Menurut data yang dirilis oleh Institut Statistik Nasional Angola, pertumbuhan PDB Angola mencapai 5,7% secara tahunan pada kuartal keempat tahun 2025. Ekspansi ini menandai salah satu kinerja kuartalan terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, ini mengonfirmasi pola pemulihan yang stabil yang diamati sepanjang tahun.
Produksi minyak berkontribusi positif, didukung oleh peningkatan tingkat output dan stabilitas harga yang relatif. Namun, sektor non-minyak juga mendapat daya tarik. Perdagangan, perikanan, konstruksi, dan segmen manufaktur terpilih mencatat keuntungan yang terukur. Akibatnya, upaya diversifikasi ekonomi tampaknya menghasilkan hasil bertahap.
Output hidrokarbon tetap menjadi pusat ekonomi Angola. Oleh karena itu, stabilitas produksi terus membentuk kinerja PDB secara keseluruhan. Pada kuartal keempat, tingkat output meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, mengurangi volatilitas sebelumnya.
Kementerian Keuangan Angola secara konsisten menyoroti pentingnya menyeimbangkan pendapatan minyak dengan reformasi struktural. Sementara itu, koordinasi dengan Dana Moneter Internasional telah mendukung konsolidasi fiskal dan stabilitas makroekonomi. Akibatnya, manajemen pendapatan yang lebih kuat telah memperkuat kepercayaan investor.
Selain hidrokarbon, pertumbuhan PDB Angola mencerminkan peningkatan aktivitas di bidang pertanian, perdagangan ritel, dan konstruksi. Program infrastruktur publik telah mendukung penciptaan lapangan kerja, sementara investasi swasta secara bertahap pulih. Selain itu, kondisi kredit telah menunjukkan peningkatan moderat.
Bank Nasional Angola telah mempertahankan sikap moneter yang hati-hati untuk menahan tekanan inflasi. Namun demikian, dinamika harga telah mereda dibandingkan dengan puncak sebelumnya. Lingkungan ini telah memberikan prediktabilitas yang lebih besar bagi bisnis dan rumah tangga.
Ke depan, pertumbuhan PDB Angola akan bergantung pada output minyak yang berkelanjutan, momentum reformasi yang berkelanjutan, dan arus masuk investasi. Tren permintaan eksternal di Asia tetap relevan untuk kinerja ekspor. Pada saat yang sama, integrasi perdagangan regional di Afrika Selatan dapat lebih mendukung ekspansi non-minyak.
Mitra internasional seperti Bank Dunia telah menekankan pentingnya transformasi struktural. Oleh karena itu, mempertahankan konsistensi reformasi akan sangat penting. Jika momentum berlanjut, pertumbuhan PDB Angola mungkin tetap tangguh hingga tahun 2026, memperkuat lintasan pemulihan jangka menengah negara tersebut.
Postingan Pertumbuhan PDB Angola Mencapai 5,7% pada Q4 2025 pertama kali muncul di FurtherAfrica.


