Pergerakan Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah harga BTC turun lebih dari 1% dalam perdagangan 24 jam terakhir.
Berdasarkan data terbaru, Bitcoin saat ini diperdagangkan di level $80.677 per koin, memicu kekhawatiran sebagian investor terhadap potensi melemahnya momentum bullish pasar kripto.
Penurunan tersebut terjadi setelah BTC beberapa kali gagal mempertahankan posisi di atas area resistance penting $81 ribu hingga $82 ribu.
Tekanan jual yang meningkat membuat pasar mulai memasuki fase konsolidasi yang lebih agresif dibanding beberapa hari sebelumnya.
Meski begitu, secara jangka menengah performa Bitcoin sebenarnya masih cukup kuat.
Dalam 30 hari terakhir, BTC masih mencatat kenaikan sekitar 13,47%, sementara dalam 90 hari terakhir penguatannya bahkan mendekati 20%.
Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,61 triliun dengan volume perdagangan harian sekitar $31,8 miliar.
Aktivitas transaksi yang tetap tinggi menunjukkan bahwa minat investor terhadap BTC masih sangat besar meskipun pasar sedang mengalami koreksi.
Baca Juga: Target Bitcoin $250K Tahun Ini Diragukan, Trader Angkat Suara
Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin bergerak di rentang harga $79.832 hingga $81.587.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa area $81 ribu masih menjadi resistance kuat yang sulit ditembus secara konsisten.
Setelah gagal breakout, tekanan profit taking mulai bermunculan dan memicu penurunan harga ke area support yang lebih rendah.
Kondisi ini membuat sebagian trader jangka pendek memilih mengurangi eksposur sambil menunggu arah pasar berikutnya.
Menariknya, BTC sempat mencatat kenaikan tipis sekitar 0,04% dalam satu jam terakhir.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa buyer masih mencoba mempertahankan area psikologis $80 ribu agar tidak ditembus lebih dalam.
Walaupun harga Bitcoin melemah dalam jangka pendek, tren jangka menengahnya masih terlihat cukup sehat.
Dalam 60 hari terakhir, BTC berhasil naik sekitar 13,76%, sedangkan dalam periode 90 hari kenaikannya mencapai 19,59%.
Data tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase bullish yang lebih besar, meski saat ini mengalami jeda konsolidasi.
Sebagian analis melihat koreksi seperti ini sebagai bagian normal dari pergerakan pasar kripto setelah reli panjang. Tanpa fase pendinginan, kenaikan harga biasanya menjadi lebih rentan terhadap koreksi tajam.
Saat ini, level $80 ribu menjadi support psikologis yang paling diperhatikan pasar.
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound menuju resistance sebelumnya masih terbuka.
Namun apabila tekanan jual terus meningkat dan support berhasil ditembus, BTC berpotensi menguji area support berikutnya di bawah $79 ribu.
Banyak trader kini memantau volume perdagangan untuk melihat apakah buyer masih memiliki kekuatan cukup besar untuk menjaga tren bullish tetap hidup.
Pergerakan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor teknikal, tetapi juga sentimen makroekonomi global.
Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, arus dana institusional, hingga kondisi pasar saham masih menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pasar kripto.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin masih sering dipandang sebagai alternatif aset lindung nilai atau “digital gold”. Narasi tersebut tetap menjadi daya tarik utama BTC di mata investor jangka panjang.
Selain itu, faktor kelangkaan Bitcoin juga terus menjadi pendukung utama harga. Saat ini jumlah BTC yang beredar telah mencapai sekitar 20,03 juta koin atau sekitar 95,37% dari total maksimum suplai 21 juta BTC.
Semakin mendekati batas suplai maksimal, banyak investor percaya tekanan terhadap sisi penawaran akan semakin besar dalam jangka panjang.
Walaupun BTC sempat mencetak reli kuat dalam beberapa bulan terakhir, harga Bitcoin saat ini masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high di level $126.198.
Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar masih melihat ruang pertumbuhan yang besar apabila sentimen bullish kembali menguat dan arus modal institusional terus masuk ke pasar kripto.
Namun investor juga diingatkan bahwa volatilitas tinggi tetap menjadi karakter utama Bitcoin.
Pergerakan harga dapat berubah sangat cepat hanya karena perubahan sentimen global atau aksi jual besar dari pelaku pasar.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis, Cenderung Sideways
Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, koreksi Bitcoin saat ini masih dianggap sebagai bagian dari fase konsolidasi setelah reli panjang sebelumnya.
Outlook jangka pendek BTC kini bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas support $80 ribu. Jika level tersebut tetap kuat, peluang rebound masih cukup terbuka.
Namun apabila tekanan jual semakin besar, pasar berpotensi memasuki fase koreksi yang lebih dalam sebelum kembali menemukan momentum baru.
Untuk saat ini, Bitcoin tetap menjadi pusat perhatian investor global karena dominasi pasar, kelangkaan suplai, dan posisinya sebagai aset digital terbesar di dunia.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonyyews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $80 Ribu, Pasar Kripto Mulai Kehilangan Momentum? appeared first on Tokocrypto News.

