Langkah ini menyasar inklusi keuangan di Afrika Barat dan Tengah.
KaliSpot akan mengerahkan lebih banyak kios dengan modal baru ini. Perusahaan berencana memasuki Côte d'Ivoire, Gabon, dan Guinea pada 2026. Platform 1Net menghubungkan kios pintar dan ATM dengan layanan perbankan, uang seluler, dan fintech. Pengguna mendapatkan akses setor tunai dan tarik tunai. Ini menjembatani kesenjangan di wilayah perkotaan dan pedesaan yang kurang terlayani.
Investor baru Sékou Drame bergabung dalam putaran ini. Ia pernah menjabat sebagai mantan CEO Sonatel. Pemodal malaikat yang sudah ada dan sebuah lembaga keuangan sub-regional juga turut berkontribusi. Dana tersebut akan meningkatkan teknologi back-end. Dana itu juga akan meningkatkan kapasitas operasional. Hasilnya, KaliSpot bersiap untuk peluncuran yang lebih luas.
CEO Mika Diol memimpin perusahaan ini. KaliSpot dibangun sebagai penyedia infrastruktur B2B. Perusahaan ini menghubungkan bank, operator uang seluler, dan fintech melalui titik fisik dan digital.
Minat investor terhadap inklusi keuangan terus meningkat. Afrika menghadapi kesenjangan dalam akses tunai dan layanan digital. Solusi hibrida seperti milik KaliSpot semakin mendapat perhatian. Solusi ini menghubungkan ekonomi tunai dengan keuangan formal.
Model ini menggunakan kios yang dapat dioperasikan secara interoperable. Hal ini mendukung operasional berbasis di Senegal. KaliSpot beroperasi terutama di Senegal, belum diperluas ke Côte d'Ivoire. Sementara itu, pendanaan ini sejalan dengan pertumbuhan fintech regional.
KaliSpot memposisikan 1Net sebagai platform yang dapat diskalakan. Platform ini melayani layanan inklusif lintas batas.
Pendanaan KaliSpot ini menandakan peluang bagi para investor. Ekspansi cepat ke tiga pasar memanfaatkan permintaan akan akses keuangan. Imbal hasil mungkin akan menyusul seiring meningkatnya permintaan infrastruktur pada 2026.
The post KaliSpot funding: Senegal fintech raises $4M for expansion appeared first on FurtherAfrica.


