Sebuah pergeseran sedang terbentuk di dalam keuangan global. Institusi-institusi besar kini memposisikan diri untuk sistem yang memadukan perbankan tradisional dengan infrastruktur blockchain. Transisi tersebut merupakan hasil dari keterlibatan langsung antara perusahaan keuangan dan perusahaan kripto, disertai diskusi kebijakan yang terus berkembang di Washington.
Levi Rietveld, pencipta Crypto Crusaders, menyoroti pergeseran ini dalam sebuah postingan terbaru. Ia menyatakan bahwa bank-bank dipaksa untuk menerima kripto dan mengungkapkan keyakinannya bahwa kejelasan regulasi semakin dekat. Ia membagikan klip sebuah wawancara untuk mendukung pandangannya, dan video tersebut memberikan wawasan tentang bagaimana bank dan perusahaan kripto kini berinteraksi di balik layar.
Dalam wawancara tersebut, Maria Bartiromo berbicara dengan Faryar Shirzad, Chief Policy Officer di Coinbase. Bartiromo menyebut bahwa bank-bank "dipaksa untuk menerima hal ini," merujuk pada mata uang kripto, dan Shirzad menggambarkan kolaborasi langsung antara platform kripto dan institusi keuangan besar. Ia menyatakan bahwa Coinbase memiliki kemitraan "dengan beberapa bank terbesar di dunia," termasuk bank-bank terkemuka AS.
Ia menekankan bahwa institusi-institusi ini mengakui ke mana pasar menuju. Menurut Shirzad, "masa depan adalah tokenisasi dan stablecoin." Pernyataan tersebut mendukung gagasan bahwa bank-bank tidak tinggal diam.
Mereka secara aktif bekerja untuk mengintegrasikan sistem berbasis blockchain ke dalam operasi mereka. Hal ini selaras dengan posisi Rietveld bahwa adopsi sudah berjalan, meskipun ada resistensi yang masih terlihat di permukaan.
Shirzad juga mengklarifikasi bahwa bank-bank mencari mitra yang mampu membantu mereka bertransisi. Ia mengatakan mereka "mencari mitra untuk diajak membangun," dan Coinbase bertujuan untuk mengisi peran tersebut. Ini mengonfirmasi bahwa kerja sama, bukan isolasi, yang mendefinisikan fase adopsi saat ini.
Wawancara tersebut juga membahas upaya legislatif yang sedang berlangsung di Washington. Shirzad menunjukkan adanya kesenjangan antara perdebatan politik dan pelaksanaan bisnis. Meski ada perbedaan itu, ia mengungkapkan keyakinan bahwa keselarasan akan tercapai.
Shirzad menjelaskan bahwa undang-undang yang berlaku saat ini sudah mengizinkan struktur hadiah pelanggan tertentu, merujuk pada struktur hadiah stablecoin yang banyak diperdebatkan. Namun, bank-bank telah mengajukan kekhawatiran tentang bagaimana hadiah tersebut seharusnya berfungsi.
Ia menyatakan, "Kami telah mengalah pada poin itu," merujuk pada negosiasi yang sedang berlangsung. Pertukaran ini menunjukkan bahwa kedua pihak secara aktif membentuk kerangka regulasi. CLO Ripple Stuart Alderoty baru-baru ini berbicara tentang kompromi yang dilakukan untuk mencapai kejelasan regulasi melalui CLARITY Act, dan pernyataan Shirzad mengisyaratkan bahwa industri bisa mencapai konsensus dalam waktu dekat.
Pernyataan Rietveld mencerminkan keyakinan yang tumbuh bahwa kejelasan sudah di depan mata dan adopsi institusional akan terus berkembang. Konfirmasi kemitraan aktif antara perusahaan kripto dan bank-bank besar memperkuat prospek tersebut. Ini menunjukkan bahwa integrasi bukan sekadar teori. Ini sudah berjalan.
Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai saran keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin mencakup pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan untuk melakukan penelitian menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya merupakan risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan apa pun.
Ikuti kami di X, Facebook, Telegram, dan Google News
The post Pundit to XRP Holders: Clarity Is Coming Sooner Than You Think. Here's why appeared first on Times Tabloid.


