Postingan Strategy Q1 2026: Saylor Mengejutkan Kripto dengan Wacana Menjual Bitcoin untuk Membayar Dividen pertama kali muncul di Coinpedia Fintech News
Michael Saylor menjadi sorotan hari ini. Dalam panggilan pendapatan Q1 2026 Strategy, ia mengisyaratkan bahwa perusahaan mungkin akan menjual sebagian kepemilikan BTC-nya untuk mendanai dividen, sesuatu yang secara langsung menantang sikap "tidak pernah jual" yang telah lama dipegang.
Saylor mengatakan langkah ini bukan karena terpaksa melainkan strategis, bertujuan untuk "memvaksinasi pasar" dengan menunjukkan bahwa Bitcoin dapat digunakan sebagai aset perbendaharaan, bukan sekadar penyimpan nilai.
MicroStrategy (kini Strategy) melaporkan kerugian bersih yang sangat besar sebesar $12,54 miliar, meskipun memegang 818.334 BTC dengan harga rata-rata $75.537. Selain itu, perusahaan menghadapi kewajiban dividen dan utang tahunan sekitar $1,5 miliar, dengan cadangan yang cukup untuk sekitar 18 bulan.
Kuartal ini juga mencatat cadangan penilaian sebesar $2,2 miliar yang terkait dengan kerugian Bitcoin yang belum direalisasi dan penurunan nilai aset digital sebesar $7,2 miliar seiring BTC turun 23%. Meski demikian, perusahaan tetap membeli 89.599 BTC, mempertegas keyakinan jangka panjangnya.
Pasar bereaksi cepat. Saham Strategy turun lebih dari 4% setelah jam perdagangan, sementara Bitcoin sempat tergelincir di bawah $81.000. Reaksi ini mencerminkan ketegangan yang lebih dalam; sekecil apa pun isyarat penjualan akan mengguncang narasi inti yang membangun identitas Strategy.
Sejarah menunjukkan ini bukan hal yang sepenuhnya baru. Perusahaan menjual 704 BTC pada Desember 2022 di tengah tekanan pasar, dan kekhawatiran serupa muncul pada 2025 ketika diskusi seputar penjualan bertepatan dengan pelemahan harga.
MARA Holdings, Core Scientific, dan Cipher Mining semuanya bergerak menuju strategi perbendaharaan aktif, menjual BTC untuk mendanai pertumbuhan AI dan infrastruktur. Bahkan Druk Holding and Investments telah mengurangi kepemilikannya untuk pengeluaran nasional.

