Post: Mengapa Emas dan Perak Jatuh Secara Mendadak, serta Bagaimana Bitcoin Merespons Terbitan Pertama: Coinpedia Fintech News Emas dan perak semakin terpuruk dalam penurunan yang dramatis. --- **Mengapa Emas dan Perak Jatuh Secara Mendadak?** Pasaran emas dan perak mengalami tekanan berat pada minggu ini, dengan harga kedua logam tersebut merosot tajam. Penyebab utama penurunan ini adalah kebimbangan pasaran terhadap inflasi global yang semakin meningkat, serta keputusan bank-bank pusat untuk menaikkan kadar faedah bagi mengekang lonjakan harga. Para pelabur kini lebih cenderung memilih aset-aset yang dianggap lebih stabil, seperti dolar AS atau bon kerajaan, ketika risiko ekonomi semakin meningkat. Selain itu, faktor geopolitik turut mempengaruhi pasaran. Ketegangan antara beberapa negara besar, termasuk konflik perdagangan dan ketidakpastian politik, telah menyebabkan para pelabur beralih kepada aset-aset yang lebih likuid dan mudah dijual. Ini menjelaskan mengapa emas dan perak, yang selama ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, gagal menarik minat pelabur dalam situasi ini. --- **Bagaimana Bitcoin Menanggapi Keadaan Ini?** Sementara emas dan perak jatuh, Bitcoin sebaliknya menunjukkan daya tahan yang mengejutkan. Meskipun pasaran crypto secara keseluruhan masih menghadapi tekanan, Bitcoin mampu bertahan dengan baik, bahkan mencatat kenaikan harga pada sesi tertentu. Hal ini menunjukkan bahawa Bitcoin bukan sekadar aset digital biasa, tetapi juga sebuah instrumen pelaburan yang dapat memberikan perlindungan terhadap ketidakstabilan pasaran tradisional. Para pakar pasaran percaya bahawa Bitcoin mungkin menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang ingin melindungi kekayaan mereka daripada inflasi dan ketidakstabilan ekonomi. Dengan penggunaan teknologi blockchain yang semakin meluas, Bitcoin bukan sahaja menjadi alat pembayaran digital, tetapi juga aset yang boleh dijadikan simpanan jangka panjang. --- **Kesimpulan** Penurunan mendadak emas dan perak menunjukkan betapa rentannya pasaran logam berharga terhadap perubahan ekonomi global. Namun, Bitcoin menawarkan harapan baru sebagai aset yang mampu bertahan dalam situasi pasaran yang tidak menentu. Pelabur yang bijak akan terus memantau perkembangan pasaran dan membuat keputusan berdasarkan analisis yang teliti. --- **Disclaimer:** Kandungan ini disediakan untuk tujuan maklumat sahaja. Sebarang keputusan pelaburan harus dibuat setelah melakukan penyelidikan lanjut dan mendapatkan nasihat profesional. Coinpedia Fintech News tidak bertanggungjawab atas sebarang kerugian atau kehilangan yang timbul daripada penggunaan maklumat ini.Post: Mengapa Emas dan Perak Jatuh Secara Mendadak, serta Bagaimana Bitcoin Merespons Terbitan Pertama: Coinpedia Fintech News Emas dan perak semakin terpuruk dalam penurunan yang dramatis. --- **Mengapa Emas dan Perak Jatuh Secara Mendadak?** Pasaran emas dan perak mengalami tekanan berat pada minggu ini, dengan harga kedua logam tersebut merosot tajam. Penyebab utama penurunan ini adalah kebimbangan pasaran terhadap inflasi global yang semakin meningkat, serta keputusan bank-bank pusat untuk menaikkan kadar faedah bagi mengekang lonjakan harga. Para pelabur kini lebih cenderung memilih aset-aset yang dianggap lebih stabil, seperti dolar AS atau bon kerajaan, ketika risiko ekonomi semakin meningkat. Selain itu, faktor geopolitik turut mempengaruhi pasaran. Ketegangan antara beberapa negara besar, termasuk konflik perdagangan dan ketidakpastian politik, telah menyebabkan para pelabur beralih kepada aset-aset yang lebih likuid dan mudah dijual. Ini menjelaskan mengapa emas dan perak, yang selama ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, gagal menarik minat pelabur dalam situasi ini. --- **Bagaimana Bitcoin Menanggapi Keadaan Ini?** Sementara emas dan perak jatuh, Bitcoin sebaliknya menunjukkan daya tahan yang mengejutkan. Meskipun pasaran crypto secara keseluruhan masih menghadapi tekanan, Bitcoin mampu bertahan dengan baik, bahkan mencatat kenaikan harga pada sesi tertentu. Hal ini menunjukkan bahawa Bitcoin bukan sekadar aset digital biasa, tetapi juga sebuah instrumen pelaburan yang dapat memberikan perlindungan terhadap ketidakstabilan pasaran tradisional. Para pakar pasaran percaya bahawa Bitcoin mungkin menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang ingin melindungi kekayaan mereka daripada inflasi dan ketidakstabilan ekonomi. Dengan penggunaan teknologi blockchain yang semakin meluas, Bitcoin bukan sahaja menjadi alat pembayaran digital, tetapi juga aset yang boleh dijadikan simpanan jangka panjang. --- **Kesimpulan** Penurunan mendadak emas dan perak menunjukkan betapa rentannya pasaran logam berharga terhadap perubahan ekonomi global. Namun, Bitcoin menawarkan harapan baru sebagai aset yang mampu bertahan dalam situasi pasaran yang tidak menentu. Pelabur yang bijak akan terus memantau perkembangan pasaran dan membuat keputusan berdasarkan analisis yang teliti. --- **Disclaimer:** Kandungan ini disediakan untuk tujuan maklumat sahaja. Sebarang keputusan pelaburan harus dibuat setelah melakukan penyelidikan lanjut dan mendapatkan nasihat profesional. Coinpedia Fintech News tidak bertanggungjawab atas sebarang kerugian atau kehilangan yang timbul daripada penggunaan maklumat ini.

Mengapa Emas dan Perak Jatuh Secara Mendadak, serta Bagaimana Bitcoin Merespons? Emas dan perak, dua aset yang selama ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi, mengalami penurunan harga yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan ini mengejutkan para pelaku pasar, terutama mereka yang sebelumnya memandang emas dan perak sebagai instrumen investasi yang stabil dan aman. Namun, apa yang sebenarnya terjadi? Dan bagaimana reaksi Bitcoin terhadap pergerakan ini?

Penyebab Penurunan Harga Emas dan Perak

  1. Kenaikan Suku Bunga oleh Bank Pusat: Salah satu faktor utama yang memicu penurunan harga emas adalah kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral di seluruh dunia. Kenaikan suku bunga membuat aset berisiko seperti emas menjadi kurang menarik bagi para investor, karena biaya kesempatan untuk memegang emas—yang tidak memberikan imbal hasil tetap—meningkat.
  2. Penguatan Dolar AS: Ketika dolar AS menguat, harga emas yang ditawarkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Hal ini menyebabkan permintaan emas melambat, terutama dari negara-negara berkembang yang biasanya menggunakan emas sebagai cadangan devisa.
  3. Tren Pasar Global: Selain itu, tren pasar global yang cenderung bullish pada aset-aset berisiko seperti saham dan obligasi juga turut mempengaruhi permintaan terhadap emas. Para investor mulai beralih ke aset-aset yang dianggap lebih menguntungkan dalam jangka pendek.

Bagaimana Bitcoin Menanggapi Penurunan Ini?

Bitcoin, sebagai salah satu aset digital paling populer, tampaknya tidak sepenuhnya terpengaruh oleh penurunan harga emas dan perak. Sebaliknya, Bitcoin justru menunjukkan performa yang relatif stabil bahkan saat pasar sedang volatil. Berikut beberapa alasan mengapa Bitcoin mampu bertahan:
  1. Adopsi yang Meningkat: Semakin banyak institusi keuangan dan perusahaan besar yang mulai mengadopsi Bitcoin sebagai instrumen investasi atau alat pembayaran. Ini menciptakan permintaan yang stabil bagi Bitcoin, terlepas dari fluktuasi harga emas dan perak.
  2. Sifat Digital dan Desentralisasi: Bitcoin memiliki karakteristik unik sebagai aset digital yang terdesentralisasi dan tidak bergantung pada sistem keuangan tradisional. Ini membuatnya lebih tahan terhadap tekanan ekonomi yang berasal dari kebijakan moneter konvensional.
  3. Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang: Meskipun harga Bitcoin fluktuatif, para analis percaya bahwa aset ini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Beberapa investor bahkan menganggap Bitcoin sebagai "emas digital" yang dapat menjadi lindung nilai terhadap inflasi di masa depan.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Meski emas dan perak mengalami penurunan harga, para pakar masih optimis tentang prospek jangka panjang kedua aset tersebut. Namun, bagi para investor yang ingin diversifikasi portofolio, Bitcoin tetap menjadi pilihan menarik. Dengan adanya teknologi blockchain dan inovasi yang terus berkembang, Bitcoin diyakini akan semakin mendapatkan tempat di hati para investor global. Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, penting bagi para investor untuk tetap waspada dan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Apakah Anda akan tetap berpegang pada emas dan perak, atau mempertimbangkan Bitcoin sebagai alternatif? Terserah Anda!
Key Points:
  • Emas dan perak mengalami penurunan harga akibat kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS.
  • Bitcoin menunjukkan ketahanan yang baik meski pasar sedang volatil, didukung oleh adopsi institusional dan sifat desentralisasi.
  • Bitcoin tetap menjadi pilihan menarik bagi para investor yang mencari lindung nilai dan pertumbuhan jangka panjang.
Kemerosotan Pasaran Emas dan Perak

Artikel bertajuk “Mengapa Emas dan Perak Jatuh Secara Mendadak dan Bagaimana Bitcoin Bertindak Balas” mula-mula diterbitkan di Coinpedia Fintech News.

Emas dan perak semakin merosot dengan mendadak pada hari Isnin, melanjutkan kejatuhan bersejarah yang berlaku pada hari Jumaat lalu yang menghapuskan trilion nilai pasaran. Kebimbangan terhadap aset selamat yang sebelum ini kuat tiba-tiba berubah menjadi penyesuaian yang agresif, dipacu oleh kenaikan nilai dolar AS, pengambilan untung secara agresif, serta tekanan margin yang semakin meningkat. Para penganalisis berkata, kelajuan dan skala pergerakan tersebut menunjukkan bahawa kedudukan spekulatif telah mencapai tahap yang tidak mampan.

Harga emas spot jatuh sekitar 5% kepada USD 4,616.79 setiap auns, selepas kerugian hampir 10% pada hari Jumaat apabila harga merosot di bawah USD 5,000. Perak pula mengalami nasib yang lebih buruk. Selepas jatuh hampir 30% dalam satu sesi minggu lalu—prestasi harian terburuknya sejak Mac 1980—logam tersebut terus merosot, sempat merosot lebih daripada 12% sebelum stabil pada paras hampir USD 78.30 setiap auns.

Trilion Nilai Pasaran Musnah Dalam Beberapa Hari

Penganalisis kripto, Bull Theory, menggambarkan pergerakan ini sebagai kemerosotan bersejarah, bukannya penyesuaian biasa. Menurut penganalisis itu, hampir USD 10 trilion nilai pasaran gabungan telah musnah daripada emas dan perak dalam tempoh hanya tiga hari. Hanya emas sahaja dianggarkan turun kira-kira 20% daripada paras tertingginya, menghapuskan kira-kira USD 7.4 trilion nilai pasaran—lebih kurang lima kali ganda daripada keseluruhan kapitalisasi pasaran Bitcoin.

Kemerosotan perak adalah lebih ekstrem lagi. Penganalisis menyatakan bahawa logam tersebut telah jatuh hampir 40% daripada paras tertingginya, menghapuskan kira-kira USD 2.7 trilion nilai pasaran—satu angka yang setara dengan keseluruhan pasaran kripto. Penganalisis itu memberi amaran bahawa aset yang dikatakan sebagai aset selamat kini diperdagangkan dengan tahap volatiliti yang lebih lazim dikaitkan dengan memecoin kripto, sekali gus menyoroti betapa padat dan berlebihan kedudukan dagangan ini.

Apa yang Memicu Jualan Besar-besaran?

Pendorong utama jualan besar-besaran ini ialah kekuatan semula dolar AS. Indeks dolar telah meningkat kira-kira 0.8% sejak hari Khamis, menjadikan emas dan perak yang denominasi dolar lebih mahal bagi pembeli luar negara. Pada masa yang sama, ekspektasi dasar monetari yang lebih ketat telah meningkatkan kos peluang untuk memegang aset tanpa faedah seperti emas.

  • Baca Juga :
  •   Bilakah Pasaran Kripto Akan Pulih Daripada Trend Penurunan Ini?
  •   ,

Pasar-pasar terkejut apabila Presiden Donald Trump mencalonkan bekas Gabenor Rizab Persekutuan, Kevin Warsh, untuk menggantikan Jerome Powell sebagai pengerusi Fed apabila tempoh jawatannya tamat pada bulan Mei. Warsh terkenal dengan pendiriannya yang menyokong dasar monetari yang lebih ketat, suatu perubahan yang telah mengukuhkan nilai dolar dan meredakan minat terhadap aset yang sensitif kepada kadar faedah.

Peningkatan Margin CME Menambah Tekanan

CME Group bertindak pantas menangani volatiliti minggu lalu dengan mengumumkan peningkatan keperluan margin yang berkuat kuasa selepas penutupan pasaran pada hari Isnin. Margin bagi kontrak hadapan emas COMEX dinaikkan daripada 6% kepada 8%, manakala margin bagi kontrak hadapan perak COMEX 5,000 auns melonjak daripada 11% kepada 15%.

Penganalisis kripto, Michaël van de Poppe, memberi tumpuan kepada penyesuaian berterusan perak, dengan menyatakan bahawa logam tersebut telah jatuh lebih daripada 40% dalam tempoh hanya dua hari. Beliau menggambarkan pergerakan ini sebagai “pertumpahan darah yang besar” dan menunjukkan bahawa Bitcoin sudah pun terjejas pada hujung minggu, walaupun harga mulai stabil apabila komoditi menanggung beban utama jualan.

Van de Poppe menekankan satu pola pasaran yang berulang: apabila komoditi jatuh secara mendadak, kripto sering mengikutinya. Namun, beliau juga mencatat bahawa apabila komoditi mencapai paras terendah, aset digital pada masa lalu sering mencatat prestasi yang lebih baik.

Jangan Terlepas Sebarang Berita dalam Dunia Kripto!

Tetaplah terdepan dengan berita terkini, analisis pakar, dan maklumat masa nyata tentang trend terbaru dalam Bitcoin, altcoin, DeFi, NFT, dan banyak lagi.

ikon loceng Langgan Berita

Soalan Lazim

Berapa banyak nilai pasaran yang hilang dalam kemerosotan emas dan perak?

Hampir USD 10 trilion musnah dalam tempoh tiga hari, dengan emas turun 20% dan perak jatuh hampir 40% daripada paras tertingginya baru-baru ini.

Adakah kemerosotan emas dan perak menjejaskan Bitcoin?

Ya, Bitcoin turun apabila kripto sering mengikuti kemerosotan tajam dalam komoditi, walaupun harga mulai stabil apabila logam menanggung beban utama jualan.

Adakah Bitcoin akan pulih selepas logam seperti emas dan perak jatuh?

Pada masa lalu, Bitcoin biasanya stabil selepas kemerosotan komoditi, sering bangkit semula apabila emas dan perak mencapai paras terendah pasaran.

Mengapa aset selamat seperti emas dan perak berkelakuan seperti kripto semasa kemerosotan?

Levatri yang tinggi, kedudukan spekulatif yang padat, serta perdagangan yang ramai membuat emas dan perak bertindak balas dengan volatiliti yang mirip kripto dalam jualan kali ini.

Penafian: Artikel yang disiarkan semula di laman web ini diperoleh daripada platform awam dan disediakan untuk tujuan maklumat sahaja. Mereka tidak semestinya mencerminkan pandangan MEXC. Semua hak kekal dengan pengarang asal. Jika anda percaya ada kandungan yang melanggar hak pihak ketiga, sila hubungi [email protected] untuk dialih keluar. MEXC tidak memberi jaminan mengenai ketepatan, kesempurnaan atau ketepatan masa kandungan dan tidak bertanggungjawab terhadap sebarang tindakan yang diambil berdasarkan maklumat yang diberikan. Kandungan itu tidak membentuk nasihat kewangan, undang-undang atau profesional lain, dan ia juga tidak boleh dianggap sebagai cadangan atau pengesahan oleh MEXC.

Berita Sohor Kini

Lagi

Pausa Pembelian oleh Pemegang Besar, Jualan Hampir Mencecah $2 Bilion! “Bitcoin, Ethereum, XRP dan Lain-lain….” Ketika pasaran kripto terus berubah dengan pantas, para pemegang besar atau "whales" mula menunjukkan tanda-tanda pengurangan aktiviti pembelian mereka. Menurut data terkini, jumlah jualan yang dilaporkan telah hampir mencapai $2 bilion dalam tempoh beberapa minggu sahaja. Ini bukan sekadar satu perubahan kecil dalam dinamik pasaran; sebaliknya, ia memberi petunjuk bahawa pelabur institusi dan individu yang memiliki aset kripto bernilai tinggi mungkin sedang mengambil langkah berhati-hati.

Apakah yang Menyebabkan Pemegang Besar Berhenti Membeli?

Para pakar pasaran percaya bahawa faktor utama di sebalik penurunan aktiviti pembelian ini adalah ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat. Dengan inflasi yang masih tinggi di seluruh dunia, kadar faedah yang dinaikkan oleh bank-bank pusat, serta risiko resesi yang semakin jelas, ramai pelabur beralih kepada aset tradisional seperti emas atau bon sebagai perlindungan nilai. Selain itu, kebimbangan tentang kestabilan harga kripto juga turut mempengaruhi keputusan para pemegang besar untuk tidak lagi melabur secara agresif.

Kesan Terhadap Pasaran Kripto

Jualan yang mendadak ini telah menyebabkan tekanan pada harga Bitcoin, Ethereum, XRP, dan mata wang kripto lainnya. Walaupun pasaran kripto biasanya lebih stabil berbanding pasaran saham tradisional, lonjakan jualan ini menunjukkan bahawa sentimen pelabur semakin berubah. Para pelabur yang dahulunya aktif membeli kini mula menjual, menyebabkan aliran tunai keluar yang signifikan daripada pasaran.

Apakah Langkah Seterusnya?

Sementara para pelabur menunggu untuk melihat sama ada trend ini akan berterusan, penganalisis pasaran menyarankan agar pelabur runcit dan institusi harus bersiap sedia untuk menghadapi kemungkinan volatiliti yang lebih tinggi. Bagi mereka yang masih berminat untuk melabur dalam kripto, penting untuk melakukan analisis mendalam dan mempertimbangkan risiko yang berkaitan dengan aset digital tersebut. Dengan situasi pasaran yang sentiasa berubah, satu perkara yang pasti: kripto masih menjadi salah satu instrumen pelaburan yang paling menarik dan berpotensi tinggi. Namun, keputusan untuk melabur harus dibuat dengan berhati-hati, kerana tiada jaminan bahawa pasaran akan terus menguntungkan.
Key Points:
  • Pemegang besar mula mengurangkan aktiviti pembelian, menyebabkan jualan hampir mencecah $2 bilion.
  • Ketidakpastian ekonomi global dan risiko resesi menjadi faktor utama.
  • Sentimen pelabur semakin berubah, dengan lebih banyak pelabur beralih ke aset tradisional.
  • Pasaran kripto mungkin mengalami volatiliti yang lebih tinggi dalam masa terdekat.
Disclaimer:
Penulis tidak bertanggungjawab atas sebarang kerugian atau keuntungan yang dialami akibat pelaburan dalam kripto. Pelabur disarankan untuk membuat kajian mendalam dan mengambil kira risiko sebelum membuat keputusan pelaburan.