Cryptoharian – Salah satu firma analitik mata uang kripto, yakni Santiment di media sosial X kembalin memberikan update seputar apa saja yang terjadi di pasar kCryptoharian – Salah satu firma analitik mata uang kripto, yakni Santiment di media sosial X kembalin memberikan update seputar apa saja yang terjadi di pasar k

Kripto Apa Saja yang Jadi ‘Buah Bibir’ pada Selasa Kemarin?

2026/03/04 11:01
durasi baca 3 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Cryptoharian – Salah satu firma analitik mata uang kripto, yakni Santiment di media sosial X kembalin memberikan update seputar apa saja yang terjadi di pasar kripto pada Selasa (4/3/2026).

Berdasarkan pengamatannya, Santiment mencatat lonjakan perhatian pengguna kripto pada Selasa untuk sejumlah aset tertentu. Hal ini dipicu campuran faktor yang diantaranya adalah pergerakan harga intraday, kabar regulasi/hukum, drama tata kelola DeFi, hingga maraknya penipuan di Telegram.

Aktivitas paling besar tetap mengarah ke Bitcoin (BTC), tetapi konteksnya terbelah dua. Di satu sisi, percakapan ramai karena BTC disebut menguat intraday sekitar 4-7 persen dan mendorong harga ke kisaran US$ 60 ribu menengah hingga atas, diiringi komentar soal arus institusional seperti inflow ETF dan aksi beli pemain besar.

“Di sisi lain, terdapat gelombang pesan Telegram bergaya ‘scam’ yang menawarkan flash BTC dan flash USDT. Diskusi di X dan Reddit ikut memadukan euforia harga dengan peringatan pengguna yang skeptis terhadap tawaran semacam itu,” ungkap Santiment.

Sementara itu di Aave (AAVE), pemicu utamanya bukanlah harga, melainkan politik internal. Santiment menilai percakapan meningkat setelah Aave Chan Initiative (ACI) mengumumkan akan keluar dan tidak memperpanjang keterlibatan, dengan alasan konflik tata kelola yang terus berulang, disebut sebagai kepergian kontributor besar kedua setelah BGD Labs.

Ini memantik debat tentang seberapa ‘terdesentralisasi’ Aave sebenarnya, isu pengaruh Aave Labs, kelemahan model governance berbasis kurator dan spekulasi ekstrem soal kemungkinan fork/rebrand.

“Menariknya, drama ini terjadi ketika Aave disebut mencatat tonggak penggunaan data on-chain dan ada aktivitas whale/fund yang masuk,” ujarnya.

Untuk Uniswap (UNI), lonjakan pembahasan dipimpin berita hukum. Seorang hakim federal di Southern District of New York disebut menolak sisa gugatan class action terhadap Uniswap Labs dan pendirinya. Hakim menilai penggugat gagal membuktikan tanggung jawab protokol/developer atas scam token pihak ketiga.

Di media sosial, ini dibaca sebagai kemenangan besar dan potensi preseden yang membatasi liabilitas developer DeFi open-source. Di saat bersamaan, percakapan komunitas juga ramai soal hal-hal yang lebih “operasional”, yakni kendala koneksi wallet dan proses signing di web app Uniswap, serta diskusi keamanan terkait dusting, token kontrak berbahaya, dan kritik terhadap kelemahan yang berulang pada fork Uniswap v2 maupun desain oracle.

Baca Juga: Tokenized Gold Kini Diburu Sementara Bitcoin Tertahan di Tengah Ketegangan Geopolitik

Di sisi lain, Santiment juga melaporkan bahwa minat pada GameStop (GME) mengalami kenaikan, meski ini bukan kripto murni, namun sering disebut ‘nyasar’ ke komunitas yang sama. Topiknya didominasi spekulasi akuisisi besar (yang paling sering disebut eBay).

“Perdebatan berputar pada realitas pendanaan, yakni keterbatasan kas, utang konversi, risiko dilusi, dan logika mengapa pemegang saham target akan menolak skema yang dianggap tak masuk akal. Seperti biasa, narasi “apes vs skeptis” membuat volume diskusi meledak,” kata Santiment.

Selain itu, Venice (VVV) mengalami lonjakan dalam percakapan setelah dikaitkan dengan Venice AI yang disebut mendapat sorotan/rekomendasi sebagai penyedia model berorientasi privasi pada ekosistem tertentu.

Santiment menangkap bahwa percakapan tidak hanya soal hype, tetapi juga soal katalis operasional yang meliputi inflow token, lonjakan harga, aktivitas on-chain, staking untuk kredit, strategi farming/yield hingga integrasi ekosistem yang dianggap memperkuat usecase.

Terakhir, Tether (USDT) kembali jadi magnet diskusi—sebagian besar bukan karena spekulasi harga, melainkan karena USDT adalah “jalan raya” likuiditas kripto.

Firma tersebut melihat ada obrolan ber-volume tinggi seputar pemilihan jaringan (ERC-20, TRC-20, BSC, dll), kesalahan deposit akibat salah jaringan, proses pemulihan (atau kerugian permanen), serta kaitannya dengan listing futures/perps dan promo exchange.

“Namun bersamaan dengan itu, Telegram juga kembali dipenuhi iklan penipuan yang mengatasnamakan saldo USDT palsu atau ‘USDT ilegal’,” pungkas Santiment.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.