Sen. John Kennedy akan memilih ya untuk Digital Asset Market CLARITY Act dalam pembahasan Komite Perbankan Senat pada hari Kamis, memastikan dukungan dari Partai Republik yang bisa meloloskan RUU struktur pasar aset kripto, tak tergantung pada hasil suara Partai Demokrat.
Politisi dari Louisiana tersebut kabarnya mencapai kesepakatan dengan Ketua Komite Tim Scott untuk menambahkan ketentuan tugas fidusia bagi orang yang bekerja di industri kripto dan memasukkan RUU perumahan Build Now Act milik Sen. Elizabeth Warren ke dalam paket ini.
Komite Perbankan Senat terdiri dari 13 anggota Partai Republik dan 11 anggota Partai Demokrat. Setiap suara dari Partai Republik diperlukan untuk meloloskan RUU ini, dan Kennedy sebelumnya menjadi satu-satunya yang belum pasti hingga menjelang sesi hari Kamis.
Ketua Komite Scott merilis naskah legislasi setebal 309 halaman pada hari Selasa setelah berbulan-bulan negosiasi terkait aturan imbal hasil stablecoin. RUU ini lolos di DPR dengan hasil 294 banding 134 pada Juli 2025, namun terhenti di Senat karena adanya perdebatan pada poin tertentu.
Direktur kripto Gedung Putih, David Sacks, menyampaikan bahwa pembahasan ini menjadi kemenangan besar bagi daya saing Amerika Serikat, dan mengucapkan terima kasih kepada staf Senat atas kompromi yang menghasilkan naskah saat ini.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Anggota Komite Perbankan Senat mengajukan lebih dari 100 amendemen sebelum batas waktu hari Rabu. Sens. Catherine Cortez Masto, Andy Kim, Chris Van Hollen, Warren, serta Jack Reed mengusulkan perubahan yang disebut DeFi Education Fund sebagai anti-DeFi.
Amendemen tersebut menargetkan Blockchain Regulatory Certainty Act, perlindungan untuk pengembang perangkat lunak yang tidak mengendalikan, antarmuka depan decentralized application DeFi, serta ketentuan tokenisasi.
Kennedy menyampaikan bahwa ia akan mempertimbangkan amendemen dari Partai Demokrat, namun mengisyaratkan ketentuan mengenai etika sepertinya kecil kemungkinan lolos di komite.
Trader Polymarket kini memperkirakan peluang RUU ini lolos pada 2026 mencapai 73%, dan survei terbaru menunjukkan mayoritas pemilih mendukung kerangka aturan ini.
Jika pemungutan suara di komite berhasil, RUU ini akan diajukan ke Sidang Paripurna Senat sebelum reses Memorial Day.


