Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membentak koresponden CBS Nancy Cordes dan menegaskan Presiden Donald Trump tidak "mengada-ada" dalam hal perang dengan Iran.
"Presiden mengatakan kemarin untuk pertama kalinya bahwa dia harus menyerang Iran karena dia percaya Iran akan menyerang target AS dalam tujuh hari," jelas Cordes dalam briefing pada hari Selasa. "Dia kemudian menurunkannya menjadi tiga hari. Dari mana dia mendapatkan informasi itu?"
"Itu bukan pertama kalinya presiden mengatakan bahwa dia memilih untuk meluncurkan Operation Epic Fury karena dia merasa seolah-olah Iran akan menyerang Amerika Serikat dan aset kami," desak Leavitt. "Dan dia telah mengatakan, tidak akan tinggal diam dan membiarkan rezim Iran mengancam atau menyerang Amerika Serikat lagi."
"Jadi apakah dia mengada-ada ini untuk membenarkan keputusannya berperang sekarang?" tanya Cordes.
"Presiden tidak mengada-ada, Nancy," balas Leavitt. "Dia melihat ini setiap hari berdasarkan intelijen, berdasarkan fakta, dan berdasarkan intelijen yang dia sendiri dan para negosiatornya telah konsumsi berdasarkan, sekali lagi, negosiasi mereka dengan rezim Iran yang nakal selama setahun terakhir."
"Dan Iran memilih jalan menuju kematian dan kehancuran ini," tambahnya. "Iran ingin menyerang Amerika Serikat, dan presiden tidak akan tinggal diam dan membiarkan itu terjadi. Dia tidak akan pernah tinggal diam dan membiarkan itu terjadi. Semua orang di ruangan ini harus bersyukur untuk itu."


