Microsoft dan Alphabet adalah dua nama terbesar di dunia teknologi, dan keduanya terikat erat dengan masa depan komputasi awan dan kecerdasan buatan. Namun keduanya menawarkan hal yang sangat berbeda kepada investor.
Hasil tahunan Microsoft pada 2025 kuat di semua lini. Pendapatan naik 15% menjadi $281,7 miliar. Laba operasional tumbuh 17% menjadi $128,5 miliar. Azure melampaui $75 miliar dalam pendapatan untuk pertama kalinya, naik 34%.
Microsoft Corporation, MSFT
Pada kuartal fiskal ketiga 2026, Microsoft membukukan pendapatan sebesar $82,9 miliar, naik 18%. Laba operasional tercatat $38,4 miliar, dan laba bersih sebesar $31,8 miliar.
Yang menonjol dari Microsoft adalah bagaimana produk-produknya saling terhubung. Pertumbuhan Azure mendorong permintaan terhadap Office, Teams, GitHub, dan alat keamanan. AI sudah tertanam dalam produk-produk yang dibayar oleh pelanggan enterprise saat ini.
Hal itu memudahkan analis dalam memodelkan pertumbuhan. Tidak perlu menunggu dan melihat apakah AI pada akhirnya akan menjadi pendorong pendapatan — karena sudah menjadi pendorong.
Angka-angka Alphabet juga kuat. Laba operasional Google Services naik 22% menjadi $40,1 miliar pada Q4 2025, dengan margin operasional 41,9%. Pendapatan dari Search dan iklan mencapai $63,1 miliar pada kuartal tersebut, naik 17%.
Alphabet Inc., GOOGL
Google Cloud sudah mencapai tingkat lari pendapatan tahunan di atas $50 miliar pada pertengahan 2025. Manajemen menunjukkan ekspansi margin yang berkelanjutan seiring meningkatnya permintaan pelanggan.
Alphabet juga memiliki YouTube, langganan, dan mesin penghasil kas yang besar. Perusahaan ini terus menambahkan fitur AI ke Search, termasuk AI Overviews, AI Mode, dan Lens.
Kekhawatiran bagi sebagian investor adalah apakah AI akan memperkuat bisnis Search Google dari waktu ke waktu atau justru menekannya. Pertanyaan itu belum sepenuhnya terjawab.
Microsoft mendapat konsensus Moderate Buy di MarketBeat, dengan 38 peringkat Beli, 1 Strong Buy, dan 5 Tahan. Rata-rata target harga 12 bulan adalah $556,15.
GOOGL milik Alphabet memiliki 53 peringkat analis dengan rata-rata target $397,48. Kelas saham GOOG menunjukkan 29 beli, 7 strong buy, dan 3 tahan, dengan rata-rata target $362,73.
Kedua saham ini dipandang baik di Wall Street. Posisi Microsoft dianggap lebih bersih, dengan eksposur enterprise yang lebih luas dan pertumbuhan cloud yang lebih cepat dan terlihat jelas.
Alphabet mungkin menarik bagi investor yang melihat nilai dalam nama big-tech yang lebih murah dengan aset Search dan Cloud yang kuat, serta percaya bahwa kekhawatiran soal AI terlalu berlebihan.
Monetisasi AI Microsoft sudah tertanam dalam bisnis. Potensi penuh AI Alphabet masih bergantung pada bagaimana Search berkembang.
The post Microsoft (MSFT) vs Alphabet (GOOGL): Which Big Tech Stock Is the Better Buy Right Now? appeared first on CoinCentral.

