Mantan Presiden The Fed New York, Bill Dudley, memperingatkan pada hari Selasa bahwa bank sentral berisiko kehilangan kredibilitasnya. Ia menyoroti selama lima tahun inflasi berjalan di atas target 2%.
Dudley mengatakan ekspektasi inflasi bisa jadi tidak terkendali. Peringatan ini disampaikan saat Kevin Warsh memulai minggu pertamanya sebagai Ketua The Fed di bawah tekanan politik untuk menurunkan suku bunga.
The Fed mengadopsi target inflasi resmi sebesar 2% pada Januari 2012. Setelah itu, bank sentral menghabiskan sebagian besar dekade berikutnya untuk mendorong harga naik mencapai target tersebut.
Tapi, mulai awal 2021, guncangan suplai akibat pandemi dan stimulus fiskal mendorong harga-harga melonjak tajam ke atas.
Pada Maret 2026, inflasi personal consumption expenditures utama naik menjadi 3,5% year-on-year. Sementara itu, ukuran inti berada di 3,2%. Kedua data tersebut masih tinggi setelah kurang lebih 60 bulan berada di atas target.
Dudley menyoroti ketahanan pertumbuhan ekonomi AS sebagai masalah yang lebih rumit. Suku bunga kebijakan bertahan di atas 4% sejak akhir 2022, sedangkan pasar tenaga kerja tetap solid.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara langsung
Ia mempertanyakan apakah kebijakan saat ini benar-benar bersifat ketat. Trader obligasi pun menyuarakan keraguan serupa, sebab pasar menentang sinyal bank sentral mengenai arah suku bunga.
Dudley menyampaikan pernyataan ini di program Surveillance Bloomberg, dengan berpendapat bahwa faktor struktural sepertinya telah menaikkan tingkat suku bunga netral.
Investasi modal besar-besaran terkait artificial intelligence dan utang pemerintah yang tinggi bisa jadi mendorong naik imbal hasil riil yang diminta para investor.
Jika benar, maka kebijakan moneter sebenarnya lebih longgar dari yang diperkirakan oleh The Fed.
Pengukuran ekspektasi jangka panjang mengalami kenaikan, termasuk survei University of Michigan untuk ekspektasi 5 hingga 10 tahun.
Metode proyeksi dua tahun ke depan, favorit Gubernur Chris Waller, juga mengalami kenaikan. Itu menandakan perilaku harga baik oleh rumah tangga maupun pelaku usaha mulai berubah.
Kevin Warsh resmi dilantik menjadi Ketua The Fed pada 22 Mei setelah pemungutan suara di Senat yang paling ketat sepanjang sejarah. Ia menggambarkan inflasi sebagai pilihan yang bisa diatasi oleh bank sentral.
Presiden Donald Trump secara terbuka mendorong suku bunga yang lebih rendah. Margin suara konfirmasi Warsh yang sangat tipis membuat ruang untuk kesalahan semakin sempit. Beberapa analis sudah memberi peringatan terhadap pemangkasan suku bunga sebelum jalur inflasi benar-benar jelas.
Rilis data personal consumption expenditures berikutnya, yang dijadwalkan pada akhir Juni, akan menjadi penilaian pertama masa jabatan Warsh.
Jika data menuju ke 2%, The Fed punya waktu lebih banyak. Tapi, jika meleset lagi, peringatan Dudley akan menjadi fokus utama dalam debat kebijakan.
Langganan YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan insight ahli

