MANILA, Filipina – Pemerintah Kota Pasig di bawah Walikota Vico Sotto telah mengamankan dana sebesar $1 juta (P57,77 juta) untuk mengubah sungai dan anak sungai yang kurang dimanfaatkan menjadi jaringan taman terapung.
Kota ini adalah salah satu dari 24 kota, dari 630 pelamar, yang menang dalam Bloomberg Philanthropies 2025–2026 Mayors Challenge.
Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge adalah inisiatif global yang berupaya membantu kota-kota mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah lokal. Hibah diberikan setiap tahun.
Hibah tersebut akan mendanai proposal Kota Pasig untuk membangun ruang publik modular di sepanjang Sungai Pasig guna mengatasi kurangnya ruang terbuka yang dapat diakses di kota yang padat penduduk ini.
"Melalui Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge, Pemerintah Kota Pasig akan mengatasi kurangnya ruang terbuka yang dapat digunakan melalui taman terapung di sepanjang sungai bersejarah kami," kata Walikota Sotto dalam sebuah pernyataan.
Selain sekadar menciptakan taman baru, kota ini ingin warga berpartisipasi dalam "merancang, membangun, dan mengelola atau mengoperasikan taman-taman ini — dan bukan hanya menjadi pengunjung semata," kata Sotto.
Struktur terapung tersebut juga dapat menjadi tempat layanan penting seperti klinik kesehatan dan perpustakaan.
Pada September 2025, Pasig meresmikan prototipe taman terapung yang dibangun di atas tongkang. Struktur percontohan tersebut mendemonstrasikan bagaimana platform dapat berfungsi sebagai taman bermain, taman kecil, kebun, atau ruang komunitas multiguna.
TAMAN TERAPUNG. Kota Pasig mengadakan konsultasi publik untuk taman terapungnya pada September 2025. Vico Sotto/Rappler
Dalam beberapa bulan mendatang, Kota Pasig akan menyelesaikan desain dan mulai membangun taman terapung serta easement tepi sungai. Kota ini juga akan melanjutkan konsultasi dengan komunitas untuk membentuk Dewan Tata Kelola Taman, berdasarkan wawasan dari lokakarya pembuatan prototipe sebelumnya, dan bermitra dengan sektor swasta untuk memperluas dampak proyek.
Selain hibah $1 juta, Pasig juga akan menerima dukungan operasional dan pendanaan tambahan untuk staf khusus yang terlibat dalam proyek ini.
Pandemi COVID-19 mengungkap kekurangan ruang terbuka di Metro Manila, terutama ketika jarak sosial diperlukan.
Pasig masuk daftar pendek dari lebih dari 630 aplikasi, dan dipilih dari 50 kota yang mengembangkan prototipe selama fase finalis.
Selain Pasig, kota-kota pemenang lainnya adalah:
Kota-kota Filipina lainnya, yaitu Kota Naga di Camarines Sur dan Kota Cauayan di Isabela, juga masuk dalam 50 finalis global kompetisi tersebut. – Rappler.com

