Pergerakan harga XRP tergolong cukup tenang, namun data cadangan Binance menunjukkan tekanan berbeda yang sedang terbentuk di balik pergerakan harga tersebut. Saldo XRP bursa ini telah turun dari sekitar 3,05 miliar token menjadi sekitar 2,75 miliar dalam waktu kurang dari setahun, menempatkan cadangan mendekati level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan saldo XRP di bursa ini terjadi di saat industri juga tengah memperhatikan CLARITY Act, aliran masuk Spot XRP ETF, serta struktur harga yang menolak untuk sepenuhnya runtuh meskipun telah mengalami kelemahan selama berbulan-bulan.
Menurut data dari platform analitik on-chain CryptoQuant, laju keluarnya XRP dari Binance lebih signifikan dari yang disadari banyak trader. Seperti yang ditunjukkan pada grafik CryptoQuant di bawah ini, cadangan XRP Binance telah turun dari puncak sekitar 3,05 miliar pada pertengahan 2025 menjadi sekitar 2,75 miliar pada saat penulisan ini, sementara harga berada di sekitar $1,38.
Puncak cadangan tersebut bertepatan dengan zona harga $3,50, mencerminkan aliran masuk yang besar dan distribusi aktif. Baik cadangan maupun harga kemudian turun tajam memasuki awal 2026, dengan cadangan menyentuh titik terendah sekitar 2,55 miliar dan harga sekitar $1,25.
Puncak cadangan tersebut selaras dengan aksi jual yang terjadi beberapa bulan setelah harga XRP mencapai all-time high $3,65 pada Juli 2025, menunjukkan aliran masuk yang besar dan distribusi aktif yang berlangsung saat itu. Baik cadangan Binance maupun harga XRP kemudian turun memasuki awal 2026, dengan cadangan mencapai titik terendah sekitar 2,55 miliar token XRP dan harga di bawah $1,20.
Penurunan cadangan bursa merupakan sinyal konstruktif ketika terjadi di tengah periode kelemahan harga. Ketika token meninggalkan bursa terpusat, mereka keluar dari apa yang secara efektif merupakan kumpulan siap jual. Setiap XRP yang tersimpan di Binance hanya berjarak satu transaksi dari masuk ke order book. Ketika XRP berpindah ke dompet pribadi, ia sepenuhnya meninggalkan kumpulan siap jual tersebut.
Interpretasi tersebut menjadi semakin menarik karena penurunan cadangan Binance terjadi bersamaan dengan meningkatnya perhatian institusional. Data menunjukkan bahwa Spot XRP ETF mencatat aliran masuk yang kuat pada bulan April, dengan aliran masuk bersih bulan April sebesar $81,59 juta, angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.
Waktu terjadinya aliran keluar ini juga sulit dipisahkan dari konteks regulasi. Digital Asset Market Clarity Act terus melaju ke depan, dan para peserta yang berpengalaman dalam ekosistem XRP tampaknya merespons sesuai dengan melakukan akumulasi.
CLARITY Act, antara lain, akan menjadikan klasifikasi komoditas XRP sebagai hukum federal yang permanen, dan hal ini dapat dipandang sebagai dorongan kepercayaan besar bagi mata uang kripto tersebut. Para pemangku kepentingan Ripple seperti CEO Brad Garlinghouse juga mengantisipasi disahkannya CLARITY Act dan apa artinya bagi XRP.
Menipisnya pasokan di bursa tidak sepenuhnya berarti bahwa XRP sudah berbalik bullish. Namun, hal ini bisa berbahaya bagi para bears jika permintaan kembali hadir pada saat yang sama ketika likuiditas bursa terus menipis. Harga masih perlu membuktikan bahwa berkurangnya pasokan di bursa dapat diterjemahkan menjadi permintaan yang lebih kuat.


