Pemerintah Korea Selatan mengambil tindakan tegas untuk meningkatkan cara mengelola aset digital yang disita. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Goo Yun-cheol memerintahkan peninjauan mendesak setelah beberapa kesalahan besar. Peristiwa-peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan dan pengawasan cryptocurrency yang dipegang oleh otoritas. Pejabat bertujuan untuk mencegah kesalahan di masa depan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap kripto yang dikelola pemerintah.
Pada tahun 2022, polisi di Distrik Gangnam Seoul kehilangan 22 bitcoin, yang sekarang bernilai sekitar $1,4 juta. Para petugas menyimpan koin tersebut di dompet pihak ketiga tanpa keamanan yang memadai, yang memungkinkan penggelapan terjadi. Kesalahan ini menyebabkan beberapa penangkapan.
Insiden Gangnam dengan jelas menunjukkan bahwa bahkan penegak hukum di Korea Selatan memerlukan protokol kripto yang ketat. Para ahli mengatakan otoritas harus menerapkan beberapa lapisan keamanan, akuntabilitas yang jelas, dan pemeriksaan rutin untuk mencegah kesalahan. Akibatnya, pemerintah sekarang menghadapi tekanan untuk meningkatkan prosedurnya.
Pada Februari 2026, gangguan di Bithumb secara tidak sengaja mengkredit pengguna dengan 620.000 bitcoin alih-alih 620.000 won Korea. Kesalahan tersebut secara singkat memberikan pengguna $40 miliar dalam dana palsu. Untungnya, sebagian besar dana dikembalikan, tetapi insiden tersebut menunjukkan betapa rentannya sistem aset digital.
Selain itu, gangguan tersebut menekankan perlunya perlindungan yang lebih kuat dalam bursa dan proses otomatis. Oleh karena itu, regulator Korea Selatan berencana untuk memeriksa sistem teknis lebih dekat dan menegakkan aturan yang lebih ketat.
Peristiwa-peristiwa ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam kustodian kripto institusional. Akibatnya, pemerintah sedang mengembangkan aturan dan proses audit yang lebih ketat. Mereka berencana untuk meningkatkan keamanan dompet, menetapkan prosedur penanganan yang jelas untuk aset yang disita, dan mencegah kesalahan manusia.
Karena kejahatan siber dan penipuan terkait kripto terus meningkat, Korea Selatan ingin melindungi aset digital secara proaktif. Pejabat berjanji kontrol yang lebih kuat, meskipun rincian spesifik masih dalam peninjauan. Oleh karena itu, upaya ini dapat menjadikan Korea Selatan sebagai contoh global untuk manajemen yang aman dari cryptocurrency yang dipegang pemerintah.
Postingan Korea Selatan Meninjau Kripto yang Disita Setelah Kerugian Besar muncul pertama kali di Coinfomania.

