Ancaman terbaru Presiden Donald Trump terhadap Iran membuat seorang pakar hukum terkejut pada hari Senin.
Glenn Kirschner, mantan Jaksa AS, membahas laporan terbaru tentang ancaman Trump bahwa Iran harus "diledakkan dari muka Bumi" dalam episode terbaru podcastnya, "Justice Matters." Trump membuat ancaman tersebut dalam sebuah postingan Truth Social yang mengumumkan bahwa AS akan memandu kapal-kapal melewati Selat Hormuz.

"Dia adalah aib, aib yang berbahaya bagi Amerika Serikat dan seluruh rakyatnya," kata Kirschner, menambahkan bahwa tindakan semacam itu akan dianggap sebagai kejahatan perang. "Dia adalah sosok memalukan yang tidak layak bagi kita semua."
Trump telah melontarkan sejumlah ancaman terhadap rezim Iran saat pemerintahannya berusaha menegosiasikan penyelesaian perang di Iran. Trump juga mengancam akan menghapus peradaban Iran dari muka Bumi jika rezim tersebut tidak membuka kembali Selat Hormuz, jalur air global yang kritis dan menyumbang 20% dari perdagangan energi dunia.
Komentar tersebut disampaikan pada saat Gedung Putih dan Partai Republik menyerang Partai Demokrat atas retorika politik mereka menyusul penembakan di White House Correspondents' Dinner bulan lalu.
Kirschner mencatat bahwa komentar Trump menunjukkan bahwa ia "tidak bisa keluar dari kubangan yang diciptakannya, baik melalui pertempuran maupun negosiasi."
"Dulu kita percaya bahwa Amerika adalah impian dunia, dan kini Amerika menjadi bahan tertawaan dunia," katanya. "Sebelum perang inkonstitusional Donald Trump, Selat Hormuz terbuka. Pelayaran tidak terhambat, namun setelah Trump melancarkan perang sembrononya tanpa pembenaran hukum sama sekali dan tentu saja tanpa ancaman mendesak terhadap Amerika Serikat, Selat Hormuz hampir tidak dapat dilayari. Dan Trump tidak bisa keluar dari kubangan yang diciptakannya dengan perang kesombongannya, baik melalui pertempuran maupun negosiasi."


