Cryptoharian – Pergerakan Bitcoin (BTC) yang terus melemah sejak Oktober 2025 mulai mendekati fase penting. Hal ini disampaikan oleh salah satu analis di media sosial X, dengan nama sebutan ‘Mags’, yang menyatakan bahwa harga saat ini harga sudah berada di area yang secara historis sering menjadi titik dasar siklus.
Sejauh ini, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 50 persen dari All Time High (ATH), sebuah penurunan yang tidak asing dalam siklus pasar kripto sebelumnya. Namun salah satu hal yang menarik, posisi harga saat ini mulai mendekati indikator teknikal yang selama ini dikenal sebagai zona bottom atau dasar.
Mags menjabarkan, dalam beberapa siklus terakhir, Bitcoin memiliki pola yang cukup konsisten.
Pada tahun 2018, harga menemukan titik terendah di sekitar 200-week moving average (200 WMA). Kemudian pada crash COVID-19 di 2020, BTC turun lebih dalam dan menyentuh 300 WMA.
“Hal serupa juga terjadi saat krisis FTX di 2022, di mana harga kembali mendekati area tersebut sebelum berbalik naik,” ungkap Mags.
Saat ini, Bitcoin kembali berada di dekat 200 WMA, meskipun belum benar-benar mengujinya secara langsung.
Baca Juga: Bitcoin di Titik Kritis, Trader Nilai Risiko Turun Masih Besar
Menurut Mags, ada dua level penting yang menjadi fokus pasar saat ini. Pertama adalah area sekitar US$ 59.268 mewakili 200 WMA dan menjadi zona support utama pertama. Jika tekanan berlanjut, area berikutnya berada di sekitar US$ 51.805, yang merupakan 300 WMA.
Kedua level ini secara historis sering menjadi area di mana tekanan jual mulai mereda dan fase akumulasi dimulai.
Dengan posisi harga yang semakin dekat ke area tersebut, Mags melihat bahwa Bitcoin sedang memasuki zona akumulasi jangka panjang dengan probabilitas tinggi.
Artinya, meskipun volatilitas masih bisa terjadi dalam jangka pendek, area ini sering kali menjadi titik di mana investor jangka panjang mulai masuk secara bertahap.
“Harga memasuki zona akumulasi jangka panjang dengan probabilitas tinggi,” pungkas Mags.
Kendati sinyal historis terlihat kuat, penting untuk dicatat bahwa harga belum benar-benar menyentuh level kunci tersebut. Selama itu belum terjadi, resiko penurunan masih tetap ada. Namun, jika pola sebelumnya kembali terulang, maka fase saat ini bisa menjadi bagian dari proses pembentukan dasar sebelum siklus baru dimulai.


