Harga berjangka diesel Eropa mencapai level tertinggi sejak 2022 pada hari Kamis, melonjak hampir 10% dalam perdagangan London hingga mencapai $1.498 per ton. Itu setara dengan lebih dari $200 per barel.
Lonjakan ini terjadi karena perang Iran telah membuat lalu lintas melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Selat ini merupakan salah satu titik tersempit paling kritis di dunia untuk pengiriman energi. Penutupannya telah memutus jutaan barel bahan bakar olahan dari pasar global.

Harga diesel telah naik lebih cepat daripada minyak mentah sejak konflik dimulai. Kesenjangan itu mencerminkan bagaimana gangguan tersebut memukul produk olahan secara khusus dengan keras.
Eropa secara struktural kekurangan diesel. Wilayah ini memproduksi lebih sedikit dari yang dikonsumsi dan bergantung pada impor untuk menutupi kekurangannya. Dengan pasokan Timur Tengah terputus, pembeli Eropa terpaksa mencari muatan di tempat lain.
Pergeseran itu telah memicu perang penawaran di antara pembeli. Pengiriman diesel dialihkan melalui jarak yang lebih jauh, meningkatkan biaya dan meregangkan rantai pasokan.
Analis memperingatkan bahwa Eropa dapat menghadapi kekurangan bahan bakar dalam beberapa minggu jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Amerika Latin diperkirakan akan menghadapi tekanan pasokan serupa.
Lonjakan harga tidak terbatas pada Eropa. Diesel di Amerika Serikat telah melewati $4 per galon. Pasar Asia juga sempat menyentuh $200 per barel, menurut data Bloomberg.
United States Oil Fund dan ETF terkait, yang melacak harga minyak mentah, telah bergerak sebagai respons terhadap gangguan energi yang lebih luas.
Pelabuhan dan kilang Rusia, yang biasanya merupakan sumber utama ekspor diesel ke pasar global, telah mengalami peningkatan serangan drone dari Ukraina. Serangan tersebut telah meningkat sejak Amerika Serikat melonggarkan sanksi terhadap Rusia.
Rusia adalah salah satu eksportir diesel terbesar di dunia. Kerusakan pada infrastruktur penyulingannya mengancam untuk menghilangkan sumber pasokan lain dari pasar yang sudah terbatas.
Kombinasi gangguan Hormuz dan kerusakan kilang Rusia telah membuat pedagang memiliki lebih sedikit pilihan dan biaya yang lebih tinggi.
Kontrak diesel Eropa patokan ditutup pada hari Kamis di $1.493,25 per ton di London, naik 9,5% pada hari itu, menurut data pasar.
Postingan Diesel Baru Saja Mencapai $200 per Barel di Eropa — Inilah Mengapa Bisa Menjadi Lebih Buruk pertama kali muncul di CoinCentral.

