Cryptoharian – Sebuah investigasi baru memicu kekhawatiran soal keamanan data dan resiko insider di platform kripto, setelah peneliti blockchain ZachXBT menuding karyawan di Axiom Exchange menyalahgunakan akses internal untuk melacak dompet privat pengguna dan mengambil posisi lebih dulu di pasar.
Dalam unggahan pada 26 Februari, ZachXBT mengklaim sejumlah staf Axiom memakai dashboard internal untuk mencari pengguna berdasarkan referral code, alamat dompet atau user ID, lalu memetakan koneksi dompet yang seharusnya tidak terbuka untuk publik.
Salah satu nama yang disorot adalah Broox Bauer (akun X: @WheresBroox), yang disebut sebagai karyawan senior business development di New York. Menurut ZachXBT, Bauer memiliki akses ke sistem internal yang memungkinkan penelusuran keterkaitan akun dan riwayat dompet.
“Bukti yang saya tinjau mencakup rekaman dan tangkapan layar yang diduga memperlihatkan percakapan soal cara melakukan penelusuran tanpa memancing alarm internal,” ungkap ZachXBT.
Dalam salah satu klip yang diklaimnya, Bauer disebut mengatakan ia awalnya memeriksa 10–20 dompet dan meningkatkan jumlahnya secara bertahap agar tidak terdeteksi. ZachXBT juga menuding ada aturan “permintaan lookup” dan tawaran untuk berbagi daftar dompet lengkap yang beredar di lingkaran tertentu.
Menurut investigasi tersebut, tangkapan layar dari April dan Agustus 2025 diduga menunjukkan dashboard internal yang menampilkan keterhubungan dompet privat milik trader yang diidentifikasi sebagai ‘Jerry’ dan ‘Monix’.
Ada pula pembahasan terkait pelacakan pengguna yang memperdagangkan koin meme AURA.
“Data yang diduga diperoleh dari sistem internal itu kemudian dipindahkan ke Google Sheets, dengan tujuan memetakan alamat dompet yang terkait trader dan influencer,” ujarnya.
Ia juga mengklaim beberapa pihak yang disebut dalam dokumen tersebut mengonfirmasi bahwa alamat yang tercantum cocok dengan dompet privat mereka.
Baca Juga: Matt Hougan: Tokenisasi Meledak, Tapi Banyak Investor Tidak Sadar
Salah satu target yang disorot adalah trader bernama Marcell, yang disebut dikenal mengakumulasi pasokan token dalam jumlah besar sebelum mempromosikan proyek kepada pengikut.
Dalam narasi ZachXBT, tipe trader seperti ini menjadi sasaran menarik karena dompet utama mereka jarang dipublikasikan, sehingga data internal bernilai tinggi untuk pihak yang ingin “mendahului” arus transaksi.
“Analisis on-chain dompet utama Bauer dan alamat terkait dengan aktivitas perdagangan koin meme yang intens, serta aliran dana ke beberapa deposit wallet bursa terpusat. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah pembuktian transaksi insider secara pasti tetap membutuhkan log internal Axiom,” kata ZachXBT.
Nama lain juga ikut disebut, termasuk individu yang disebut sebagai Ryan (Ryucio), Gowno (Seb), dan seorang moderator bernama Mystery, yang diduga terlibat atau setidaknya mengetahui aktivitas “lookup”. Axiom sendiri disebut berdiri pada 2024 dan kemudian bergabung dalam batch Y Combinator Winter 2025.
ZachXBT menuliskan klaim bahwa perusahaan telah menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 390 juta, angka yang menambah sorotan karena menggambarkan skala platform yang sudah besar.
Setelah laporan beredar, Axiom merilis pernyataan bahwa pihaknya ‘terkejut dan kecewa’ atas dugaan penyalahgunaan alat internal. Perusahaan menyatakan telah mencabut akses ke sistem terkait dan memulai investigasi internal.
ZachXBT mengkritik kontrol akses Axiom yang disebut terlalu longgar, karena staf business development diduga bisa melihat riwayat dompet, nickname dan akun terhubung. Ia juga menyebut kemungkinan yurisdiksi Southern District of New York dapat relevan karena Bauer berbasis di New York.