganya meroket tajam, volatilitas yang tinggi dan risiko struktural tetap jadi faktor utama untuk diperhatikan para trader.
Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi Fidelity perkara krisis pasokan Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!


