Cryptoharian – Pergerakan Solana kembali menjadi sorotan setelah mencatat kenaikan ke kisaran US$ 88,87. Dalam 24 jam terakhir, harga naik sekitar 3,8 persen dengan volume perdagangan menembus US$ 6,1 miliar.
Namun di balik kenaikan ini, analis melihat adanya kombinasi antara dorongan likuidasi dan perbaikan struktur teknikal yang membuat arah selanjutnya masih belum sepenuhnya pasti.
Menurut analis CW8900, pergerakan harga terbaru banyak dipengaruhi oleh likuidasi posisi leverage.
Data menunjukkan adanya cluster likuidasi besar di bawah US$ 81 dan di atas US$ 89. Ketika harga turun ke bawah, banyak posisi long terlikuidasi, namun segera diserap oleh pembeli. Sebaliknya, saat harga naik mendekati US$ 90, posisi short ikut terlikuidasi dan mendorong harga naik lebih cepat.
Artinya, kenaikan ini sebagian besar didorong oleh tekanan likuidasi, bukan sepenuhnya oleh permintaan organik.
Meski begitu, level US$ 87 menjadi kunci penting. Jika harga mampu bertahan di atasnya, momentum naik bisa berlanjut. Namun jika turun di bawahnya, potensi koreksi ke area US$ 84 terbuka.
Baca Juga: ETF PEPE Mulai Dibahas, Harga Siap Meledak?
Pola Cup and Handle Muncul, Sinyal Bullish?
Dari sisi teknikal, analis CryptoJobs3 melihat terbentuknya pola cup and handle pada timeframe 4 jam.
Struktur ini muncul setelah harga sempat turun di bawah US$ 80 sebelum kembali naik dan membentuk dasar yang melengkung. Saat ini, area US$ 90 menjadi support baru, sementara resisten kuat berada di kisaran US$ 93 – US$ 95.
Jika berhasil menembus resisten tersebut, target kenaikan berikutnya berada di area US$ 107 hingga US$ 110.
Namun, jika harga turun di bawah US$ 86, maka struktur bullish ini bisa dianggap gagal.
Analis DonWedge menyoroti pentingnya penutupan bulanan untuk menentukan arah jangka panjang.
Saat ini, Solana berhasil kembali ke area US$ 80 – US$ 90 yang sebelumnya menjadi resisten. Jika level ini mampu dipertahankan sebagai support, maka ada peluang terjadi pembalikan tren setelah penurunan selama enam bulan terakhir.
Dalam skenario bullish, harga berpotensi naik ke US$ 120, bahkan lebih tinggi ke area US$ 160 hingga US$ 180. Namun jika gagal bertahan, resiko penurunan ke US$ 70 masih terbuka.


