Emirates akan mengoperasikan lebih dari 100 penerbangan pada hari Kamis dan Jumat saat berupaya membangun kembali jadwal penerbangannya menghadapi penutupan ruang udara yang sedang berlangsung dan pembatasan keselamatan akibat perang Iran.
Maskapai yang didukung negara Dubai ini telah menjalankan jadwal yang dikurangi sejak Selasa menyusul pembukaan kembali sebagian ruang udara regional.
Hal ini dipercepat selama hari Kamis dan akan berlanjut hingga Jumat, menurut juru bicara, dengan Emirates kini terbang ke 75 tujuan di Eropa, Amerika, Afrika, Timur Jauh dan Australasia serta Asia Barat dan Kepulauan Samudra Hindia.
"Penerbangan ini akan membawa orang-orang yang ingin mencapai tujuan akhir mereka, serta kargo penting seperti barang yang mudah rusak dan obat-obatan," kata juru bicara tersebut.
Pada hari Kamis juga diumumkan bahwa Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi telah melanjutkan operasi penerbangan terbatas setelah berkoordinasi dengan Pusat Pengelolaan Keadaan Darurat, Krisis dan Bencana, Abu Dhabi.
Namun semua penerbangan komersial Etihad akan tetap ditangguhkan hingga pukul 6 pagi waktu setempat pada hari Jumat.
Tanggapan dari ibu kota UEA terhadap penangguhan penerbangan sejak Sabtu melihat lebih dari 4.300 kamar hotel gratis disediakan di 74 hotel untuk sekitar 7.000 penumpang, menurut pernyataan Kantor Media Abu Dhabi.
Pada pukul 4:30 sore GST hari Kamis, 87 penerbangan telah lepas landas dari Dubai dan 15 dari Abu Dhabi, sementara 60 penerbangan telah berangkat dari Bandara Internasional Muscat Oman, kata pembaruan terbaru dari perusahaan analitik penerbangan Cirium. Tidak ada penerbangan dari Bahrain atau Doha.
Qatar Airways mengatakan berencana untuk mulai mengoperasikan sejumlah penerbangan bantuan terbatas mulai Kamis untuk mendukung penumpang yang terdampar.
Layanan termasuk penerbangan dari Muscat ke London Heathrow, Berlin, Copenhagen, Madrid, Roma dan Amsterdam. Maskapai nasional Doha juga akan mengoperasikan penerbangan dari Riyadh ke Frankfurt.
Maskapai nasional Jerman Lufthansa mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa penangguhan penerbangan dari dan ke Abu Dhabi akan berlanjut hingga Selasa.
Penerbangan repatriasi yang disewa oleh pemerintah Inggris diharapkan berangkat dari Muscat pada hari Kamis. Penerbangan tersebut seharusnya berangkat pada Rabu malam tetapi harus dijadwal ulang setelah sejumlah masalah teknis dan operasional, kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.
Warga dan wisatawan yang terjebak di UEA melakukan perjalanan hingga 12 jam ke Muscat untuk mendapatkan penerbangan keluar, dengan Oman Air mengoperasikan layanan bus dua kali sehari dari Sharjah untuk mendukung keberangkatan.


