Pemberi pinjaman yang menempatkan dana mereka di pasar pinjaman DeFi pada chain Ethereum Virtual Machine (EVM) dan Solana kehilangan sekitar US$3 untuk setiap US$10.000 yang mereka depositkan selama 12 bulan terakhir, sehingga kerugian akibat peretasan yang terealisasi sebesar 3 basis poin dari Total Value Locked (TVL).
Tingkat kerugian tersebut hampir sama dengan tingkat tahunan kematian warga Amerika akibat tergelincir dan jatuh. Founder Keyring Network, Alex McFarlane, menghitung angka ini dari data DefiLlama pada 17 Mei, dengan mengisolasi pasar lending dan menghapus insiden pada bridge.
Penelitian ini mencatat eksploitasi lending non-bridge selama 12 bulan terakhir sebesar US$30,9 juta secara bruto terhadap rata-rata TVL sebesar US$99,6 miliar. Catatan ini mencapai 3,1 basis poin bruto dan 3 basis poin bersih setelah ada recovery, hingga 16 Mei.
Bagi individu pemberi pinjaman, hitungannya menunjukkan bahwa menempatkan US$10.000 pada pasar lending EVM dan Solana terbesar membawa potensi kerugian akibat peretasan sebesar sekitar US$3 per tahun selama setahun terakhir.
Angka ini tidak mencakup risiko pada bridge, kegagalan oracle, dan bug spesifik di satu protokol saja, serta mengasumsikan bahwa dana tidak berada di pasar yang terkena peristiwa ekstrim.
Data DefiLlama merekam total kerugian peretasan sebesar US$7,75 miliar di seluruh kategori DeFi sepanjang sejarahnya. Jika insiden pada bridge dikeluarkan, nilainya menjadi US$4,52 miliar, yang memperlihatkan satu kategori dapat sangat mempengaruhi gambaran keseluruhan DeFi.
Peretas kripto mengambil US$606 juta pada bulan April, menjadi bulan terburuk sejak peretasan Bybit di 2025, di mana Kelp DAO dan Drift menjadi penyumbang 95% dari total kerugian bulan itu.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Kerugian akibat peretasan sangat dipengaruhi oleh beberapa kejadian besar, dengan hanya beberapa insiden raksasa yang mendominasi kerusakan kumulatif, sementara sebagian besar insiden lainnya berukuran kecil. Jika memakai skala logaritmik, data cenderung mendekati distribusi lognormal.
Kebanyakan eksploitasi mengenai salah satu komponen di dalam pasar, bukan menguras seluruh protokol. Pasar yang lebih besar juga lebih mampu menyerap kerugian karena persentase dampaknya lebih kecil jika insiden terjadi.
Pola ini memperkuat argumentasi untuk menyebar modal ke beberapa protokol lending DeFi daripada menempatkannya di satu tempat saja.
Recovery juga turut menurunkan jumlah kerugian utama. Di seluruh kerugian protokol DeFi yang dicatat DefiLlama, recovery mampu mencapai sekitar 8% dari total kerusakan.
Untuk lending EVM dan Solana tanpa bridge, angkanya naik menjadi sekitar 20%. Kasus Euler Finance jadi contoh menonjol, di mana pelaku mengembalikan seluruh dana yang dicuri usai eksploitasi flash loan di 2023.
Para builder kini mendorong kode yang lebih sederhana sebagai strategi keamanan. Kontributor Morpho, Merlin Egalite, berpendapat bahwa minimalisme jadi garis pemisah antara pasar lending yang aman dan tidak aman.
Angka US$3 per US$10.000 ini adalah data historis nyata, bukan jaminan di masa depan. Data ini melawan pandangan yang terlalu alarmis, namun tetap tidak menutup risiko peristiwa besar.
Aave dan Morpho masih menyerap sebagian besar modal lending baru, dan 2026 sudah mencatat insiden besar, termasuk insiden KelpDAO pada April.
Sekarang, kerugian berada dalam kisaran yang bisa diukur, sehingga pemberi pinjaman, asuransi, dan pengelola dana bisa memperhitungkan risikonya secara lebih pasti.
Langganan kanal YouTube kami untuk menonton wawancara para pemimpin dan jurnalis yang membagikan insight ahli
