Peretasan kripto mengacu pada aktivitas siber berbahaya yang berfokus pada pencurian mata uang kripto dari dompet digital, situs web bursa, penawaran ICO, dan teknologi blockchain. Seiring dengan terus melonjaknya popularitas dan nilai teknologi blockchain dan mata uang kripto, hal tersebut menjadi semakin menarik bagi penjahat siber yang ingin mengeksploitasi kelemahan dalam sistem ini.Misalnya, pada tahun 2021, protokol DeFi mengalami peretasan kripto senilai $10,5 miliar, menurut CipherTrace, sebuah perusahaan forensik blockchain dan intelijen risiko. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya, yang menunjukkan meningkatnya ancaman peretasan kripto di pasar aset digital.
| Tahun | Jumlah yang Dicuri (dalam miliar USD) |
|---|---|
| 2019 | 0,4 |
| 2020 | 1,9 |
| 2021 | 10,5 |
Mata uang kripto yang sedang tren saat ini dan menarik perhatian pasar yang signifikan
Mata uang kripto dengan volume trading tertinggi
Mata uang kripto yang baru saja masuk listing dan tersedia untuk trading