Harga Bitcoin diperdagangkan di US$73.469 menjelang Juni 2026 ketika institusi menutup Mei dengan arus keluar ETF bulanan terbesar sepanjang 2026, bersama dengan whale dan holder jangka panjang yang juga mulai melakukan distribusi.
Situasi ini memberikan sinyal kemungkinan akan menantang rata-rata return positif Bitcoin secara historis di bulan Juni. Struktur grafik harga saat ini akan menentukan apakah pembeli musiman atau penjual distribusi yang akan mengendalikan bulan depan.
Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot menutup bulan Mei dengan arus keluar bersih sebesar US$2,30 miliar. Angka ini menjadi arus keluar bulanan terbesar tahun 2026 sekaligus yang paling tajam sejak November 2025.
Ini membalikkan dua bulan berturut-turut arus hijau. Pada April, terjadi arus masuk bersih US$1,97 miliar dan pada Maret tercatat US$1,32 miliar arus masuk bersih.
Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Besar keluarnya dana di Mei memang mencolok. Bitcoin hanya turun sebesar 3,69% di bulan Mei, padahal arus keluar tersebut hampir sepuluh kali lebih besar dibandingkan redeem bersih US$206 juta di Februari, saat Bitcoin sendiri turun 14,8%.
Lembaga keuangan nampaknya mengambil langkah pengurangan risiko lebih cepat dari sekadar pelemahan harga saja. Arus masuk bersih kumulatif kini turun ke US$55,79 miliar dari US$58,09 miliar di bulan April. Padahal, sejarah justru menunjukkan hal sebaliknya. Rata-rata return Bitcoin di bulan Juni sebesar +2,58%, dengan hanya lima kali Juni merah dalam dua belas tahun terakhir.
Kesenjangan antara penjualan ETF besar-besaran dan bulan yang secara historis positif menjadi penentu utama prediksi harga Bitcoin kali ini. Struktur grafik harga akan menjadi ujian berikutnya, apakah penjual atau pembeli musiman yang akan unggul.
Bitcoin terus bergerak di dalam pola channel naik pada grafik tiga hari sejak 6 Februari 2026. Channel ini terbentuk tak lama setelah penurunan tajam 38,63% dari puncak 13 Januari.
Channel naik setelah penurunan tajam umumnya adalah pola kelanjutan dan bukan sinyal bullish sepenuhnya. Pergerakan seperti ini biasanya berakhir ke bawah, kecuali garis tren atas di-breakout dengan kuat.
Bitcoin sempat mencoba melakukan breakout pada awal Mei. Harga menguji garis tren atas namun kemudian tertolak dan terus menurun sejak saat itu.
Pergerakan harga gagal mempertahankan exponential moving average (EMA) periode 20 dan 50. EMA memberikan pembobotan lebih pada harga di periode terbaru agar pergerakan harga lebih halus.
Saat ini risiko terbesar justru ada pada rata-rata jangka panjang. EMA periode 100 kini hampir bertemu dengan EMA periode 200 pada grafik tiga hari yang sama.
Jika terjadi persilangan, itu menandai pergeseran tren bearish jangka panjang. Situasi ini mengisyaratkan bahwa garis tren bawah channel bisa menjadi area uji berikutnya jika pembeli tidak segera mempertahankan harga. Maka perilaku onchain holder besar menjadi faktor penting berikut yang harus diperhatikan.
Data onchain nampaknya mengonfirmasi kehati-hatian institusi. Jumlah crypto whale Bitcoin dengan kepemilikan 1.000 BTC ke atas mencapai puncak di 1.285 entitas pada 22 Mei berdasarkan data Glassnode.
Jumlah itu kini turun menjadi 1.279 pada 28 Mei. Hilangnya enam entitas mewakili distribusi setidaknya 6.000 BTC dalam waktu sekitar satu minggu. Dengan harga saat ini, itu setara dengan penjualan terfokus hampir US$440 juta.
Holder jangka panjang juga mulai mundur. Hodler Net Position Change melacak aksi beli atau jual bersih oleh alamat yang memegang koin selama 155 hari atau lebih.
Pembacaan indikator ini mencapai puncak di 42.301 BTC pada 24 Mei. Pada 28 Mei, jumlah itu turun 7,69% ke 39.049 BTC. Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa para pemegang kuat secara diam-diam mulai mengurangi posisi menjelang Juni.
Pola ini sejalan dengan pandangan Benjamin Cowen, seorang analis, bahwa dasar siklus Bitcoin masih ada di depan. Cowen memperkirakan kemungkinan Bitcoin mencetak level terendah baru di tahun 2026, dengan Oktober sebagai skenario utamanya.
Pembeli ETF, whale, dan holder jangka panjang sama-sama mengurangi eksposur. Hal ini membuat grafik harga BTC yang menjadi penentu prospek bulan Juni.
Pergerakan Bitcoin selanjutnya bergantung pada satu level kunci dalam waktu dekat. Bitcoin perlu menguasai kembali level US$73.869, yaitu level Fibonacci 0,236, dalam penutupan tiga hari untuk menetralkan pola bearish. Level 0,236 ini merupakan garis koreksi pertama yang hilang saat penurunan terbaru kemarin.
Jika berhasil menguasai kembali, Bitcoin bisa punya jalan menuju US$77.877, yaitu resistance struktural tiga hari. Setelah itu, Bitcoin dapat mencoba retest resistance channel atas di US$82.785, tempat terjadinya penolakan awal Mei lalu.
Kegagalan mengembalikan level US$73.869 membuat tren channel bawah di US$70.342 kembali diuji. Jika breakdown di bawah US$70.342, harga bisa menuju level Fibonacci 0,382 di US$68.348, turun sekitar 7% dari harga saat ini.
Jika pelemahan berlanjut, level Fibonacci yang lebih dalam di US$63.886 dan US$59.424 terbuka. Konfirmasi crossover EMA 100-periode dan 200-periode bisa mempercepat pergerakan ke zona tersebut.
Prospek bulan Juni sangat bergantung pada satu angka. Kemampuan menguasai kembali US$73.869 akan menentukan apakah tren channel naik bisa terus bertahan di bulan Juni atau justru terjadi breakdown lanjutan yang bisa mematahkan rerata performa positif historis Bitcoin di bulan tersebut.