Selat Hormuz juga merupakan salah satu jalur transit minyak terpenting di dunia, dan gangguannya telah menarik perhatian internasional. Sikap AS telah didukung oleh beberapa negara seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, yang telah memberikan tekanan kepada Iran untuk mengizinkan aktivitas pelayaran normal. Selain itu, negara-negara Teluk juga telah menyoroti perlunya menjaga jalur energi secara stabil untuk menghindari dampak ekonomi yang lebih luas jika AS menyerang. Iran telah menjawab bahwa setiap serangan oleh AS akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur di kawasan yang menguntungkan AS. Pabrik energi, sistem teknologi, dan pabrik desalinasi dapat menjadi target jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut para pejabat. Ini juga sebagai respons terhadap dugaan serangan rudal yang terkait dengan Iran pada kilang minyak Haifa di Israel yang memicu lebih banyak ketegangan di kawasan tersebut.
Pasar minyak merespons dengan cepat terhadap peristiwa tersebut, dengan harga minyak naik menjadi sekitar 98 dolar per barel, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pasokan. Para pedagang mempertimbangkan kemungkinan kerusuhan berkepanjangan di kawasan Teluk, yang akan membatasi pasokan global. Selain itu, analis mengamati bahwa cadangan strategis mungkin gagal melawan guncangan pasokan yang berlangsung lama jika konflik menyebar ke pasar internasional. Pasar cryptocurrency mengungkapkan kerentanan baru saat risiko geopolitik meningkat di tengah pasar global. Aset digital utama mengalami kerugian dengan investor beralih ke aset yang kurang berisiko karena ketidakpastian. Sentimen risk-off yang lebih besar dengan demikian terus menekan harga crypto meskipun mereka telah mencoba pulih dalam waktu dekat.
Situasi di pasar keuangan sensitif terhadap pembaruan tambahan apa pun, dengan setiap kelompok mengambil posisi yang kuat. Pada indikator lain, investor mengawasi dengan ketat setiap perkembangan diplomatik yang akan mengurangi ketegangan atau menghindari eskalasi. Namun demikian, dengan ketidakpastian tambahan seputar Selat Hormuz, volatilitas dapat diperkirakan akan terus berlanjut dalam waktu dekat di pasar minyak dan aset digital.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Trump Memberikan Ultimatum Hormuz dalam 48 Jam Saat Harga Minyak Melonjak di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita crypto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.


