MicroStrategy, sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar yang terdaftar di bursa publik, nampaknya siap melanjutkan pembelian BTC minggu ini. Hal ini terjadi setelah jeda singkat yang menghentikan salah satu periode pembelian terlama dalam strategi treasury mereka.
Pada hari Minggu, Executive Chairman Michael Saylor kembali menunjukkan “Orange Dot” yang biasa ia gunakan di platform media sosial X, dengan mengunggah ungkapan, “Back to work.”
Menariknya, ungkapan serupa sudah menjadi indikator utama yang sangat andal untuk pembelian Bitcoin bernilai jutaan dolar selama beberapa bulan terakhir.
MicroStrategy saat ini memegang 762.099 Bitcoin, dengan nilai lebih dari US$50.000.000.000. Jika mereka membeli lagi minggu ini, kepemimpinan MicroStrategy semakin melebar dan semakin jauh meninggalkan perusahaan lain yang juga mencatatkan Bitcoin di neraca mereka.
Sementara itu, besaran pembelian yang akan datang belum diungkapkan.
Meski begitu, para pengamat pasar yang memantau aktivitas pendanaan perusahaan menyebutkan bahwa penerbitan terbaru yang berkaitan dengan saham preferen STRC sepertinya telah mengembalikan kapasitas pembelian mereka. Hal ini setidaknya cukup untuk membeli minimal 1.500 Bitcoin.
Hal ini menjadi kebalikan dari pekan sebelumnya, di mana STRC kebanyakan diperdagangkan di bawah harga par dan terlihat membatasi kemampuan perusahaan untuk mengumpulkan modal baru demi pembelian Bitcoin tambahan.
Saat ini, perhatian pelaku pasar mulai berpindah dari berita pembelian berikutnya, menuju mekanisme yang mendukung pembelian tersebut. STRC, salah satu instrumen yang digunakan untuk mendanai strategi Bitcoin perusahaan, membayarkan dividen variabel tahunan sebesar 11,5% per April 2026.
Sejak peluncurannya, STRC sendirian sudah mendanai pembelian sebanyak 50.792 Bitcoin. Kondisi ini membuat saham preferen STRC menjadi bagian penting dalam struktur pendanaan perusahaan, seiring mereka terus membangun treasury Bitcoin korporasi terbesar di pasar.
Tetapi, strategi ini masih terus memicu perdebatan di kalangan pengamat.
Pendukung MSTR menilai model pendanaan perusahaan ini adalah cara berkeyakinan kuat untuk mengumpulkan Bitcoin dalam skala besar sambil memperkuat identitas perusahaan sebagai proksi aset kripto tersebut di pasar saham.
namun, para kritikus berpendapat bahwa beban dividen yang terus meningkat untuk pemegang saham preferen membuat perusahaan jadi lebih rentan apabila Bitcoin mengalami penurunan tajam atau berkepanjangan.

