Cryptoharian – Pasar mata uang kripto kembali memasuki fase ‘risk-off’ setelah muncul peringatan baru soal potensi akis militer Amerika Serikat terhadap Iran daCryptoharian – Pasar mata uang kripto kembali memasuki fase ‘risk-off’ setelah muncul peringatan baru soal potensi akis militer Amerika Serikat terhadap Iran da

Klaim Serangan AS terhadap Iran Picu Waspada Baru di Pasar Kripto

2026/02/24 13:10
durasi baca 2 menit

Cryptoharian – Pasar mata uang kripto kembali memasuki fase ‘risk-off’ setelah muncul peringatan baru soal potensi akis militer Amerika Serikat terhadap Iran dalam waktu dekat. Sejumlah pelaku pasar menilai kombinasi ketidakpastian geopolitik dan kondisi makro yang masih ketat beresiko memicu pergerakan harga yang tajam, terutama pada aset beresiko tinggi seperti Bitcoin dan altcoin.

Kekhawatiran meningkat setelah mantan pejabat CIA John Kiriakou menyebut, dalam pernyataan yang beredar luas di media, bahwa keputusan untuk menyerang Iran ‘telah dibuat’ dan bisa terjadi pada Senin atau Selasa. Klaim tersebut belum disertai konfirmasi resmi pemerintah Amerika, namun cukup untuk mendorong lonjakan kewaspadaan di pasar keuangan termasuk kripto.

Pernyataan Kiriako muncul saat ketegangan Amerika-Iran memang sedang memanas. Reuters melaporkan Presiden Donald Trump memberi tenggat sekitar 10 hingga 15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, disertai peringatan akan konsekuensi serius jika tidak ada kesepakatan.

Di pasar kripto, sentimen defensif tercermin pada pelemahan harga sejumlah aset utama dan penyusutan nilai pasar. Data CoinGeko menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global turun beberapa persen dalam 24 jam terakhir ke kisaran US$ 2,2 triliun (angka bergerak mengikuti pembaruan real-time platform).

Baca Juga: Whale Solana Aktif Lagi Setelah 5 Bulan, Tarik 50.000 SOL lalu Staking

Tekanan juga terlihat pada dasar derivatif, yang biasanya memperbesar pergerakan saat berita geopolitik memicu kepanikan. Laporan yang mengutip data dari CoinGlass menyebut likuidasi posisi berleverage meningkat, dengan posisi long mendominasi kerugian.

Kendati demikian, analis pasar menekankan bahwa pergerakan harga dalam situasi geopolitik sering kali sulit diprediksi karena sangat bergantung pada headline berikutnya, yakni apakah tensi mereda melalui jalur diplomasi atau justru meningkat lewat langkah-langkah militer

Bagi investor, fase ini biasanya ditandai spread yang melebar, volatilitas intraday yang tinggi, serta perubahan arah yang cepat, terutama ketika pasar global juga sedang sensitif terhadap suku bunga, dolar AS, dan aliran likuiditas.

Sementara itu harga Bitcoin pada Selasa (24//2/2026) pagi berada pada level US$ 64.115. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 1,5 persen, dalam jangka waktu 24 jam terakhir.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.