Moonshot AI, StepFun, dan ByteDance adalah tiga perusahaan AI asal Cina yang baru saja diminta Beijing untuk menolak modal AS tanpa izin.Moonshot AI, StepFun, dan ByteDance adalah tiga perusahaan AI asal Cina yang baru saja diminta Beijing untuk menolak modal AS tanpa izin.

Cina Perintahkan Tiga Raksasa AI untuk Tolak Investasi AS

2026/04/25 08:18
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Tiga perusahaan AI teratas di Cina telah mendapat perintah untuk menolak modal berasal dari AS tanpa persetujuan pemerintah. Arahan ini mengubah jalur aliran uang dari Washington menuju perusahaan teknologi strategis Beijing.

Arahan tersebut dikeluarkan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) dalam beberapa minggu terakhir. Bloomberg pertama kali melaporkan panduan ini pada hari Jumat.

Beijing Putuskan Akses Modal AS untuk Raksasa AI-nya

ByteDance, induk TikTok sekaligus startup swasta paling berharga di Cina, diperintahkan memblokir penjualan saham sekunder yang berasal dari AS tanpa izin dari negara.

Arahan ini sangat penting mengingat struktur kepemilikan ByteDance yang rumit dan banyaknya pendukung institusi asal AS. Kini seluruh likuiditas sekunder harus melalui persetujuan Beijing terlebih dahulu.

Moonshot AI, yang sedang mempertimbangkan listing di Hong Kong, juga harus menolak modal dari AS dalam setiap pendanaan dan transaksi tanpa persetujuan.

Pembatasan ini semakin mempersulit perencanaan pre-IPO untuk perusahaan yang banyak dianggap sebagai jawaban Cina untuk OpenAI. Alokasi investor asing ke depannya kemungkinan akan lebih banyak ke investor dari Timur Tengah dan Hong Kong.

StepFun, startup yang didukung Tencent dan berfokus pada multimodal serta generative AI, juga menerima arahan sama seperti Moonshot. Perusahaan ini memang kurang terkenal secara global namun masuk dalam daftar perusahaan AI strategis Beijing.

Alasan Cina Membatasi Perusahaan AI-nya

Arahan ini muncul setelah Meta Platforms mengakuisisi startup Manus berbasis di Singapura senilai sekitar US$2 miliar, yakni startup yang memiliki akar rekayasa mendalam di Cina.

Pemerintah Beijing pun memberlakukan pembatasan keluar terhadap co-founder Manus dan meninjau kesepakatan tersebut untuk potensi pelanggaran ekspor teknologi.

Pada hari Rabu, direktur sains Gedung Putih, Michael Kratsios, menuduh entitas Cina melakukan kampanye skala industri demi mengambil model AI milik AS.

Pemerintahan Trump pun memberi sinyal penegakan baru terhadap perusahaan yang memanfaatkan distilasi model, menurut laporan.

Jurang modal antara Washington dan Beijing nampaknya akan makin dalam. Beijing bisa saja meresmikan arahan ini menjadi regulasi tertulis dalam beberapa minggu ke depan.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Coba Peruntungan, Raih 1 BTC

Coba Peruntungan, Raih 1 BTCCoba Peruntungan, Raih 1 BTC

Ajak teman & berbagi 500.000 USDT