Richard Teng membagikan grafik yang menunjukkan hubungan historis antara harga Bitcoin dan Pasokan Pemegang Jangka Panjang (LTH). Grafik tersebut mengungkapkan hubungan terbalik yang mencolok selama siklus pasar utama. Saat harga Bitcoin melonjak dalam siklus sebelumnya, Pasokan LTH turun tajam, menandai periode distribusi yang berat.
Selama fluktuasi harga baru-baru ini antara $65.000 dan $70.000, pemegang jangka panjang mengurangi pasokan mereka. Namun, garis Pasokan LTH mencapai titik terendah pada pertengahan Februari 2026. Sejak saat itu, pasokan telah meningkat tajam, menunjukkan tren naik yang pasti. Perubahan ini menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang Bitcoin telah kembali ke akumulasi, meskipun ketidakpastian pasar yang sedang berlangsung.
Teng menekankan bahwa pergeseran kembali ke akumulasi ini sangat bullish untuk Bitcoin. Pemegang jangka panjang biasanya menandakan kepercayaan pada aset ketika mereka berhenti menjual. Perilaku mereka saat ini menunjukkan keyakinan pada nilai dan stabilitas masa depan Bitcoin.
Sementara harga Bitcoin berfluktuasi dalam rentang yang ketat, analis menyoroti risiko volatilitas jangka pendek. Bitcoin saat ini diperdagangkan dalam "kantong gamma negatif" antara $65.000 dan $70.000. Zona ini memiliki level support yang lebih tipis, yang dapat menyebabkan pergerakan turun yang cepat jika momentum bullish memudar.
Meskipun ada risiko ini, institusi keuangan tradisional tampaknya tidak terpengaruh oleh gejolak pasar. Bahkan, institusi-institusi ini menggunakan kondisi pasar saat ini sebagai peluang pembelian. Pembelian skala besar menandakan bahwa institusi tidak terpengaruh oleh ketidakstabilan pasar jangka pendek dan berfokus pada keuntungan jangka panjang.
Data pasar dari Unfolded melaporkan arus masuk bersih yang sangat besar sebesar $471,3 juta ke dalam ETF Bitcoin Spot pada 6 April 2026. Lonjakan investasi institusional ini menggarisbawahi meningkatnya kepercayaan pada Bitcoin, meskipun fluktuasi harga saat ini. Pemain keuangan tradisional bertaruh pada nilai masa depan Bitcoin, menjadikan ini tanda optimis untuk kesehatan pasar.
Perilaku pasar Bitcoin selama beberapa bulan terakhir telah menunjukkan pergeseran yang signifikan. Setelah periode distribusi, veteran Bitcoin sekarang telah kembali ke mode akumulasi. Ini menunjukkan bahwa harga Bitcoin mungkin siap untuk pertumbuhan di bulan-bulan mendatang karena institusi terus berinvestasi.
Pembalikan dalam pasokan pemegang jangka panjang dilihat sebagai sinyal bullish untuk masa depan Bitcoin. Selama tren akumulasi ini bertahan, potensi lonjakan harga tetap kuat. Minat institusional yang berkelanjutan lebih lanjut mendukung kemungkinan pertumbuhan berkelanjutan untuk Bitcoin dalam jangka panjang.
Dengan institusi yang terus berinvestasi dan pemegang jangka panjang yang menahan diri dari penjualan, prospek untuk Bitcoin adalah positif. Namun, pasar masih menghadapi potensi volatilitas jangka pendek. Trader dan analis akan mengamati dengan cermat untuk melihat apakah fase akumulasi mengarah pada tren naik yang berkelanjutan.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai CEO Binance Richard Teng Menyoroti Pergeseran Bullish di Pasar Bitcoin di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita crypto, berita Bitcoin, dan update blockchain.


