“Dengan setiap ETF yang sudah aktif, dana yang masuk menjadi jauh lebih lengket,” ujar CEO Canary Capital Steven McClurg. Pernyataan ini menjadi salah satu pela“Dengan setiap ETF yang sudah aktif, dana yang masuk menjadi jauh lebih lengket,” ujar CEO Canary Capital Steven McClurg. Pernyataan ini menjadi salah satu pela

Consensus Hong Kong 2026: Pergeseran Institusional

2026/03/05 01:57
durasi baca 7 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Pernyataan ini menjadi salah satu pelajaran paling jelas yang bisa diambil dari Consensus Hong Kong tahun ini: kita akhirnya telah memasuki era alokasi jangka panjang.

Consensus Hong Kong 2026 (10-12 Februari 2026) menghadirkan 11.000 peserta terdaftar dari lebih dari 122 negara dan wilayah ke Hong Kong Convention and Exhibition Centre. Banyak pemimpin senior hadir sebagai bagian penting dari peserta, bersama para allocator, operator, dan builder infrastruktur.

Hal yang paling mencolok sejak awal adalah diskusi yang terus berulang soal infrastruktur pasar. Di Future of Finance Summit, Global Bitcoin Summit, dan jalur Advanced Trading, sangat jelas bahwa fase berikutnya di Web3 adalah membuktikan bahwa sistem ini bisa beroperasi dalam skala besar, dengan modal nyata, tanpa mengalami kegagalan.

Sticky Money, Regulasi Lunak, dan Narasi Dominan AS

McClurg menggunakan produk XRP milik Canary untuk menggambarkan maksud dari dana yang ‘lebih lengket’ atau tahan lama.

Tentu saja, jika dana terus masuk saat pasar tertekan, dinamika pasar pun ikut berubah.

Suasana di Consensus menjadi hasil dari perubahan seperti itu, yang dimulai sejak SEC menyetujui exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot pada Januari 2024. Karena akses bisa melalui instrumen yang familiar, kondisi pun berubah signifikan.

Sejalan dengan makin banyaknya produk ETF di Amerika Serikat, cara pandang institusi pun berkembang. Kualitas likuiditas menjadi lebih penting daripada hanya volume besar, alat lindung nilai mulai dibahas lebih dalam, dan struktur pasar berpindah dari pinggiran menuju pusat diskusi.

Diskusi tentang regulasi terus muncul di Hong Kong, namun dengan nuansa tertentu.

McClurg menuturkan bahwa pergeseran di Amerika Serikat memang nyata, meski belum sepenuhnya tertuang dalam undang-undang.

Artinya, sikap dan preseden sama pentingnya dengan aturan formal dalam membentuk lingkungan ini.

Kondisi ini sesuai dengan perkembangan di Washington sejak awal 2025: aksi eksekutif yang menetapkan kerangka aset digital nasional dan para pemimpin SEC yang baru mulai secara terbuka memberi sinyal pendekatan pengawasan kripto yang lebih realistis.

Hasilnya adalah pasar yang lebih prosedural dan terkesan bisa diprediksi. Itulah syarat yang dibutuhkan institusi sebelum mengalokasikan dana dalam jumlah besar – ini juga jadi topik utama diskusi di panel Consensus “The Regulatory Shift” di Convergence Stage.

Kekhawatiran Institusi tentang Apakah Infrastruktur Benar-Benar Ada

Volatilitas tidak lagi menakuti allocator besar. Pada acara tersebut, ide ini untuk pertama kalinya terasa sebagai sebuah kesalahpahaman.

Cory Loo, Head of APAC di Douro Labs dan penanggung jawab pengembangan bisnis Pyth Network di Asia Pasifik, berkomentar tentang hal ini:

Menurut dia, keraguan itu muncul karena beberapa bagian industri masih terlihat lebih besar dari kenyataannya: aktivitasnya tampak signifikan di permukaan, tapi tidak kuat ketika institusi mulai menguji ketahanan, ekonomi unit, dan kematangan operasionalnya.

Pemikiran tersebut sesuai dengan fokus utama dalam agenda Consensus. Program “Advanced Trading” menyoroti mekanisme likuiditas, pertimbangan keamanan, serta perubahan lanskap regulasi, termasuk peran solusi lintas chain dan protokol baru untuk membuat pasar lebih transparan dan efisien.

Rasanya saat ini, menjadi ‘layak institusi’ sudah menjadi syarat utama bagi setiap proyek di industri ini. Uptime, respons atas insiden, tata kelola, dan compliance bukan lagi hal sekunder.

Itulah sebabnya penyedia infrastruktur yang dapat menunjukkan metrik pemakaian yang kuat semakin diunggulkan dalam diskusi. Pyth Network, misalnya, secara terbuka menyatakan telah mengintegrasikan lebih dari 600 protokol di 100+ blockchain dan menyajikan ribuan price feed, dengan porsi yang semakin besar terkait aset dunia nyata.

Self-Custody, Kesenjangan Edukasi, dan Alasan Agregasi Menjadi Pilihan Utama

Salah satu sinyal yang sangat bermanfaat di Consensus datang dari Andrey Fedorov, CMO & CBDO di STON.fi Dev, dalam wawancara eksklusif dengan BeInCrypto. Ia membahas soal trade-off desain produk, di mana tim DeFi harus memilih antara mengoptimalkan kecepatan akuisisi pengguna atau memegang teguh prinsip yang terbukti kuat ketika modal dan pengawasan institusi mulai masuk:

Seiring semakin banyak modal terregulasi masuk ke pasar, standar untuk apa yang dianggap sebagai kustodi yang dapat diterima, risiko yang layak, dan tanggung jawab operasional yang memadai pun ikut meningkat. Pendekatan yang mengutamakan self-custody memang bukan cara termudah untuk distribusi, namun dari acara tersebut, nampaknya itulah fokus utama industri saat ini.

Fedorov juga menyoroti satu hal yang menjadi penghambat adopsi yang menarik:

Pada dasarnya, industri masih terus mengedukasi pengguna agar memahami apa arti self-custody. Sudah jelas bahwa edukasi memang menjadi bagian dari biaya untuk membangun sistem non-custodial dalam skala besar.

Namun, Fedorov sudah membawa solusi — yaitu distribusi dan agregasi:

Kerangka berpikir inilah juga yang diterapkan Consensus untuk perdagangan tingkat lanjut tahun ini — dengan solusi lintas chain serta protokol-protokol baru yang diyakini bisa mendorong efisiensi dan aksesibilitas.

Pada kasus STON.fi, kita bisa menyoroti Omniston, yang timnya tawarkan sebagai protokol agregasi likuiditas untuk TON dengan menghubungkan berbagai sumber likuiditas hanya melalui satu integrasi.

Hong Kong Sambut Skala Institusional, dengan Pendekatan Bertahap

Tentunya, banyak perbincangan institusi di konferensi ini berfokus pada ETF di Amerika Serikat, preseden, dan apa yang McClurg sebut sebagai “soft regulation”. Namun, Consensus Hong Kong juga menghadirkan narasi lokal yang jelas di panggung utama. Hong Kong ingin menjadi pusat global aset digital, tapi mereka ingin pertumbuhan itu berjalan lewat lisensi, perlindungan investor, dan manajemen risiko.

Dalam sambutan pembuka, John Lee (Chief Executive Hong Kong SAR) menekankan pendekatan Hong Kong yang “stabil dan berkelanjutan,” sambil menunjukkan kerangka regulasi yang sedang dibangun aktif beserta arah kebijakan yang menargetkan potensi Web3 agar bisa menghadirkan dampak nyata di pasar keuangan.

Semuanya menjadi lebih konkret dalam pernyataan Paul Chan (Financial Secretary), yang memaparkan tren utama yang pemerintah soroti untuk institusi: tokenisasi aset dunia nyata mulai beralih dari sekadar proof-of-concept menuju implementasi nyata; intensitas interaksi antara TradFi dan DeFi (di mana DeFi juga menghadapi tekanan regulasi yang makin besar); serta meningkatnya tumpang tindih antara AI dan aset digital, termasuk konsep awal ‘ekonomi mesin’ di mana sistem otonom bertransaksi secara on-chain.

Consensus 2026 membuktikan bahwa modal memang mau terlibat, asal lingkungan aturannya jelas dan setiap perantara punya pertanggungjawaban yang kuat.

Stablecoin dan Tokenisasi

Lee juga mengaitkan ambisi Hong Kong sebagai “hub” secara langsung dengan rezim stablecoin terbaru mereka. Ia menyinggung Stablecoins Ordinance dan menyatakan HKMA sudah memproses aplikasi, dengan gelombang pertama lisensi penerbit stablecoin fiat diperkirakan keluar “dalam sebulan ke depan”.

Eddie Yue, Chief Executive HKMA, secara terpisah menjelaskan ke parlemen bahwa gelombang pertama lisensi diharapkan terbit pada Maret 2026, dan hanya “jumlah yang sangat sedikit” lisensi yang akan diberikan di tahap awal. Penekanan utama tetap pada use case, kontrol risiko, AML, serta cadangan yang mendukung stablecoin.

Chan memakai pidatonya untuk menjelaskan arti pendekatan ini bagi institusi. Tokenisasi kini mulai berpindah dari proof-of-concept ke implementasi, dengan instrumen yang sudah familiar seperti obligasi pemerintah dan reksa dana pasar uang yang dijalankan secara on-chain.

Ia mendukung pemaparan tersebut dengan data lokal. Misalnya dengan program obligasi hijau tokenized dari Hong Kong, bank yang memegang lebih dari HK$14 miliar aset digital dalam kustodi per akhir 2025, serta jumlah deposit tokenized yang telah mencapai HK$29 miliar.

Di sesi lain, diskusi utama mengenai tokenisasi RWA mempertemukan para pemimpin senior dari Securitize, Ondo, dan Kinexys milik J.P. Morgan yang mengupas tuntas bagaimana Real World Assets kini makin dianggap sebagai bagian dari kategori institusional yang sudah familiar.

Dari acara tersebut, semakin jelas bahwa pembayaran, penyelesaian transaksi, dan penerbitan yang teregulasi menjadi medan persaingan utama sekarang. Bahkan diskusi soal “Ekonomi Mesin” (AI agent, robotik, eksekusi on-chain) pun selalu kembali ke isu penerbit yang berlisensi, penerapan AML yang dapat ditegakkan, pengawasan, serta keharusan audit yang kuat dan aspek lain terkait pengawasan.

Minat Risiko Sudah Kembali, tapi Tidak Tanpa Syarat

Cara paling sederhana untuk menggambarkan arah pasar adalah adopsi institusional kini jadi seperti kompetisi pengadaan barang/jasa. Fokusnya pada kepatuhan, tata kelola, uptime, respons insiden, serta kemampuan model bisnis bertahan ketika volume siklikal dipangkas.

Dua sinyal memperjelas arahnya. Agenda sangat fokus pada struktur pasar (likuiditas, keamanan, regulasi, dan eksekusi lintas chain) serta menegaskan bahwa infrastruktur kripto kelas perusahaan hanya bisa berjalan jika didukung otoritas, dengan program lisensi stablecoin Hong Kong menjadi contoh paling nyata.

Memang, selera risiko mulai kembali, namun tetap ada syaratnya. Modal akan bergerak lebih cepat jika pondasi bertindak secara konsisten dan dapat diprediksi. Karena itu pula kripto bisa dipahami oleh komite investasi, dan bisa bertahan di tengah tekanan sekalipun.

Melihat ke Consensus Miami (5-7 Mei 2026) yang akan datang, agenda yang sudah disiapkan akan semakin membahas stablecoin, tokenisasi, pasar modal, dan regulasi, termasuk program khusus untuk Bitcoin (termasuk mining dan strategi untuk institusi) serta format acara seperti Wealth Management Day, Stablecoin University, PitchFest, dan Hackathon.

Peluang Pasar
Logo INI
Harga INI(INI)
$0,10676
$0,10676$0,10676
+0,42%
USD
Grafik Harga Live INI (INI)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.