Cryptoharian – Salah satu analis kripto di platform X, bernama ‘Ash Crypto’ kembali memberikan pandangannya mengenai kripto utama Bitcoin (BTC). Berdasarkan salah satu update terbarunya, Ash menyoroti kondisi market yang menurutnya cukup ‘gila’ setelah pasar saham Amerika kembali mencetak rekor tertinggi baru, sementara Bitcoin tertinggal jauh dari puncaknya.
Dalam unggahan tersebut, Ash menyebut pasar saham Amerika Serikat baru saja mencetak all time high (ATH) baru setelah kapitalisasi pasar bertambah lebih dari US$ 10 triliun hanya dalam 30 hari terakhir.
S&P 500 bahkan kembali menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.
“Di sisi lain, Bitcoin masih diperdagangkan sekitar 40 persen di bawah ATH sebelumnya di area US$ 126.000,” ungkap Ash.
Perbandingan ini membuat banyak pelaku market mulai mempertanyakan kenapa BTC belum mampu mengikuti reli besar yang terjadi di pasar saham.
Ash menilai, ada beberapa faktor utama yang membuat Bitcoin tertinggal dibanding saham teknologi Amerika.
“Salah satu penyebab terbesar adalah dugaan price suppression atau tekanan harga yang dilakukan pemain besar agar bisa mengakumulasi BTC di harga murah,” ujarnya.
Dia menyebut, whale kemungkinan masih memanfaatkan kondisi market yang lesu untuk mengumpulkan Bitcoin sebelum reli besar berikutnya dimulai.
Baca Juga: BTC Berisiko Masuk Bull Trap Besar, Menurut Founder Alphractal
Selain itu, Ash menyoroti kelelahan investor kripto setelah berkali-kali terkena rug pull dan permainan inside market.
“Banyak investor ritel mulai kehilangan minat terhadap aset kipto beresiko tinggi,” kata Ash.
Ia menambahkan bahwa dalam lima tahun terakhir, mayoritas altcoin termasuk Ethereum dinilai gagal memberikan performa sebaik saham-saham teknologi besar Amerika.
Sementara saham Magnificent 7 mampu naik berkali-kali lipat, banyak aset crypto justru masih tertahan jauh dari puncak sebelumnya.
Kendati demikian, Ash tetap optimistis terhadap prospek Bitcoin ke depan.
Ia percaya pasar kripto bisa kembali mengalami lonjakan besar jika regulasi di Amerika mulai lebih jelas, terutama terkait structure bill yang saat ini terus dibahas.
Menurutnya, kombinasi regulasi yang lebih pasti dan fundamental baru dapat menjadi pemicu besar untuk reli Bitcoin berikutnya.
“Begitu market mendapatkan kejelasan regulasi, Bitcoin bisa meledak jauh lebih tinggi,” pungkas Ash.


