Seiring dengan ketegangan geopolitik yang sedang mengubah lanskap perdagangan dan sistem penyelesaian global, negara-negara kini semakin sering meninjau kembali aset-aset yang mereka andalkan untuk menyimpan nilai dan menyelesaikan kewajiban. Komentator kripto X Finance Bull (@Xfinancebull) baru-baru ini mengemukakan argumen yang jelas mengapa suatu hari nanti negara-negara mungkin akan mengadopsi XRP sebagai aset cadangan atau aset penyelesaian.
Pendapatnya tidak berdasarkan ideologi atau spekulasi; melainkan didasarkan pada faktor geopolitik. Menurut X Finance Bull, negara-negara tidak ingin menyelesaikan transaksi perdagangan atau mengelola cadangan dalam mata uang yang dikendalikan oleh para pesaing mereka. Sebaliknya, XRP, sesuai dengan desainnya, menawarkan landasan yang netral.
Pandangan ini sejalan dengan komentar yang disampaikan oleh mantan CTO Ripple, David Schwartz. X Finance Bull membagikan sebuah video di mana Schwartz menjelaskan bagaimana status mata uang cadangan selama ini telah memberikan keuntungan bagi negara penerbit, terutama Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa meski banyak negara menginginkan keuntungan dari menjadi penerbit mata uang cadangan dunia, sebagian besar negara menyadari bahwa posisi tersebut tidak akan pernah menjadi milik mereka.
Schwartz menjelaskan bahwa menggantikan Dolar AS dengan mata uang nasional lain hanya akan menciptakan kembali ketidakseimbangan yang sama. Hanya sedikit negara yang ingin Euro, Yuan, atau Rubel mendominasi sistem penyelesaian global. Seperti yang ia ungkapkan, “mungkin mereka justru lebih memilih mata uang yang tidak dapat dikendalikan oleh siapa pun.” Preferensi inilah yang menjadi dasar pendapat X Finance Bull.
Pemerintah tidak menerbitkan XRP. Aset ini tidak terikat pada kebijakan moneter nasional. Tidak ada pihak yang mengendalikan aset tersebut, dan tidak ada negara yang dapat memanfaatkannya sebagai alat untuk melakukan sanksi atau tekanan politik. Sifat netralitas inilah yang membawa nilai strategis. XRP memungkinkan proses penyelesaian tanpa memberikan pengaruh kepada kekuatan yang bersaing.
X Finance Bull membuat perbedaan yang jelas antara mengganti Dolar secara total dan menantang sistem yang dibangun di sekitarnya. Ia menyarankan bahwa XRP tidak perlu menjadi mata uang konsumen yang dominan untuk tetap berpengaruh. Peran XRP dapat difokuskan pada penyelesaian, terutama di area-area yang selama ini dikelola oleh struktur berbasis Dolar.
Pandangan ini sejalan dengan skenario yang diutarakan Schwartz, di mana negara-negara menerima aset digital yang netral karena alternatifnya adalah tunduk pada mata uang pesaing. Ia menekankan bahwa jika pilihan yang ada adalah “tidak ada atasan” versus “memiliki atasan baru”, maka netralitas menjadi pilihan yang menarik. XRP cocok untuk memenuhi peran tersebut karena beroperasi secara independen dari kendali negara.
Schwartz menegaskan bahwa pemerintah akan fokus pada hasil strategis. Jika pemegang swasta mendapatkan manfaat dari sebuah aset penyelesaian yang netral, ia berpendapat bahwa negara-negara tidak akan menganggap hasil tersebut sebagai kerugian yang signifikan.
Jika negara-negara mulai beralih ke aset yang dapat mengurangi risiko eksposur geopolitik, XRP menjadi salah satu kandidat yang layak dipertimbangkan. Netralitasnya mungkin pada akhirnya akan menentukan peran XRP dalam fase berikutnya dari keuangan global.
Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk memberi informasi dan tidak boleh dianggap sebagai saran keuangan. Pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin mencakup opini pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Segala tindakan yang dilakukan pembaca sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas segala kerugian finansial.
Serulah kami di X, Facebook, Telegram, dan Google News
Postingan “Ketika Mantan CTO Ripple Menjelaskan Mengapa Negara-Negara Akan Mengadopsi XRP” pertama kali muncul di Times Tabloid.


