Investor ritel Korea Selatan menarik dana dari tabungan, deposito berjangka, dan dana asuransi jiwa untuk membeli saham SK Hynix dan Samsung Electronics. Kedua saham ini diperdagangkan mendekati rekor tertinggi karena permintaan chip AI.
Deposito bank tabungan turun di bawah ₩100 triliun (US$66,24 miliar) untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Deposito berjangka di bank komersial turun sekitar ₩12 triliun (US$7,94 miliar) sejak Februari karena dana berpindah ke saham.
Investor berusia di atas 50 tahun kini memegang sekitar 62% dari seluruh pinjaman margin di broker terbesar Korea Selatan. Utang margin untuk kelompok usia 60-an naik dua kali lipat dari ₩3,9 triliun (US$2,58 miliar) menjadi ₩8 triliun (US$5,29 miliar) dalam setahun. Perusahaan sekuritas domestik mengungkap lonjakan ini.
Pencairan polis asuransi di tiga perusahaan asuransi jiwa terbesar naik 16% pada kuartal I 2026. Polis jenis tabungan melonjak 23% karena rumah tangga mencairkan dana untuk membeli saham.
SK Hynix dan Samsung Electronics bersama-sama mencakup sekitar 42% dari KOSPI setelah reli yang didorong AI. SK Hynix sudah naik 265% sejak November sedangkan Samsung melonjak 162%, menurut data mingguan TradingView.
Pemerintah Korea menambah paket dukungan sebesar ₩33 triliun (US$21,86 miliar) untuk sektor chip, memberikan dorongan kebijakan di tengah gelombang investasi ritel yang memecahkan rekor.
KOSPI sempat turun 19% pada bulan Maret sebelum pulih, dan investor senior yang berinvestasi dengan leverage rata-rata mengalami kerugian sekitar 20% saat terjadi penurunan tersebut.
Keberanian mengambil risiko yang sama juga merembet ke aset kripto. Won Korea menangani sekitar 30% volume spot global di Upbit dan Bithumb.
Bacaan Relative Strength Index (RSI) mingguan di atas 80 untuk kedua saham menunjukkan kondisi overbought. Siklus laporan keuangan berikutnya dari Samsung dan SK Hynix akan menguji seberapa kuat leverage yang menopang reli ini.