Saat upaya regulasi komprehensif yang menargetkan pasar cryptocurrency di AS semakin menguat, Senator Cynthia Lummis membuat pernyataan penting. Lummis, arsitek rancangan undang-undang "Bitcoin Strategic Reserve Act", menyatakan bahwa legislasi kritis ini, yang dikenal publik sebagai CLARITY Act, akan diselesaikan pada akhir tahun.
Berbicara di DC Blockchain Summit di Washington D.C., Lummis menyatakan bahwa Komite Perbankan Senat akan mempertimbangkan RUU tersebut pada paruh kedua April, setelah libur Paskah. Komite diharapkan membuat perubahan pada RUU sebelum mengajukannya untuk pemungutan suara. Lummis mengklarifikasi timeline, mengatakan, "Pada April, setelah libur Paskah, kami akan melakukan markup RUU tersebut."
Regulasi ini sangat penting untuk menetapkan kerangka hukum bagi pasar cryptocurrency di AS. RUU ini bertujuan untuk mengklarifikasi batas-batas kewenangan antara CFTC dan SEC, mendefinisikan kondisi di mana aset digital dianggap sebagai sekuritas atau komoditas, dan memperkenalkan kewajiban transparansi baru.
Berita Terkait: Pendiri Binance CZ Tiba di AS: Membuat Pernyataan Berani
Tahun lalu, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan RUU serupa, CLARITY Act, dengan dukungan bipartisan. Namun, prosesnya lebih sulit di Senat. Pada Januari, Komite Pertanian Senat mengesahkan versinya hanya dengan suara Partai Republik, sementara Partai Demokrat tidak mendukung RUU tersebut.
Di sisi lain, sidang penting yang telah direncanakan Komite Perbankan Senat untuk diadakan pada Januari dibatalkan pada menit-menit terakhir setelah bursa cryptocurrency Coinbase menarik dukungannya.
*Ini bukan nasihat investasi.
Lanjutkan Membaca: Senator Lummis Mengumumkan Kabar Baik Terkait Clarity Act, RUU Cryptocurrency yang Sangat Kritis


