Presiden Donald Trump menyampaikan pidato perdana di jam tayang utama terkait perang Iran pada Rabu malam. Ia menyampaikan kepada seluruh negeri bahwa “tujuan strategis utama hampir tercapai.” Ia lalu berjanji akan meningkatkan eskalasi.
Harga minyak sempat turun saat Trump mulai berbicara. Tapi, nilainya naik 5% begitu ia selesai berbicara — dan itulah inti ceritanya.
“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan,” ujar Trump. “Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada.”
Pidato tersebut berlangsung selama 19 menit. Tidak ada informasi baru, tidak ada garis waktu untuk mengakhiri perang, dan tidak ada rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pasar telah dua hari reli karena berharap Trump akan mengumumkan jalan keluar. Tetapi, ia justru berjanji untuk meluncurkan lebih banyak serangan bom.
Harga minyak Brent melonjak 5% hingga menembus US$106 per barel. West Texas Intermediate naik 4,1% menjadi US$104. Futures S&P 500 turun 1,1%. Futures Eropa jatuh 1,5%. Harga emas turun 1,4% ke US$4.691 per ons. Harga perak anjlok 3%. Yield Treasury 10 tahun naik menjadi 4,36%.
Harga Bitcoin turun dari level tertinggi harian di US$69.135 menjadi US$66.818, sebuah penurunan sebesar 3,3%. Ethereum merosot 2,8% ke US$2.084. Semua reli dua hari di pasar kripto langsung hilang hanya dalam satu malam.
Kawasan Asia terkena imbas paling besar. KOSPI Korea Selatan anjlok 3,5%, jadi yang terburuk di kawasan. Nikkei Jepang kehilangan 1,8%. Hang Seng di Hong Kong turun sekitar 1%.
Trump mengatakan Selat Hormuz akan “terbuka secara alami” setelah perang usai. Ia juga mendesak negara-negara pengimpor minyak untuk “mengumpulkan keberanian yang selama ini tertunda” dan mengamankan jalur pelayaran tersebut sendiri. Ia tidak menjelaskan bagaimana dan kapan hal itu akan terjadi.
Beberapa jam sebelumnya, saat makan siang Paskah di Gedung Putih, Trump bicara lebih blak-blakan. Ia menyebut bahwa AS bisa saja “langsung mengambil minyak mereka,” walaupun menambahkan bahwa masyarakat Amerika kurang “punya kesabaran” untuk itu. Ia pun secara langsung memanggil Korea Selatan, Jepang, dan Cina, meminta masing-masing turun tangan soal Hormuz.
Pesan tersebut terasa keras di Seoul. Penurunan KOSPI 3,5% mencerminkan kerentanan impor energi dan juga keterkejutan karena disebut secara spesifik oleh Presiden AS.
Trump juga tak lagi mengancam dengan deadline 6 April untuk membombardir jaringan listrik Iran. Ia juga tidak menyinggung NATO, pengerahan pasukan darat, ataupun negosiasi yang sedang berjalan. Tidak adanya detail menjadi sinyal tersendiri. Investor berharap mendapatkan kejelasan, tapi yang mereka dapat justru ketidakpastian.
Iran sama sekali tidak menunjukkan minat untuk mundur. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan tidak ada negosiasi langsung dengan Washington dan menyatakan kepercayaan Teheran pada AS adalah nol. Presiden Masoud Pezeshkian pun membagikan surat terbuka berbahasa Inggris, mempertanyakan kepada rakyat Amerika sebenarnya kepentingan siapa perang ini layani.
Sementara itu, Parlemen Iran terus membahas aturan supaya sistem pungutan Hormuz mereka jadi permanen. IRGC sejak awal sudah mengenakan biaya hingga US$2 juta per kapal, dibayarkan dengan stablecoin atau yuan Cina. Jika aturan ini jadi hukum, kebijakan tersebut akan berjalan lebih lama daripada masa gencatan senjata manapun.
Inilah celah yang kini coba dihitung oleh pasar. Trump bilang selat akan terbuka sendiri pada waktunya. Namun Iran justru membangun pos retribusi yang didesain bertahan selamanya. Para trader minyak, trader obligasi, dan trader aset kripto pun sampai pada kesimpulan yang sama pada Rabu malam: perang ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat.


