Cryptoharian – Salah satu analis mata uang kripto papan atas di media sosial X dengan nama akun ‘ColinTalksCrypto’, memperkirakan bahwa harga Bitcoin (BTC) masih berpotensi mengalami penurunan sebelum mencapai titik dasar siklus berikutnya.
Dalam analisanya, Colin menyebut bahwa target spesifik untuk bottom Bitcoin berada di sekitar US$ 49.000. Namun ia juga memberikan kisaran yang lebih luas, yakni antara US$ 32.000 hingga US$ 60.000.
Menurutnya, kisaran tersebut lebih realistis karena pasar kripto memiliki banyak variabel yang sulit diprediksi secara pasti.
“Perkiraan titik terendah Bitcoin dalam siklus ini kemungkinan terjadi pada paruh kedua tahun 2026,” ungkap Colin.
Ia menjelaskan bahwa masih banyak waktu bagi pasar untuk berkembang sebelum mencapai fase akhir dari bear market.
Karena itu, kisaran harga yang diberikan saat ini masih cukup luas. Seiring waktu, analis mengatakan bahwa proyeksi tersebut dapat dipersempit ketika lebih banyak data teknikal, sentimen pasar dan perkembangan makro tersedia.
Dalam grafik yang dibagikan, Colin menyoroti sebuah zona besar antara US$ 32.000 hingga US$ 60.000 sebagai area potensial bagi Bitcoin untuk menemukan titik dasar.
Baca Juga: Analis Prediksi Bitcoin Bisa Turun ke Area Ini Setelah Fase Sideways
Zona ini dianggap realistis karena pasar kripto sering mengalami volatilitas tinggi dan berbagai faktor dapat memengaruhi pergerakan harga.
‘Tidak ada analis yang dapat memprediksi harga secara pasti,” ujarnya.
Karena itu, pendekatan menggunakan rentang harga dianggap lebih masuk akal dibandingkan satu target tunggal.
Selain skenario utama, Colin juga menyebut kemungkinan lain yang lebih bullish. Dalam skenario ini, Bitcoin bisa membentuk double bottom di sekitar US$ 60.000 dan kemudian bergerak sideways dalam waktu lama sebelum akhirnya kembali naik.
“Namun, peluang skenario tersebut relatif kecil, dengan kemungkinan sekitar 20 persen,” kata Colin.
Meski memprediksi potensi penurunan dalam jangka menengah, Colin menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki pandangan bullish terhadap Bitcoin dalam jangka panjang.
Menurutnya, volatilitas jangka pendek adalah hal yang normal dalam pasar kripto.
Karena itu, investor perlu melihat pergerakan harga dengan perspektif yang lebih luas.
“Ketika ragu, perbesar perspektif grafik,” pungkas Colin.


