Tether, perusahaan di balik USDT, telah mengajukan tujuh permohonan merek dagang ke Korea Intellectual Property Rights Information Service (KIPRIS). Dua di antara merek tersebut, KRWT dan WONTETHER, menunjuk pada kemungkinan stablecoin yang dipatok dengan won Korea.
Pengajuan tersebut muncul di basis data KIPRIS, sementara perusahaan belum memberikan pernyataan resmi apa pun. Banyak pengamat menilai dua merek bertema won itu sebagai sinyal terkuat bahwa Tether memang ingin menghadirkan stablecoin lokal di Korea Selatan.
Laporan yang mengutip KIPRIS mencatat ada tujuh merek dagang Tether. Permohonan untuk KRWT dan WONTETHER menjadi sorotan utama.
KRW adalah kode standar untuk mata uang won Korea Selatan. Sedangkan WONTETHER terlihat seperti gabungan langsung antara nama mata uang lokal dan nama perusahaan.
Kedua merek ini terdaftar di bawah Klasifikasi 09, yang mencakup perangkat lunak dan produk digital terkait aset kripto. Tether juga mendaftarkan Tether Gold (XAUT), QVAC, USDT0, USAT, serta logo perisainya di kategori yang sama.
Pemerintah Korea Selatan sedang menyiapkan Digital Asset Basic Act yang mengatur stablecoin. RUU tersebut akan mewajibkan penerbit asing untuk membangun kantor cabang lokal sebelum dapat menjual token ke pengguna di dalam negeri. Ketentuan ini telah membuat banyak perusahaan stablecoin besar berebut posisi hukum sejak awal.
Produk Tether yang dipatok dengan won bakal langsung bersaing dengan stablecoin won yang direncanakan oleh konsorsium bank-bank besar di Korea Selatan. Selain itu, Tether juga akan memberi tekanan pada Circle dan pelaku fintech lokal yang sedang menguji produk serupa.
Saat ini, Tether mendominasi aktivitas stablecoin di Korea Selatan dengan margin yang sangat besar. Produk Tether berlabel lokal bisa memperkuat posisi itu, atau justru melahirkan persaingan langsung dengan penerbit stablecoin lokal.
Pengajuan merek dagang bukan berarti produk tersebut sudah tersedia. Tether juga belum mengonfirmasi peluncuran, mitra, ataupun dialog dengan regulator terkait merek-merek tersebut.
Dari beberapa aplikasi, ada satu yang berbeda. ‘PROOF OF STEAK’ diajukan di bawah Klasifikasi 43, yaitu kategori layanan makanan dan perhotelan, bukan perangkat lunak.
Ungkapan itu merupakan permainan kata dari mekanisme konsensus proof-of-stake yang digunakan oleh Ethereum (ETH) dan beberapa jaringan lainnya. Sampai sekarang, tujuan komersialnya belum terungkap. Bisa saja merek itu berhubungan dengan merchandise, acara, atau bisnis sampingan.
Untuk saat ini, apakah KRWT atau WONTETHER nantinya menjadi produk nyata, semuanya masih tergantung pada keputusan Tether. Siklus regulasi yang segera datang di Korea bisa membuka apakah pengajuan merek ini benar-benar menjadi peluncuran produk atau hanya langkah bertahan secara hukum.
