Saat pertama kamu terjun ke dunia crypto, pasti kamu sering kali mendengar kata Futures atau mungkin yang paling ikonik Margin Call, di grup-grup komunitas crypto. Tapi apa artinya sih?
Tenang… tidak usah bingung, artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu crypto futures, bagaimana cara kerjanya, serta perbedaan utamanya dengan spot trading. Simak lebih lengkap yuk!
Crypto futures trading atau perdagangan kontrak berjangka merupakan kontrak derivatif yang mengikat dua pihak untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu dengan harga yang sudah disepakati, pada tanggal yang telah ditentukan di masa depan.
Jika kita berbicara tentang crypto futures, jenis futures yang paling populer di dunia crypto adalah kontrak Perpetual Futures, dimana kontrak ini tidak memiliki tanggal kadaluarsa di masa depan, sehingga kamu bisa menahan posisi selama yang kamu inginkan, selama margin mencukupi dan tidak terkena likuidasi.
Berbeda dengan trading spot yang mengharuskan kamu membeli aset secara langsung, melalui futures, kamu tidak langsung menyimpan aset crypto saat melakukan trading, melainkan kamu hanya memegang kontrak yang nilainya bergerak mengikuti harga aset tersebut.
Contoh sederhananya seperti ini:
Misalkan harga Bitcoin saat ini adalah Rp950.000.000 dan melalui analisa yang kamu lakukan dari pergerakan chart dan kondisi pasar, kamu yakin bahwa harga akan naik.
Sehingga kamu membeli kontrak futures Bitcoin dengan harga Rp 950.000.000 menggunakan leverage 2x, maka ketika beberapa waktu kemudian harga Bitcoin naik ke Rp 1.200.000.000, kamu mendapat keuntungan Rp 500.000.000 dari pembelian tersebut.
Berikut beberapa istilah yang harus kamu pahami agar mengerti cara kerja crypto futures:
Margin merupakan dana jaminan atau modal awal yang wajib disetorkan trader ke bursa untuk membuka dan mempertahankan posisi kontrak berjangka (long/short).
Leverage menjadi salah satu alasan kenapa para trader memilih untuk menggunakan fitur Futures. Leverage sendiri adalah penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan daya beli modal saat trading. Nah, dengan leverage ini, kamu bisa mendapatkan posisi pembelian yang jauh lebih besar dari modal yang kamu miliki.
Contoh: Dengan modal margin awal Rp 10.000.000 dan leverage 10x, kamu bisa membuka posisi senilai Rp 100.000.000. Jika harga bergerak 5%, kamu mendapat profit 50% dari modal (Rp 5.000.000). Namun jika harga bergerak 5% berlawanan, kamu bisa kehilangan 50% modal.
Long (Beli): Membuka posisi Long berarti trader membeli kontrak futures dengan ekspektasi harga aset akan naik. Jika harga benar-benar naik, trader bisa menjual kontrak tersebut dengan keuntungan.
Short (Jual): Membuka posisi Short berarti trader menjual kontrak futures dengan harapan harga aset akan turun. Jika harga turun, kontrak bisa dibeli kembali dengan harga lebih rendah, sehingga menghasilkan profit dari selisih harga.
Mark price merupakan harga Pasar yang biasanya dihitung berdasarkan rata-rata harga pasar spot selama periode waktu tertentu yang menjadi acuan untuk menghitung unrealized profit/loss dan likuidasi posisi yang kamu miliki.
Margin call adalah peringatan dari exchange bahwa saldo jaminan (margin) kamu telah turun di bawah batas sehingga kamu diminta menambah dana atau menutup posisi dan jika tidak dipenuhi, posisi kamu akan dilikuidasi otomatis.
Likuidasi (Liquidation) berarti penutupan paksa posisi trading oleh exchange ketika margin trader tidak lagi cukup untuk menahan kerugian. Biasanya karena harga bergerak berlawanan dengan arah posisi, sehingga kerugian melebihi modal jaminan (collateral).
Contoh: Dengan leverage 10x pada posisi senilai $10.000, penurunan harga 10% saja bisa menghapus seluruh margin dan memicu likuidasi.
Collateral merupakan modal jaminan yang disetorkan oleh trader ke bursa atau broker sebagai jaminan atau agunan untuk membuka dan mempertahankan posisi dalam trading futures.
Perbedaan utama antara crypto futures dan spot trading terletak pada kepemilikan aset, tujuan, serta tingkat risiko.
Dalam spot trading, trader membeli atau menjual aset crypto dengan harga pasar saat ini (spot price) dan langsung memilikinya setelah transaksi selesai, sehingga lebih cocok untuk investasi jangka panjang dengan risiko relatif lebih rendah.
Sementara itu, futures trading melibatkan kontrak derivatif yang mewakili harga aset di masa depan, di mana trader bisa mengambil posisi long (harga naik) atau short (harga turun) tanpa benar-benar memiliki aset.
Futures memungkinkan penggunaan leverage sehingga potensi keuntungan lebih besar, tetapi risiko kerugian juga meningkat, termasuk kemungkinan terkena likuidasi.
Untuk lebih memberikan kamu gambaran yang lebih lengkap, yuk simak perbedaanya dengan Spot Trading melalui tabel di bawah ini:
| Aspek | Spot Trading | Futures Trading |
| Kepemilikan Aset | Memiliki aset nyata | Kontrak, bukan aset fisik |
| Leverage | Tidak ada (1:1) | Tersedia (hingga 100x+) |
| Profit saat Turun | Tidak bisa | Bisa (short selling) |
| Tanggal Kedaluwarsa | Tidak ada | Ada (kecuali perpetual) |
| Biaya Trading | Taker/maker fee | Funding rate + fee |
| Risiko | Sedang | Tinggi (terutama leverage) |
| Cocok untuk | Investor jangka panjang | Trader aktif |
Crypto futures menawarkan kesempatan bagi trader untuk memanfaatkan pergerakan harga crypto, baik saat pasar naik maupun turun dan mendapatkan peluang menarik.
Tapi, meski menawarkan peluang yang menarik, futures juga memiliki risiko yang lebih tinggi, terutama karena penggunaan leverage. Karena itu, penting bagi trader untuk benar-benar memahami cara kerjanya sebelum mulai mengguna.
Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sumber:
Investopedia: Spot Price: Definition, Spot Price vs. Futures Price, Examples
Investopedia: Futures Trading: What It Is, How It Works, Factors, and Pros & Cons
Bookmap: What Are Liqiuidations In Crypto: A Practical Guide to Trading
IDX: Futures Investor Book
The post Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading appeared first on Tokocrypto News.


