Di tengah tekanan yang melanda pasar kripto global, Venice Token (VVV) justru mencatat kenaikan harga yang signifikan. Token ini melonjak lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir dan menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik di antara 300 kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.
Data pasar menunjukkan VVV sempat menyentuh harga intraday sekitar US$6,78, level tertinggi sejak Februari 2025. Pada saat yang sama, total kapitalisasi pasar kripto justru turun hampir 1%, dengan sebagian besar aset utama mengalami pelemahan.
Kenaikan ini membuat VVV menonjol di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish.
Dilaporkan BeInCrypto, Venice Token merupakan token asli dari ekosistem Venice AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang berfokus pada privasi dan akses tanpa sensor terhadap model AI open-source. Platform ini menyediakan layanan pembuatan teks, gambar, video, hingga kode.
Proyek ini didirikan oleh Erik Voorhees, mantan CEO ShapeShift. Token VVV sendiri diluncurkan pada Januari 2025 dan berfungsi terutama sebagai token staking dalam ekosistem Venice AI.
Melalui mekanisme staking, pengguna dapat memperoleh imbal hasil atau mencetak token DIEM. Setiap token DIEM memberikan akses API senilai US$1 per hari secara permanen.
Dalam beberapa bulan terakhir, performa VVV juga terbilang kuat. Data CoinGecko menunjukkan token ini telah mencatat pertumbuhan sekitar 7,5 kali lipat dalam tiga bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar yang kini melampaui US$290 juta.
Baca juga: 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga VVV adalah perubahan pada mekanisme pasokan token. Venice AI mengumumkan pengurangan emisi tahunan token dari 8 juta VVV menjadi 6 juta VVV mulai 10 Februari.
Pemotongan sekitar 25% ini mengurangi jumlah token baru yang masuk ke pasar, sehingga berpotensi menekan tekanan jual dari sisi suplai.
Dengan berkurangnya emisi token, tingkat kelangkaan VVV meningkat, yang pada akhirnya dapat memberikan dukungan terhadap harga.
Selain perubahan pada sisi suplai, peningkatan utilitas token juga menjadi faktor pendorong kenaikan harga. VVV kini telah terintegrasi dengan beberapa platform keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Beberapa integrasi tersebut mencakup Aerodrome untuk penyediaan likuiditas, Morpho sebagai jaminan (collateral), serta Plena untuk fitur swap tanpa biaya gas.
Di sisi lain, pertumbuhan pengguna juga menunjukkan tren positif. Venice AI dilaporkan telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna terdaftar, dengan jumlah pengguna API yang juga terus meningkat.
Data dari platform analisis LunarCrush menunjukkan interaksi sosial terhadap VVV melonjak signifikan. Tingkat engagement tercatat 255% di atas rata-rata harian, sementara dominasi percakapan di media sosial naik hingga 424% dibandingkan pekan sebelumnya.
Meski mencatat kenaikan tajam dalam waktu singkat, harga VVV saat ini masih sekitar 70% di bawah rekor tertingginya sepanjang masa.
Kombinasi antara pengurangan suplai token, integrasi DeFi, dan pertumbuhan ekosistem Venice AI menjadi faktor utama yang mendorong reli terbaru.
Namun, keberlanjutan tren kenaikan tersebut masih akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan dalam beberapa waktu ke depan.
Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Token VVV Melejit 20% Saat Pasar Kripto Merah, Apa yang Terjadi? appeared first on Tokocrypto News.
![[EDITORIAL] Musuh di seberang sana](https://www.rappler.com/tachyon/2026/03/animated-Chinese-spy-ops-March-9-2026.gif?resize=75%2C75&crop_strategy=attention)

