Pasar saham AS bergerak turun pada 20 Agustus ketika investor kembali menghadapi faktor macro utama yang menekan pasar: suku bunga jangka panjang yang tinggi, harga minyak yang meningkat, dan ketidakpPasar saham AS bergerak turun pada 20 Agustus ketika investor kembali menghadapi faktor macro utama yang menekan pasar: suku bunga jangka panjang yang tinggi, harga minyak yang meningkat, dan ketidakp

Mengapa Pasar Saham AS Turun Hari Ini? Yield Treasury, Harga Minyak, dan Kekhawatiran terhadap Fed

Poin Utama
Saham AS turun pada 20 Agustus ketika yield Treasury jangka panjang kembali naik, harga minyak meningkat, dan sinyal Fed yang lebih hawkish mempertahankan kekhawatiran terhadap suku bunga. Dow turun 1,32%, S&P 500 melemah 0,87%, dan Nasdaq kehilangan 1,00%.

Pasar saham AS bergerak turun pada 20 Agustus ketika investor kembali menghadapi faktor macro utama yang menekan pasar: suku bunga jangka panjang yang tinggi, harga minyak yang meningkat, dan ketidakpastian mengenai langkah Fed berikutnya. Dow Jones Industrial Average turun 1,32%, S&P 500 melemah 0,87%, dan Nasdaq Composite kehilangan 1,00%.

Penurunan tersebut tidak disebabkan oleh satu laporan earnings. Yield Treasury jangka panjang kembali naik hanya sehari setelah Departemen Keuangan AS memperluas program bond buyback untuk meningkatkan liquidity di bagian long-duration market. Pada saat yang sama, minyak naik selama lima sesi berturut-turut, menjaga inflation risk tetap tinggi, sementara risalah rapat Fed bulan Juli menunjukkan posisi policymaker menjadi lebih hawkish. Comparable sales Walmart yang lebih lemah menambah peringatan mengenai tekanan konsumen, tetapi lebih berfungsi sebagai bukti dari cerita macro yang lebih luas daripada penyebab utama penurunan pasar.

Yang Perlu Diketahui

  • Dow turun 1,32%, S&P 500 melemah 0,87%, dan Nasdaq Composite kehilangan 1,00% pada 20 Agustus.
  • Yield Treasury 10 tahun naik menjadi 4,70%, sementara yield 30 tahun mencapai 5,249%.
  • Perluasan bond buyback oleh Menteri Keuangan Scott Bessent hanya memberikan bantuan sementara terhadap yield jangka panjang.
  • WTI naik 2,3% menjadi US$87,83 per barel, sementara Brent naik 2,4% menjadi US$93,78.
  • Risalah Fed menunjukkan beberapa policymaker mendukung kenaikan suku bunga pada Juli dan banyak yang menilai tightening tambahan mungkin diperlukan.
  • Saham Walmart turun 9,2%, menekan consumer stocks tetapi lebih berfungsi sebagai sinyal mengenai kondisi konsumen.

Mengapa Pasar Saham AS Turun Hari Ini?

Penjelasan paling jelas untuk penurunan 20 Agustus adalah bahwa kondisi suku bunga tinggi dan minyak mahal belum hilang.

Yield Treasury jangka panjang kembali meningkat setelah sempat turun pada hari Rabu. Pada saat yang sama, risiko supply di Timur Tengah terus mendorong harga minyak. Kombinasi ini penting karena yield yang lebih tinggi secara langsung menekan valuation saham, sementara harga minyak tinggi dapat mempertahankan inflation dan membuat Fed lebih sulit beralih ke kebijakan yang lebih longgar.

Tekanan tersebut sangat penting bagi growth stocks dan technology stocks. Perusahaan yang valuation-nya sangat bergantung pada earnings di masa depan biasanya lebih sensitif terhadap perubahan long-term discount rate. Karena itu, meskipun siklus AI investment tetap kuat, Nasdaq dan AI stocks dengan valuation tinggi dapat kesulitan memperpanjang kenaikan selama yield jangka panjang tetap tinggi.

Menurut laporan pasar Reuters pada 20 Agustus, kenaikan yield Treasury mengurangi risk appetite di Wall Street, sementara minyak yang lebih mahal menambah kekhawatiran terhadap inflation.

Mengapa Yield Treasury Kembali Naik?

Bond market masih menjadi salah satu sumber tekanan paling penting bagi saham AS.

Pada 20 Agustus, yield Treasury 10 tahun naik 4,7 basis points menjadi 4,70%, sementara yield 30 tahun meningkat 5,5 basis points menjadi 5,249%. Yield 30 tahun tetap berada dekat level tertinggi dalam 19 tahun yang dicapai pada awal pekan.

Pergerakan tersebut terjadi meskipun Departemen Keuangan AS melakukan intervensi yang cukup tidak biasa.

Setelah yield jangka panjang melonjak, Menteri Keuangan Scott Bessent mengumumkan bahwa pemerintah akan setidaknya menggandakan beberapa operasi buyback obligasi jangka panjang menjadi US$4 miliar per operasi. Awalnya, langkah tersebut membantu menekan yield dengan meningkatkan liquidity dan permintaan terhadap Treasury jangka panjang.

Namun, bantuan tersebut tidak berlangsung lama.

Seperti dijelaskan dalam laporan Reuters mengenai strategi Treasury buyback, investor tetap fokus pada faktor fundamental yang mendorong borrowing costs lebih tinggi: inflation yang persisten, ketidakpastian monetary policy, defisit fiskal besar, dan utang pemerintah yang terus meningkat.

Perbedaan ini penting. Bond buyback dapat meningkatkan liquidity jangka pendek, tetapi tidak menyelesaikan alasan struktural mengapa investor menuntut yield lebih tinggi untuk memegang utang pemerintah AS berjangka panjang.

Bagi saham, hal ini berarti tekanan valuation belum selesai. Selama yield jangka panjang tetap tinggi, investor memiliki alternatif risk-free yang lebih menarik, sementara biaya pendanaan perusahaan juga meningkat.

Mengapa Harga Minyak Lebih Tinggi Penting bagi Saham dan Inflation?

Minyak adalah bagian besar kedua dari kondisi pasar saat ini.

WTI naik 2,3% menjadi US$87,83 per barel pada 20 Agustus, sementara Brent naik 2,4% menjadi US$93,78, menandai kenaikan selama lima sesi berturut-turut. Keduanya ditutup pada level tertinggi sejak 24 Juli.

Kenaikan terbaru terjadi ketika ketegangan geopolitik terkait Iran meningkat dan gangguan terhadap supply energi Timur Tengah terus berlangsung. Reuters melaporkan bahwa harga minyak naik lebih dari 2% ketika pasar menilai risiko terhadap negara yang mendukung Iran dan gangguan berkelanjutan pada pengiriman minyak di kawasan tersebut.

Bagi pasar saham, minyak yang lebih mahal menciptakan beberapa masalah sekaligus.

Harga minyak tinggi meningkatkan biaya transportasi dan produksi, mengurangi daya beli rumah tangga, dan dapat mendorong inflation lebih tinggi. Hal ini sangat penting ketika suku bunga jangka panjang sudah tinggi, karena energy inflation yang persisten semakin membatasi ruang Fed untuk melonggarkan monetary policy.

Dengan demikian, minyak secara langsung menghubungkan bond market dan equity market: harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan inflation risk, inflation menjaga monetary policy tetap ketat, dan financial conditions yang lebih ketat menekan valuation saham.

Apakah Fed Menjadi Lebih Hawkish?

Fed juga menambah lapisan ketidakpastian baru bagi pasar.

Risalah rapat bulan Juli menunjukkan bahwa beberapa peserta mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis points, sementara banyak policymaker menilai tightening tambahan mungkin diperlukan untuk membawa inflation kembali ke target 2%.

Tiga policymaker memilih suku bunga lebih tinggi pada Juli, menunjukkan bahwa seruan untuk kebijakan yang lebih ketat tidak lagi terisolasi. Meskipun data inflation dan labor market yang lebih lunak telah menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan langsung pada September, kemungkinan tersebut belum sepenuhnya hilang.

Pasar sekarang menghadapi lingkungan suku bunga yang berbeda dari periode ketika investor dapat dengan percaya diri pricing in penurunan suku bunga di masa depan.

Kenaikan harga minyak kembali membuat situasi semakin rumit. Bahkan jika indikator ekonomi lainnya melemah, harga minyak dan bahan bakar yang lebih tinggi masih dapat menjaga inflation tetap tinggi.

Bagi Nasdaq dan AI stocks, hal ini tidak selalu berarti cerita pertumbuhan fundamental telah berubah. Namun, valuation dapat tetap sangat sensitif terhadap setiap pergerakan yield jangka panjang dan ekspektasi monetary policy.

Apa Peran Walmart dalam Penurunan Pasar?

Walmart memang memengaruhi pasar pada 20 Agustus, tetapi terutama sebagai consumer signal, bukan akar penyebab penurunan pasar secara luas.

Saham Walmart turun 9,2% setelah comparable sales AS, tidak termasuk bahan bakar, hanya tumbuh 2,6%, di bawah ekspektasi Wall Street. Perusahaan juga menyebut harga bensin yang lebih tinggi memengaruhi cara rumah tangga mengalokasikan pengeluaran.

Penurunan Walmart menarik saham retailer lain lebih rendah. Consumer staples turun 1,93%, sementara consumer discretionary melemah 1,8%.

Dengan demikian, hasil Walmart memperkuat kekhawatiran yang sudah terlihat pada data macro: biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan inflation yang persisten memaksa konsumen melakukan lebih banyak trade-off dalam pengeluaran.

Namun, Walmart tidak sepenuhnya menjelaskan penurunan Nasdaq, rate-sensitive stocks, atau S&P 500 secara keseluruhan. Pergerakan tersebut lebih tepat dipahami melalui kombinasi yield jangka panjang, harga minyak, dan ekspektasi kebijakan Fed.

Jelajahi Pasar Indeks Saham AS di MEXC

Trader yang mengikuti pergerakan pasar AS dapat mengakses kontrak terkait indeks di MEXC seperti SPX500_USDT, NAS100_USDT, dan US30_USDT untuk leveraged exposure baik long maupun short. Pengguna juga dapat membaca panduan MEXC untuk trading indeks AS. Ketersediaan produk dapat berbeda menurut wilayah.

FAQ

Mengapa pasar saham AS turun hari ini?

Saham AS turun pada 20 Agustus karena yield Treasury jangka panjang kembali naik, harga minyak terus meningkat, dan investor tetap tidak pasti mengenai outlook suku bunga Fed. Earnings Walmart menambah tekanan pada consumer stocks, tetapi yield dan inflation merupakan driver pasar yang lebih luas.

Mengapa yield Treasury naik?

Investor tetap khawatir terhadap inflation, defisit fiskal, borrowing pemerintah, dan ketidakpastian monetary policy. Treasury bond buyback sempat menekan yield jangka panjang, tetapi tidak menghilangkan tekanan fundamental tersebut.

Mengapa harga minyak tinggi buruk bagi saham?

Minyak yang lebih mahal dapat meningkatkan biaya bisnis, mengurangi daya beli konsumen, dan mendorong inflation lebih tinggi. Energy inflation yang persisten juga dapat membuat Fed lebih sulit menurunkan suku bunga, yang biasanya memberi tekanan pada valuation saham.

Apakah Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga?

Kenaikan pada September bukan base case pasar saat ini, tetapi kemungkinan tersebut masih terbuka. Risalah Fed bulan Juli menunjukkan beberapa policymaker mendukung kenaikan suku bunga dan banyak yang menilai tightening tambahan mungkin diperlukan jika inflation tetap berada di atas target.

Seberapa besar Dow, S&P 500, dan Nasdaq turun?

Pada 20 Agustus, Dow Jones Industrial Average turun 703,84 poin atau 1,32% menjadi 52.759,21. S&P 500 melemah 0,87% menjadi 7.641,16, sementara Nasdaq Composite turun 1,00% menjadi 26.067,17.

Peluang Pasar
Logo Zcash
Harga Zcash(ZEC)
--
----
USD
Grafik Harga Live Zcash (ZEC)

Artikel-artikel yang dibagikan di halaman ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai referensi. Artikel tersebut tidak mewakili posisi atau pandangan MEXC. Seluruh hak merupakan milik James Mitchell. Jika Anda meyakini ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] untuk penghapusan segera. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten apa pun dan tidak bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, serta tidak boleh ditafsirkan sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC. Untuk mendapatkan wawasan ahli dan analisis mendalam, kunjungi MEXC Learn.