Gagasan bahwa pasokan yang berkurang secara otomatis mengarah pada harga yang lebih tinggi tetap diterima secara luas di pasar cryptocurrency. Sejalan dengan keyakinan ini, pernyataan terbaru dari insinyur perangkat lunak Vincent Van Code di X menantang asumsi umum seputar perilaku aset digital.
Posisinya menekankan bahwa penurunan token yang dipegang di bursa tidak boleh secara otomatis diartikan sebagai sinyal positif untuk pertumbuhan harga, mendesak para pelaku pasar untuk menilai arus keluar bursa secara lebih kritis dan dalam konteks kondisi pasar secara umum.
Van Code menjelaskan bahwa banyak investor mengasosiasikan token yang meninggalkan bursa dengan niat penyimpanan jangka panjang. Logikanya tampak sederhana: jika lebih sedikit token yang tersedia untuk diperdagangkan, pasokan yang berkurang seharusnya meningkatkan tekanan harga. Meskipun ia mengakui bahwa dinamika ini terkadang dapat menghasilkan pergerakan ke atas, ia menekankan bahwa hasilnya tidak dijamin.
Menurut penjelasannya, penarikan token dalam jumlah besar dari bursa sering kali menyebabkan penurunan tajam dalam volume perdagangan. Aktivitas perdagangan yang lebih rendah mengurangi likuiditas, yang memperkenalkan kondisi pasar jenis yang berbeda.
Dalam lingkungan seperti itu, pergerakan harga menjadi lebih mudah untuk dipengaruhi. Ia mencatat bahwa bot, pemegang besar, dan strategi arbitrase dapat memanfaatkan buku pesanan yang lebih tipis, mendorong harga ke salah satu arah dengan perdagangan yang relatif lebih kecil.
Komentar tersebut lebih lanjut menyoroti bahwa berkurangnya likuiditas tidak selalu menciptakan stabilitas. Sebaliknya, hal itu dapat meningkatkan volatilitas. Dengan lebih sedikit pesanan yang tersedia di kedua sisi pasar, bahkan aktivitas pembelian atau penjualan yang sederhana pun dapat mengakibatkan ayunan harga yang lebih besar. Kondisi ini mungkin memberikan kesan pergerakan harga yang kuat, tetapi tidak selalu mencerminkan permintaan yang nyata.
Van Code menunjukkan bahwa keadaan ini dapat menciptakan sinyal yang menyesatkan bagi peserta yang kurang berpengalaman. Saldo bursa yang menyusut mungkin tampak bullish pada pandangan pertama, tetapi tanpa volume yang cukup untuk mendukung level harga, pasar menjadi lebih rapuh. Kerapuhan ini memungkinkan manipulasi harga jangka pendek daripada pertumbuhan berkelanjutan yang didorong oleh fundamental.
Argumen kunci lainnya dalam pernyataan tersebut adalah bahwa arus keluar bursa tidak secara eksklusif terkait dengan strategi penyimpanan jangka panjang. Token dapat meninggalkan bursa karena berbagai alasan yang tidak secara langsung berkontribusi pada tekanan harga ke atas. Ini termasuk transfer ke cold storage, partisipasi dalam aktivitas keuangan terdesentralisasi, dan transaksi over-the-counter.
Ia menekankan bahwa pergerakan semacam itu tidak secara otomatis mengurangi pasokan efektif dengan cara yang menguntungkan penetapan harga pasar. Sebaliknya, mereka memindahkan token tanpa menjamin perubahan perilaku investor. Perbedaan ini sangat penting ketika mengevaluasi apakah arus keluar harus diartikan sebagai indikator bullish.
Van Code menyimpulkan dengan menyarankan agar tidak bereaksi secara impulsif terhadap berita utama tentang penurunan saldo bursa. Ia mendorong analisis yang lebih luas yang mencakup volume perdagangan, sentimen pasar, dan alasan mendasar untuk pergerakan token. Menurutnya, arus keluar bursa berfungsi sebagai data yang berguna tetapi tidak boleh diperlakukan sebagai sinyal mandiri untuk apresiasi harga.
Dengan menerapkan perspektif ini pada XRP, ia berpendapat bahwa kelangkaan di bursa tidak secara inheren diterjemahkan menjadi aksi harga yang positif. Sebaliknya, hal itu dapat memperkenalkan kondisi yang meningkatkan ketidakpastian dan volatilitas, memperkuat kebutuhan akan evaluasi pasar yang cermat dan komprehensif.
Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai saran keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini dapat mencakup pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan untuk melakukan penelitian mendalam sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya merupakan risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial apa pun.
Ikuti kami di X, Facebook, Telegram, dan Google News
Postingan Inilah Mengapa Kelangkaan XRP di Bursa Mungkin Bukan Hal yang Baik pertama kali muncul di Times Tabloid.


