Pasar global menunjukkan pergeseran menarik di tengah konflik Timur Tengah, di mana Bitcoin dan emas bergerak berlawanan arah.
Dilaporkan Coingape, data terbaru menunjukkan Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 7% hingga 10% sejak akhir Februari, sementara harga emas justru turun tajam hingga 19% dari sekitar $5.500 ke $4.493. Perbedaan ini memicu kembali perdebatan mengenai peran kedua aset sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.
Perbedaan kinerja ini tidak lepas dari perubahan arus likuiditas. ETF berbasis emas mengalami arus keluar sebesar $7,9 miliar atau sekitar 54,8 ton, sementara Bitcoin justru mencatat inflow lebih dari $1,1 miliar hanya dalam dua minggu awal konflik. Bahkan pada 2 Maret saja, inflow mencapai $458 juta.
Selain itu, kenaikan yield obligasi AS 10 tahun ke level 4,415% meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil. Kondisi ini mendorong institusi mengurangi eksposur terhadap emas dan beralih ke aset lain seperti Bitcoin.
Baca juga: XAU₮ Masuk BNB Chain: Akses Emas Tokenisasi Kian Luas
Keunggulan Bitcoin juga didukung oleh struktur pasar yang lebih fleksibel. Berbeda dengan pasar tradisional, Bitcoin dapat diperdagangkan 24 jam tanpa henti, memberikan likuiditas yang konsisten bahkan saat pasar lain tutup. Hal ini menjadi faktor penting selama periode volatilitas tinggi akibat konflik.
Kenaikan harga minyak Brent hingga 40% ke $108 per barel turut mempertekan pasar global dan memperkuat pergeseran alokasi aset oleh investor.
Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai indikasi perubahan narasi dalam pasar global. “Bitcoin mulai diposisikan bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif likuid ketika sistem keuangan tradisional mengalami tekanan,” jelas tim riset.
Namun, mereka juga menekankan bahwa pergerakan ini bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menggantikan emas. “Kenaikan Bitcoin lebih didorong oleh faktor likuiditas dan akses, sementara emas masih memiliki peran sebagai lindung nilai jangka panjang. Ini adalah pergeseran taktis, bukan perubahan permanen,” tambahnya.
Lebih lanjut, tim riset menyoroti bahwa dominasi ETF dalam menggerakkan harga menunjukkan semakin besarnya pengaruh institusi. “Arus dana institusional kini menjadi penggerak utama. Ketika likuiditas berpindah, harga akan mengikuti dengan cepat,” ujar mereka.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Di luar pasar finansial, konflik juga berdampak pada rantai pasok global. Serangan terhadap fasilitas helium di Qatar yang menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan dunia memicu lonjakan harga dan berpotensi mengganggu industri semikonduktor. Korea Selatan, misalnya, sangat bergantung pada pasokan helium dari Qatar untuk produksi teknologi.
Selain itu, perubahan juga terlihat dalam sistem pembayaran global. Sebuah kapal yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan menggunakan yuan China sebagai alat pembayaran, menandakan adanya potensi pergeseran dalam mekanisme settlement perdagangan internasional.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa konsep safe haven sedang mengalami evolusi. Bitcoin, dengan karakteristik likuiditas tinggi dan akses global, mulai menarik perhatian sebagai alternatif di tengah krisis. Namun, volatilitas yang masih tinggi membuat posisinya berbeda dibanding emas yang telah teruji selama puluhan tahun.
Dalam jangka pendek, dinamika Bitcoin vs emas kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh arus likuiditas global, kebijakan moneter, serta perkembangan geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Emas Rontok, Bitcoin Naik: Tahta Safe Haven Bergeser? appeared first on Tokocrypto News.


