CEO OpenAI Sam Altman secara terbuka menanggapi kritikan Elon Musk terhadap ChatGPT, chatbot AI yang dikembangkan oleh OpenAI. Musk telah mengaitkan chatbot tersebut dengan beberapa kematian, termasuk bunuh diri, sehingga Altman langsung menanggapi isu ini. Kedua raksasa teknologi itu saling menyindir di media sosial, dengan Altman menuduh Musk hipokrit atas kritiknya terhadap teknologi AI.
Altman membalas pernyataan Musk tentang ChatGPT, di mana CEO Tesla itu memperingatkan agar jangan membiarkan orang-orang tercinta menggunakan AI tersebut. Musk mengklaim bahwa chatbot itu terkait dengan beberapa kematian, termasuk bunuh diri.
Pertikaian semakin panas ketika Altman menunjukkan bahwa Musk gagal menangani kecelakaan fatal yang terkait dengan Autopilot Tesla. “Lebih dari 50 orang telah meninggal dalam kecelakaan yang terkait dengan Autopilot Tesla,” kata Altman. Ia mempertanyakan keputusan Musk sendiri terkait keselamatan AI, terutama mengenai teknologi Tesla, yang menurutnya sama sekali belum bisa dianggap sebagai produk yang aman untuk diluncurkan.
Ketegangan antara Altman dan Musk muncul saat kedua perusahaan sedang menghadapi sorotan lebih besar terkait keselamatan teknologi AI mereka. OpenAI telah menghadapi tuntutan hukum terkait potensi dampak chatbotnya terhadap kesehatan mental pengguna. Beberapa tuntutan hukum ini mengklaim bahwa ChatGPT berkontribusi pada bunuh diri dan masalah kesehatan mental. Altman menyatakan bahwa OpenAI terus berupaya meningkatkan langkah-langkah keselamatannya, meskipun insiden tragis tersebut tetap terjadi.
Sementara itu, Tesla juga tengah menghadapi tantangan hukum terkait fitur Autopilotnya. Laporan menunjukkan bahwa beberapa kecelakaan fatal dikaitkan dengan sistem tersebut, menimbulkan pertanyaan tentang cara perusahaan mengelola fitur keselamatan. Penolakan Musk untuk berkomentar terkait laporan-laporan ini hanya menambah kontroversi yang semakin meluas mengenai teknologi AI buatan perusahaannya.
Perseteruan antara Sam Altman dan Elon Musk berawal dari masa-masa awal OpenAI. Musk merupakan salah satu pendiri organisasi AI tersebut, tetapi mundur dari dewan direksi pada 2018. Sejak saat itu, Musk kerap mengkritik OpenAI, menuduh organisasi tersebut meninggalkan akar nirlaba-nya. Ia meyakini OpenAI telah beralih menjadi entitas yang berorientasi profit dan bermitra dengan Microsoft, yang menciptakan ketegangan antara kedua perusahaan.
Sengketa publik terbaru ini menambah babak baru dalam hubungan tegang mereka. Musk sebelumnya telah mengajukan tuntutan hukum terhadap OpenAI, menuntut ganti rugi miliaran dolar atas dugaan persaingan tidak adil dan pencurian rahasia dagang. Namun, kedua perusahaan tetap melanjutkan pengembangan teknologi AI masing-masing meskipun masih ada sengketa hukum dan publik yang berlangsung.
Pos Tesla Autopilot dan ChatGPT: Altman vs. Musk dalam Pertikaian Online yang Memanas muncul pertama kali di CoinCentral.
/

