September secara historis telah menjadi bulan terlemah Bitcoin. Menambah kekhawatiran, para analis menunjukkan bahwa sinyal death cross yang langka baru saja muncul di berbagai kerangka waktu utama.
Death cross terjadi ketika rata-rata pergerakan jangka pendek atau indikator jatuh di bawah rata-rata jangka panjang. Ini sering menandakan awal dari tren bearish. Meskipun sinyal-sinyal ini tidak menjamin penurunan pasar, mereka cenderung membuat pedagang dan investor lebih berhati-hati.
Death Cross Pertama: Rasio MVRV
Peringatan pertama berasal dari rasio Market Value to Realized Value (MVRV), yang dijelaskan oleh analis dengan nama samaran Yonsei_dent di CryptoQuant.
MVRV adalah metrik on-chain yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan nilai realisasinya — harga rata-rata saat koin terakhir berpindah. Rasio tinggi menunjukkan potensi penilaian berlebihan, sementara rasio rendah menunjukkan penilaian yang kurang.
Dalam postingan CryptoQuant baru-baru ini, Yonsei_dent mencatat bahwa MVRV baru saja membentuk death cross. Rata-rata pergerakan 30 hari jatuh di bawah rata-rata 365 hari.
Secara historis, persilangan seperti ini telah mendahului koreksi. Mereka menunjukkan bahwa antusiasme jangka pendek memudar relatif terhadap tren jangka panjang. Misalnya, death cross MVRV pada 2022 bertepatan dengan penarikan besar selama pasar bearish.
Death Cross Kedua: MACD Mingguan
Sinyal kedua berasal dari indikator MACD mingguan Bitcoin.
MACD mengukur momentum dengan melacak perbedaan antara exponential moving averages (EMAs). Death cross terjadi ketika garis MACD turun di bawah garis sinyal. Ini biasanya menunjukkan melemahnya tekanan pembelian dan risiko penurunan.
Harga Bitcoin & Indikator MACD. Sumber: TradingView.Secara historis, sinyal ini telah terbukti andal dalam mendeteksi puncak pasar atau koreksi yang berkepanjangan. Kejadian serupa pada April 2024 dan Februari 2025 menandai penurunan 30%.
Death Cross Ketiga: EMA
Peringatan ketiga berasal dari analis Deezy, yang berfokus pada exponential moving averages Bitcoin.
Dia menyoroti bahwa EMA 20 hari baru saja melintasi di bawah EMA 50 hari — pola death cross klasik.
Deezy menunjuk pada kejadian serupa terakhir pada Februari 2025, ketika Bitcoin turun 23% lagi. Jika sejarah berulang, penyesuaian tersebut dapat meningkatkan harga hingga $86.000.
Harga Bitcoin & EMAs. Sumber: DeezyTiga sinyal death cross — MVRV, MACD, dan EMA — kini selaras pada September 2025. Bersama-sama, mereka menggambarkan prospek yang hati-hati untuk Bitcoin.
Sejarah menunjukkan bahwa death cross sering menyebabkan volatilitas. Namun, mereka juga dapat menjadi alarm palsu selama pasar bull yang kuat. Kali ini, taruhannya lebih tinggi karena investor menunggu keputusan pemotongan suku bunga Federal Reserve pada September — langkah yang diharapkan dapat meningkatkan sentimen terhadap kripto.
Disclaimer
Sesuai dengan pedoman Trust Project, BeInCrypto berkomitmen untuk pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum membuat keputusan berdasarkan konten ini. Harap dicatat bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.
Sumber: https://beincrypto.com/analysts-warn-of-3-bitcoin-death-crosses-september/

