Kolumnis Bloomberg, Javier Blas, berpendapat bahwa pengumuman Presiden Donald Trump tentang Project Freedom, sebuah operasi angkatan laut baru untuk mengamankan transit kapal melalui Selat Hormuz, secara efektif mengakui bahwa strategi blokadenya sebelumnya telah gagal.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur seperlima perdagangan minyak global, telah ditutup sebagian sejak 28 Februari menyusul serangan terkoordinasi Trump terhadap Iran bersama Israel. Trump mengizinkan blokade AS pada pertengahan April yang dimaksudkan untuk menekan Iran agar mau berunding damai, namun tiga minggu blokade tidak menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima.

Dalam sebuah postingan di X, Blas menulis bahwa Gedung Putih kini "menyadari bahwa mereka tidak bisa terus menunggu blokade untuk memaksa Iran ke meja perundingan," dan menyebut pergeseran ini sebagai pengakuan bahwa strategi blokade "tidak berhasil."
Ia berpendapat bahwa perkiraan waktu Trump terkait dampak ekonomi blokade terhadap Iran "sepenuhnya salah," sehingga mendorong pemerintahan tersebut untuk mengejar taktik tekanan alternatif melalui operasi keamanan angkatan laut secara langsung.
Tonton video di bawah ini.
Browser Anda tidak mendukung tag video.


