Poin-Poin Penting
Langkah ini menandakan bahwa bahkan raksasa perbankan tradisional mulai menerima bahwa sistem keuangan sedang berubah, dan berdiam diri bukan lagi pilihan yang layak.
Bank tersebut telah mengirimkan permintaan formal ke beberapa vendor teknologi dan berencana menyelesaikan pilihan mitranya pada awal April 2026. Tujuannya sederhana: mengganti infrastruktur yang ketinggalan zaman dengan platform modern yang mampu mendukung stablecoin dan deposit yang ditokenisasi, memungkinkan pergerakan uang secara real-time sepanjang waktu tanpa penundaan tradisional yang terkait dengan sistem perbankan lama.
Sebagai konteks, sebagian besar transfer bank tradisional masih mengandalkan infrastruktur yang dibangun puluhan tahun lalu — sistem yang tutup semalaman, berhenti di akhir pekan, dan memerlukan beberapa perantara untuk memproses satu transaksi. Platform berbasis blockchain akan menghilangkan banyak hambatan tersebut, memungkinkan dana bergerak secara instan pada jam berapa pun, hari apa pun dalam seminggu.
Jika dipecah datanya, pasar stablecoin mencapai hampir $300 miliar pada awal 2026 — angka yang memberikan tekanan nyata pada bank-bank tradisional untuk beradaptasi atau berisiko kehilangan deposit kepada pesaing digital-native yang lebih cepat. JPMorgan Chase telah bergerak ke arah ini dengan JPM Coin-nya, yang digunakan untuk penyelesaian institusional, dan Barclays tampaknya mengikuti jalur serupa.
Langkah-langkah terbaru bank tersebut memperkuat arah ini. Pada Januari 2026, Barclays melakukan investasi langsung pertamanya dalam aset digital dengan mengambil saham di Ubyx, platform berbasis AS yang dibangun khusus untuk penyelesaian stablecoin dan deposit yang ditokenisasi. Selain itu, bank tersebut berpartisipasi dalam proyek percontohan sterling yang ditokenisasi selama dua tahun bersama HSBC dan Lloyds, upaya kolaboratif yang dijadwalkan berjalan hingga pertengahan 2026. Ini bukan proyek sampingan eksperimental — ini adalah langkah-langkah terkoordinasi menuju pergeseran struktural yang lebih luas dalam cara bank memindahkan uang.
Meskipun berita utamanya berwawasan ke depan, saham Barclays (BARC) ditutup turun 1,82% pada 27 Februari, diperdagangkan pada GBX 450,65 — sekitar 9,79% di bawah posisinya di awal bulan. Kisaran 52 minggu menceritakan kisah yang lebih luas, dengan saham yang diperdagangkan serendah GBX 223,75 dan setinggi GBX 506,40, mencerminkan betapa banyak volatilitas yang diserap sektor perbankan yang lebih luas selama setahun terakhir.
Pasar tampaknya menunggu hasil konkret sebelum memperhitungkan premi blockchain apa pun. Pengumuman semacam ini cenderung menggerakkan sentimen hanya ketika eksekusi menjadi terlihat — dan saat ini, Barclays masih dalam tahap pemilihan vendor.
Barclays membuat langkah-langkah terukur untuk tetap kompetitif dalam lanskap keuangan yang bergeser lebih cepat dari yang diantisipasi sebagian besar institusi tradisional. Pasar stablecoin bukan lagi sudut khusus kripto — ini menjadi alternatif asli untuk rel pembayaran konvensional, dan bank-bank yang gagal merespons berisiko menyaksikan bisnis inti mereka terkikis secara diam-diam dari waktu ke waktu.
Apakah Barclays dapat bergerak cukup cepat, dan apakah eksekusinya sesuai dengan ambisi, tetap menjadi pertanyaan kunci untuk diperhatikan saat April 2026 mendekat.
Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau perdagangan. Coindoo.com tidak mendukung atau merekomendasikan strategi investasi atau cryptocurrency tertentu. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Postingan Barclays Bertaruh pada Blockchain untuk Masa Depan Infrastruktur Perbankannya muncul pertama kali di Coindoo.


