Perusahaan teknologi global Google LLC pada hari Selasa meluncurkan kursus pelatihan kecerdasan buatan (AI) di Filipina yang bertujuan membantu pekerja mengembangkan keterampilan AI praktis untuk tempat kerja.
Google AI Professional Certificate yang baru sudah tersedia di Coursera dan terdiri dari enam kursus komprehensif dan capstone akhir, yang disampaikan oleh para ahli Google dan praktisi AI.
Kursus-kursus ini mencakup dasar-dasar AI, memperkenalkan konsep kunci dan prompting yang efektif di kursus pertama, hingga penggunaan "vibe coding" untuk membangun aplikasi khusus dan fungsional tanpa coding di capstone.
Peserta juga akan diajarkan cara menggunakan AI untuk brainstorming dan perencanaan di Kursus 2, riset dan wawasan di Kursus 3, penulisan dan komunikasi di Kursus 4, pembuatan konten di Kursus 5, dan analisis data di Kursus 6.
Google mengatakan seluruh program dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 jam dan sesuai kecepatan peserta sendiri. Setelah menyelesaikan setiap modul, sertifikat digital yang dapat dibagikan akan dihasilkan, yang dapat ditampilkan di LinkedIn.
Program ini juga menampilkan lebih dari 20 aktivitas praktis, serta akses gratis selama tiga bulan ke Google AI Pro, memungkinkan peserta berlatih dengan model paling canggih Google dalam alat yang sudah mereka gunakan, seperti Gmail, Google Docs, dan Gemini di Google Sheets.
Raksasa teknologi tersebut mengatakan program ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara permintaan yang terus meningkat untuk talenta yang melek AI, yang sudah mencapai "titik kritis," dan akses pelatihan yang terbatas di kalangan pekerja.
Hanya 14% pekerja yang telah ditawari pelatihan AI, meskipun 70% manajer setuju bahwa tenaga kerja yang terlatih AI sangat penting untuk kesuksesan perusahaan, menurut riset terbaru oleh Google dan Ipsos, sebuah perusahaan riset pasar global.
PEMBARUAN GEMINI BARU: PERSONAL INTELLIGENCE
Google juga sebelumnya meluncurkan fitur Personal Intelligence baru di aplikasi Gemini-nya, yang memungkinkan AI mengakses dan mengatur informasi dengan aman di Gmail, Photos, dan Maps.
Fitur ini akan segera diluncurkan di Filipina dan di seluruh pasar Asia-Pasifik, kata Google.
Fitur ini mengubah Search menjadi asisten yang lebih personal, memungkinkan pengguna mengambil informasi, merencanakan itinerary, atau menarik detail dari email dan foto mereka tanpa berpindah antar aplikasi.
Google mengatakan fitur ini bersifat opsional, dan pengguna mempertahankan kontrol penuh atas aplikasi mana yang terhubung ke AI.
Di sisi bisnis, pembaruan Gemini 3 memungkinkan pengiklan menargetkan pengguna dengan lebih akurat dengan memahami konteks pencarian, yang menurut Google dapat mengurangi iklan yang tidak relevan hingga 40%.
Pembaruan ini juga memperkenalkan Universal Commerce Protocol (UCP) dan Agentic Checkout, memungkinkan AI bertindak sebagai personal shopper dan secara otomatis menyelesaikan pembelian ketika anggaran dan kriteria harga pengguna terpenuhi.
Iklan di AI Overviews saat ini tersedia dalam bahasa Inggris di perangkat mobile dan desktop di wilayah APAC utama, kata Google. — Edg Adrian A. Eva


