Kanada Bergerak untuk Melarang Donasi Politik Kripto di Tengah Dorongan Transparansi
Timothy Morano 27 Apr 2026 22:02
RUU C-25 Kanada bertujuan untuk melarang donasi politik kripto, dengan alasan kekhawatiran transparansi dan campur tangan asing. Para anggota parlemen mendorong aturan keuangan pemilu yang lebih ketat.
Kanada semakin mendekati pelarangan donasi politik berbasis cryptocurrency dalam sebuah inisiatif reformasi pemilu baru. RUU C-25, Strong and Free Elections Act, telah melewati pembacaan kedua di House of Commons pada 26 April 2026, menandakan dukungan legislatif yang luas. Undang-undang yang diusulkan ini bertujuan untuk memperketat aturan pembiayaan pemilu, khususnya menargetkan aset digital, dengan mengutip kekhawatiran transparansi dan risiko campur tangan asing.
Jika disahkan, RUU ini akan melarang partai politik dan kandidat menerima donasi dalam bentuk cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Para anggota parlemen memandang langkah ini sebagai hal yang diperlukan untuk menutup celah dalam peraturan keuangan kampanye. Meskipun undang-undang ini mencakup reformasi pemilu yang lebih luas, donasi kripto telah disorot secara khusus karena masalah keterlacakan dan kepatuhan terhadap batas yang berlaku.
RUU yang awalnya diperkenalkan pada 26 Maret 2026 ini kini maju ke komite untuk ditinjau secara rinci dan kemungkinan amendemen. Tidak ada tanggal tetap yang telah ditetapkan untuk tahap berikutnya, sehingga menimbulkan ketidakpastian mengenai bentuk akhir dan jadwal implementasinya.
Kripto Menghadapi Pengawasan Ketat Meski Adopsi Lebih Luas
Kanada telah membuat kemajuan dalam mengintegrasikan cryptocurrency ke dalam sistem keuangannya. Badan regulasi telah memajukan kerangka stablecoin, memberikan kewenangan pengawasan kepada Bank of Canada, serta menyempurnakan aturan untuk dana investasi kripto dan kustodian. Pendekatan ganda ini—merangkul inovasi blockchain sekaligus memperketat penggunaannya di area-area sensitif—mencerminkan sikap yang berhati-hati namun progresif di bawah pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney.
Carney, mantan bankir sentral, sebelumnya telah mengungkapkan keraguan tentang cryptocurrency, khususnya mengenai kemampuannya untuk merusak stabilitas keuangan. Namun, pemerintahannya juga telah mengakui potensi manfaat regulasi aset digital, seperti mendorong inovasi dalam lingkungan yang terkontrol.
Usulan larangan donasi kripto ini menggarisbawahi ketegangan tersebut. Sementara aset digital semakin tertanam dalam kerangka keuangan dan institusional, kerentanan yang dirasakan—seperti anonimitas dan kemampuan transfer lintas batas—semakin dipandang sebagai risiko dalam konteks pembiayaan politik.
Yang Perlu Diperhatikan
Proses legislatif untuk RUU C-25 kini akan berfokus pada musyawarah komite, di mana amendemen dapat membentuk ulang ketentuan akhirnya. Para pemangku kepentingan di sektor kripto dan politik Kanada akan memantau dengan seksama, terutama mengingat kurangnya kejelasan tentang bagaimana larangan tersebut dapat berdampak pada upaya penggalangan dana akar rumput yang bergantung pada kontribusi yang lebih kecil dan terdesentralisasi.
Bagi para investor, kemajuan RUU ini menjadi pengingat tentang lingkungan regulasi yang terus berkembang. Meskipun larangan donasi kripto kemungkinan tidak akan berdampak langsung pada harga pasar, hal ini menyoroti pengawasan yang semakin ketat terhadap aset digital dalam aplikasi berisiko tinggi. Para trader sebaiknya memperhatikan tren regulasi yang lebih luas, terutama seiring kerangka stablecoin dan aturan kripto lainnya terus berkembang di Kanada.
Sumber gambar: Shutterstock- kanada
- regulasi kripto
- donasi politik
- ruu c-25








