Cryptoharian – Ethereum (ETH) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan area US$ 2.300. Kondisi ini membuat trader mulai mempertanyakan apakah pelemahan terbaru hanya sekedar shakeout jangka pendek atau awal dari koreksi yang lebih dari sebelum ETH kembali mencoba menuju target besar di atas US$ 4.000.
Berdasarkan data market terbaru, ETH diperdagangkan di sekitar US$ 2.299 dengan penurunan harian sekitar 2 persen, setelah sebelumnya sempat menguji resisten US$ 2.350 hingga US$ 2.400.
Dalam beberapa hari terakhir, level US$ 2.300 berubah dari support menjadi area pivot yang cukup krusial.
Tekanan jual mulai meningkat setelah Ethereum beberapa kali gagal mempertahankan momentum di atas resisten utama tersebut.
Analis teknikal menilai support terdekat kini berada di kisaran US$ 2.100 hingga US$ 2.176. Jika area ini gagal dipertahankan, ETH berpotensi mengalami tekanan lanjutan menuju level yang lebih rendah.
Sementara itu, resisten penting berikutnya berada di sekitar US$ 2.350 hingga US$ 2.400 sebelum membuka peluang kenaikan lebih besar.
Momentum Jangka Pendek Masih Lemah
Dari sisi indikator teknikal, kondisi Ethereum masih terlihat rapuh.
ETH saat ini masih bergerak di bawah beberapa moving average penting pada timeframe harian. Selain itu, indikator MACD masih berada di area negatif yang menunjukkan momentum bearish belum sepenuhnya hilang.
Meski begitu, kondisi oversold mulai terlihat pada beberapa indikator momentum. Hal ini membuka kemungkinan bahwa tekanan jual mulai melemah jika sentimen pasar global membaik.
Pergerakan Ethereum saat ini juga sangat dipengaruhi kondisi makro ekonomi global.
Baca Juga: 85 Persen Dana Baru Masuk ke Bitcoin, ETH Kalah Telak?
Pasar kripto masih bergerak hati-hati menjelang keputusan Federal Reserve berikutnya, ditambah ketidakpastian geopolitik yang terus memicu volatilitas.
Volume spot Ethereum juga mulai menurun dibanding lonjakan aktivitas pada Maret lalu. Kondisi ini membuat market bergerak lebih lambat, tetapi tetap rentan terhadap pergerakan tajam ketika sentimen berubah.
Masih Ada Skenario Bullish Menuju US$ 4.000
Meski kondisi jangka pendek terlihat lemah, sejumlah analis masih mempertahankan outlook bullish Ethereum untuk jangka menengah hingga panjang.
Narasi tersebut didukung oleh pertumbuhan sektor DeFi, penggunaan stablecoin di jaringan Ethereum, serta berkurangnya suplai ETH akibat staking.
Namun, beberapa analis juga mengingatkan bahwa sebelum tren bullish besar dimulai, Ethereum masih memiliki resiko koreksi lebih dalam, bahkan hingga area US$ 1.400 jika tekanan makro memburuk.
Untuk saat ini, area US$ 2.100 menjadi support terpenting bagi Ethereum.
Jika ETH mampu bertahan dan kembali menembus resisten US$ 2.350 hingga US$ 2.400, peluang recovery menuju area US$ 2.500 akan kembali terbuka.
Sebaliknya, jika support gagal dipertahankan dan sentimen global memburuk, Ethereum berisiko mengalami fase capitulation sebelum market kembali membangun tren naik jangka panjang.

