Bitcoin Jadi Jaminan Pinjaman USDC, Apa Risikonya?
Pemilik Bitcoin kini memiliki jalur baru untuk memperoleh USDC tanpa menjual BTC terlebih dahulu. Circle pada 21 September 2026 memperkenalkan Digital Asset-Backed Borrowing bagi institusi yang memenuhi syarat di Circle Mint.
Skema tersebut memungkinkan pelanggan menyetorkan BTC, menerima cirBTC, lalu menggunakan wrapped Bitcoin itu sebagai jaminan pada lending market pihak ketiga. USDC yang dipinjam dapat diterima melalui jaringan Arc atau Ethereum.
Produk ini mempertahankan eksposur harga Bitcoin, tetapi bukan likuiditas tanpa risiko. Pengguna menukar kebutuhan menjual BTC dengan kewajiban utang, bunga mengambang, kemungkinan likuidasi, dan ketergantungan pada beberapa lapisan teknologi serta pihak penerbit.
Mekanisme Digital Asset-Backed Borrowing untuk pelanggan institusional Circle Mint. Sumber: Circle, 21 September 2026. Circle menyediakan alur akses, sedangkan syarat pinjaman, bunga, likuiditas, dan likuidasi ditentukan oleh lending market pihak ketiga yang dipilih.
Bagaimana Bitcoin Berubah Menjadi Jaminan?
Prosesnya mempunyai empat tahap utama:
Pengguna institusional menyetorkan BTC dan mencetak cirBTC.
cirBTC dipindahkan ke smart wallet yang dikendalikan pengguna.
Pengguna memasok cirBTC ke lending market yang didukung, seperti Morpho pada tahap awal.
Pengguna meminjam USDC dengan cirBTC sebagai jaminan dan harus melunasi utang agar jaminan dapat dilepaskan.
Circle bukan pemberi pinjaman dalam transaksi tersebut. Lending market pihak ketiga menangani rasio jaminan, tingkat pinjaman, likuiditas, dan proses likuidasi sesuai parameter masing-masing.
Strukturnya juga bersifat overcollateralized. Nilai Bitcoin yang dijaminkan harus lebih besar daripada USDC yang dipinjam. Selisih antara nilai jaminan dan pinjaman menjadi buffer terhadap penurunan harga BTC.
Mengapa Tidak Menjual Bitcoin?
Pinjaman berbasis Bitcoin dapat digunakan untuk memperoleh likuiditas sambil mempertahankan eksposur terhadap kenaikan harga BTC. Institusi mungkin memakai USDC untuk modal kerja, settlement, pembayaran, atau strategi lain tanpa melepas kepemilikan ekonominya terhadap Bitcoin.
Keuntungan tersebut bersifat kondisional. Pemilik tetap menanggung penurunan harga BTC. Jika nilai jaminan jatuh terlalu dekat dengan utang, protokol dapat menjual sebagian atau seluruh jaminan untuk melunasi posisi.
Keputusan untuk meminjam juga tidak boleh didasarkan pada asumsi bahwa pinjaman selalu lebih menguntungkan daripada penjualan. Biaya bunga, potensi likuidasi, perlakuan akuntansi, konsekuensi pajak, dan kebutuhan likuiditas perlu dinilai secara terpisah. Status pajak tidak dapat disimpulkan hanya karena BTC tidak dijual secara langsung.
Cara LTV Memperbesar Risiko
Loan-to-value atau LTV membandingkan nilai pinjaman dengan nilai jaminan.
LTV = Nilai pinjaman ÷ Nilai jaminan × 100%
Misalkan sebuah institusi menjaminkan BTC senilai US$100.000 dan meminjam 50.000 USDC. LTV awalnya sebesar 50%.
Jika harga BTC turun 30%, nilai jaminan menjadi US$70.000. Dengan asumsi utang belum berubah, LTV naik menjadi sekitar 71,43%.
50.000 ÷ 70.000 × 100% = 71,43%
Apabila sebuah lending market menggunakan liquidation threshold 75%, nilai jaminan yang membawa posisi ke ambang tersebut secara matematis sekitar US$66.666,67.
50.000 ÷ 75% = US$66.666,67
Artinya, penurunan nilai jaminan sekitar 33,33% dari posisi awal dapat membawa LTV ke 75%, sebelum memperhitungkan bunga yang terus bertambah. Threshold 75% dalam contoh ini bersifat ilustratif dan bukan parameter aktual Morpho atau market tertentu. Pengguna harus memeriksa parameter live dari pool yang dipilih.
Empat Lapisan Risiko yang Perlu Dipisahkan
A. Risiko Harga dan Likuidasi
Bitcoin dapat bergerak tajam dalam waktu singkat. Likuidasi dapat terjadi sebelum peminjam sempat menambah jaminan atau melunasi sebagian utang, khususnya ketika jaringan padat atau likuiditas menurun.
Likuidasi biasanya disertai penalti atau diskon bagi liquidator. Kerugian peminjam dengan demikian tidak berhenti pada turunnya harga BTC.
B. Risiko Bunga Mengambang
Borrow rate dapat berubah mengikuti pemanfaatan likuiditas pada lending market. Jika tingkat bunga naik dari 5% menjadi 10% per tahun, biaya tahunan atas pinjaman 50.000 USDC meningkat dari sekitar 2.500 USDC menjadi 5.000 USDC, sebelum compounding dan biaya lain.
Tingkat awal yang rendah tidak menjamin biaya pinjaman tetap rendah sampai posisi ditutup.
C. Risiko Wrapped Bitcoin
cirBTC bukan BTC native yang berada langsung di jaringan Bitcoin. Token tersebut merupakan representasi BTC di blockchain lain dan bergantung pada penerbit, kustodian, mekanisme redemption, smart contract, bridge atau proses minting, serta kualitas bukti cadangan.
Circle menyatakan cirBTC didukung BTC native dengan rasio 1:1, cadangannya dipisahkan dari aset perusahaan, dan data reserve dapat dipantau melalui Chainlink Proof of Reserve. Transparansi cadangan membantu memeriksa apakah suplai token didukung aset, tetapi tidak menghapus risiko operasional, hukum, custody, atau redemption.
Struktur cadangan cirBTC sebagaimana dijelaskan oleh penerbit. Sumber: Circle, 4 September 2026. Informasi berasal dari Circle dan tidak membuktikan bahwa seluruh risiko custody, redemption, smart contract, serta lending market telah hilang.
D. Risiko Smart Contract, Oracle, dan Likuiditas
Posisi bergantung pada beberapa kontrak: token cirBTC, smart wallet, lending protocol, serta infrastruktur blockchain. Kesalahan kode, serangan governance, gangguan oracle, atau masalah jaringan dapat memengaruhi nilai jaminan dan kemampuan pengguna mengelola posisi.
Oracle menjadi sangat penting karena menentukan harga yang digunakan untuk menghitung LTV. Harga oracle yang tertunda atau menyimpang dari market dapat memicu likuidasi yang tidak sesuai dengan harga yang terlihat di platform lain.
Apa yang Harus Diperiksa Sebelum Meminjam?
Peminjam perlu melihat posisi sebagai neraca berleverage, bukan sekadar cara mendapatkan USDC.
Beberapa metrik yang perlu dipantau meliputi:
LTV saat ini dan liquidation threshold.
Jarak harga BTC menuju ambang likuidasi.
Borrow APY serta cara tingkat tersebut berubah.
Tingkat utilization dalam lending pool.
Likuiditas yang tersedia untuk meminjam dan melunasi.
Penalti serta mekanisme likuidasi.
Alamat cadangan dan suplai cirBTC.
Audit smart contract dan riwayat insiden protokol.
Jaringan tempat posisi dibuka.
Ketentuan kelayakan, yurisdiksi, dan pembatasan Circle Mint.
Akses layanan yang diumumkan Circle ditujukan kepada pelanggan institusional Circle Mint yang memenuhi syarat, bukan pengguna ritel umum. Ketersediaannya juga bergantung pada yurisdiksi.
Kesimpulan
Menjadikan Bitcoin sebagai jaminan memungkinkan institusi memperoleh USDC tanpa langsung menjual BTC. Struktur tersebut dapat berguna ketika peminjam membutuhkan likuiditas tetapi ingin mempertahankan eksposur terhadap harga Bitcoin.
Likuiditas itu tidak gratis dan tidak bebas risiko. Penurunan harga BTC dapat meningkatkan LTV secara cepat, bunga dapat berubah, dan cirBTC menambahkan lapisan penerbit serta custody di atas risiko lending protocol.
Keputusan yang aman bergantung pada besarnya buffer, bukan sekadar nilai pinjaman yang dapat diperoleh. Peminjam perlu mengetahui harga likuidasi, biaya utang, kualitas jaminan, dan jalur pelunasan sebelum membuka posisi.
Disclaimer
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Artikel ini bukan saran investasi, hukum, pajak, atau rekomendasi untuk menggunakan produk pinjaman tertentu. Contoh LTV dan liquidation threshold bersifat ilustratif. Parameter aktual dapat berubah menurut lending market, jaringan, likuiditas, dan kondisi produk.
Artikel-artikel yang dibagikan di halaman ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai referensi. Artikel tersebut tidak mewakili posisi atau pandangan MEXC. Seluruh hak merupakan milik MEXC. Jika Anda meyakini ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] untuk penghapusan segera. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten apa pun dan tidak bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, serta tidak boleh ditafsirkan sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC. Untuk mendapatkan wawasan ahli dan analisis mendalam, kunjungi MEXC Learn.
Pelajari USDCoin Selengkapnya
Lihat Selengkapnya
Berapa Banyak Saham yang Bisa Diperdagangkan sebagai Futures Perpetual? Ini Cakupan Futures Saham MEXC

Apa Itu Arc Mainnet? Tanggal Peluncuran, Validator, dan Apa yang Mulai Aktif

Apa Itu USBDC? U.S. Bank Menguji Stablecoin Miliknya Sendiri di Stellar
Info USDCoin Terkini
Lihat Selengkapnya
OJK Atur Kompetensi Finfluencer dan Tanggung Jawab Promosi Kripto

Indonesia Blokir Akses Polymarket setelah Diklasifikasikan sebagai Judi Online

Pendapatan DCI Indonesia Naik 33,2% pada Semester I 2026
Anda Mungkin Juga Menyukai
POPULER
Mata uang kripto yang sedang tren saat ini dan menarik perhatian pasar yang signifikan
Harga Kripto
Mata uang kripto dengan volume trading tertinggi
Baru Ditambahkan
Mata uang kripto yang baru saja masuk listing dan tersedia untuk trading


